Lewat
Rekaman Video
Zarqawi
Tantang
AS
Baghdad-
Lelaki
paling dicari
Irak --
salah satu
petinggi Al-Qaeda
Abu Musab al-Zarqawi
-- menantang Washington
dalam
sebuah pesan video.
Rekaman
ini muncul
hanya
beberapa jam sebelum
menteri
pertahanan AS dan
menteri
luar negerinya
terbang
menuju Baghdad Rabu
(26/4) kemarin.
Pemimpin
pasukan AS
mengatakan
mereka
tidak memiliki
alasan
untuk ragu-ragu
akan
keaslian rekaman
pria yang
kepalanya
dihargai 25
juta
dolar dan
menyerukan
untuk
lebih meningkatkan
perburuan
terhadap
salah
satu petinggi Al-Qaeda
ini.
"Oleh
Tuhan,
Amerika
akan dikalahkan
di Irak,"
bunyi
peringatan Zarqawi
dalam
pesan video yang dipasang
pada
sebuah website Islam Selasa
malam.
"Amerika
akan
disingkirkan dari
Land of Two Rivers (Irak)
dikalahkan
dan
dipermalukan," katanya
dalam
rekaman, yang diterima
hanya
dua hari
setelah
sebuah pesan
suara
dari pemimpin
utama Al-Qaeda
Osama bin Laden.
Zarqawi
yang berjenggot
dan
berwajah tenang,
dengan
ikat kepala
hitam
melilit di
sekitar
kepalanya, terlihat
berbicara
dengan
membawa senjata
otomatis
dan
bertemu sambil
memberikan
perintah
kepada
para pejuang
di
kota
Irak
barat Ramadi,
wilayah
markas kuat
pemberontak.
Catatan
rekaman
tersebut tertanggal
Jumat
pekan lalu.
Zarqawi
yang lahir
di
Yordania, disalahkan
atas
beberapa serangan
paling mematikan
dalam
tiga tahun
masa
pemberontakan Irak,
terlihat low profile
dalam
beberapa bulan
terakhir.
Militer
AS
mengatakan
mereka
berhasil meringkus
sejumlah
rekan
utamanya, dan
meningkatkan
spekulasi
mengenai
apakah
jeratan sudah
semakin
kuat mengekang
musuh
nomor satu
Irak
ini, atau
apakah
kenyataannya militan
ini
sudah
tewas.
Namun
pesan
videonya yang untuk
kali pertama
diketahui
menunjukkan
jika
pemimpin Al-Qaeda
ini
masih hidup
dan
sehat, sebuah
fakta yang
diakui
oleh pemimpin
pasukan AS.
"Saat
ini,
kami tidak
memiliki
alasan
untuk ragu-ragu
terhadap
keaslian
rekaman
dan kami
sangat
menaruh perhatian
besar
terhadap semua
ini,"
kata juru
bicara
militer di Baghdad.
"Hal ini
muncul
sebagai sebuah
reaksi
langsung terhadap
perkembangan
pembentukan
sebuah
pemerintahan permanen
dan
penuh legitimasi
bagi
masyarakat Irak,
sebuah
proses yang selalu
dicoba
untuk dihalangi
dengan
cara
apapun
oleh Al-Qaeda,"
imbuhnya.
"Ketakutan
mereka yang paling
besar
adalah sebuah
pemerintahan
dengan
legitimasi tinggi
yang secara
pasti
mewakili keinginan
masyarakat."
(ton/afp)