kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Mancanegara


Lewat
Rekaman Video
Zarqawi
Tantang AS

Baghdad-
Lelaki
paling dicari Irak -- salah satu petinggi Al-Qaeda Abu Musab al-Zarqawi -- menantang Washington dalam sebuah pesan video. Rekaman ini muncul hanya beberapa jam sebelum menteri pertahanan AS dan menteri luar negerinya terbang menuju Baghdad Rabu (26/4) kemarin.

Pemimpin pasukan AS mengatakan mereka tidak memiliki alasan untuk ragu-ragu akan keaslian rekaman pria yang kepalanya dihargai 25 juta dolar dan menyerukan untuk lebih meningkatkan perburuan terhadap salah satu petinggi Al-Qaeda  ini.

"Oleh Tuhan, Amerika akan dikalahkan di Irak," bunyi peringatan Zarqawi dalam pesan video yang dipasang pada sebuah website Islam Selasa malam.

"Amerika akan disingkirkan dari Land of Two Rivers (Irak) dikalahkan dan dipermalukan," katanya dalam rekaman, yang diterima hanya dua hari setelah sebuah pesan suara dari pemimpin utama Al-Qaeda Osama bin Laden.

Zarqawi yang berjenggot dan berwajah tenang, dengan ikat kepala hitam melilit di sekitar kepalanya, terlihat berbicara dengan membawa senjata otomatis dan bertemu sambil memberikan perintah kepada para pejuang di kota Irak barat Ramadi, wilayah markas kuat pemberontak.

Catatan rekaman tersebut tertanggal Jumat pekan lalu.

Zarqawi yang lahir di Yordania, disalahkan atas beberapa serangan paling mematikan dalam tiga tahun masa pemberontakan Irak, terlihat low profile dalam beberapa bulan terakhir.

Militer AS mengatakan mereka berhasil meringkus sejumlah rekan utamanya, dan meningkatkan spekulasi mengenai apakah jeratan sudah semakin kuat mengekang musuh nomor satu Irak ini, atau apakah kenyataannya militan ini sudah tewas.

Namun pesan videonya yang untuk kali pertama diketahui menunjukkan jika pemimpin Al-Qaeda ini masih hidup dan sehat, sebuah fakta yang diakui oleh pemimpin pasukan AS.

"Saat ini, kami tidak memiliki alasan untuk ragu-ragu terhadap keaslian rekaman dan kami sangat menaruh perhatian besar terhadap semua ini," kata juru bicara militer di Baghdad.

"Hal ini muncul sebagai sebuah reaksi langsung terhadap perkembangan pembentukan sebuah pemerintahan permanen dan penuh legitimasi bagi masyarakat Irak, sebuah proses yang selalu dicoba untuk dihalangi dengan cara apapun oleh Al-Qaeda," imbuhnya.

"Ketakutan mereka yang paling besar adalah sebuah pemerintahan dengan legitimasi tinggi yang secara pasti mewakili keinginan masyarakat." (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)