Residivis Berkeliaran
Mendagri Inggris Dituntut Mundur--
London-
Menteri dalam negeri Charles Clarke, Rabu (26/4) kemarin
menghadapi seruan untuk mundur setelah mengakui bahwa
lebih dari 1.000 kriminal luar negeri, termasuk para
pembunuh dan pemerkosa, dibebaskan berkeliaran di
Inggris daripada di deportasi.
Harian-harian di sana mengekspresikan kemarahan dan
ketidak percayaan terhadap kegagalan itu, hal terbaru
yang menghantam anggota pemerintahan perdana menteri
Tony Blair dalam bulan-bulan terakhir.
Menteri dalam negeri mengungkapkan Selasa lalu bahwa
antara Februari 1999 dan Maret 2006, 1.023 residivis
asing yang seharusnya dipertimbangkan untuk dideportasi
setelah keluar dari penjara, dibebaskan tanpa ada
tindakan lebih jauh.
Lebih dari 900 orang-orang seperti ini masih belum
terhitung dan Clarke mengatakan kebanyakan tidak
diketahui keberadaannya.
Tiga pembunuh, sembilan pemerkosa, lima pelaku pelecehan
terhadap anak dan 20 penyeludup obat-obatan, merupakan
sebagian jenis orang yang dibebaskan dari penjara
setelah menjalani hukuman dan tanpa tindakan lanjutan.
"Saya
kira ini merupakan kegagalan mengejutkan dari Kantor
Dalam Negeri dan setiap orang yang terlibat termasuk
saya," kata Clarke kepada BBC Selasa malam, sambil
mengulang permintamaafan sebelumnya atas kekacauan ini.
Badan kementrian ini hingga kini tidak mengindahkan
setiap saran pengunduran diri, akan tetapi, malah
mengatakan ia akan pergi jika gagal untuk meralat semua
yang salah.
"Saya
mempertimbangkan pertanyaan pengunduran diri, saya dapat
meyakinkan ada, dan pertimbangan yang saya buat adalah
kewajiban dan tanggung jawab saya untuk meluruskan
masalah ini dan hal itulah yang ingin saya lakukan,"
kata Clarke. (ton/afp)