Dekranasda
Bengkulu
Utara,
Tinjau
Pasar
Kerajinan Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Kerajinan
Bali sangat
menakjubkan.
Karena
itu, perajin
Bengkulu
Utara
mesti belajar
banyak
dari Bali.
Bali
suatu
daerah yang bagus
untuk
dicontoh.
Hal itu
dikatakan Ketua
Dekranasda
Bengkulu
Utara
Jenita Imron
Rosyadi
saat meninjau
Pasar
Kerajinan Bali di
Pasar
Oleh-Oleh Bali, Jalan
Raya
Kuta 88, Kuta,
Rabu (26/4)
kemarin.
Dalam
kunjungan ini,
istri
Bupati Bengkulu
Utara
itu diterima
Ketua
Dekranasda Kota Denpasar
Bintang
Puspayoga, Nyonya
Satria
Naradha, Kepala
Disperindag Kota
Denpasar
Dewa
Dharendra dan
sejumlah
staf.
Sebelum
meninjau
Pasar
Kerajinan Bali, rombongan
sempat
dijamu dengan
hidangan
roti Bali Donuts,
di
lantai satu
Pasar
Oleh-Oleh Bali.
Dikatakannya,
kerajinan
Bengkulu
Utara
sangat jauh
dengan
daerah lain seperti
Bali, karena
daerah
ini berkembang
dalam
bidang agro atau
perkebunan.
Bengkulu
terkenal
menghasilkan
kelapa
sawit, kopi, karet,
dan
coklat. Karena
itu
pihaknya sengaja
memilih Bali
sebagai
daerah yang dijadikan
tempat
studi banding dalam
hal
kerajinan. ''Kami
berharap
Dekranasda
Denpasar
mampu
memberi solusi
supaya
kerajinan Bengkulu
bisa
berkembang,'' katanya.
Dikatakannya,
produk-produk yang
lebih
tepat dikembangkan
di
Bengkulu Utara
adalah
tembikar, kerajinan
bambu,
rotan, dan
perak.
Kerajinan perak
tepat
dikembangkan di
sana
karena
Bengkulu memiliki
tambang
perak dan
emas.
Belajar
dari Bali
Hal yang sama
dikatakan
Kepala
Disperindag Bengkulu
Utara Ir.
Budi
Waluyo. Dalam
hal
kerajinan Bengkulu
Utara ''kalah
tua''
dengan Bali dan
Yogyakarta.
Karena
itu Bengkulu
harus
banyak belajar
dari Bali.
Selama
ini
kerajinan yang berkembang
di
Bengkulu berupa batik
-- batik sorek (surat)
yang motifnya
berupa
kaligrafi-kaligrafi atau
ornamen-ornamen Arab.
Kerajinan
ini
sudah didorong
untuk
ekspor, terutama
ke
negara-negara rumpun
Melayu
seperti Malaysia, Singapura.
Mengomentari
produk
kerajinan yang dipamerkan
di
Pasar Oleh-Oleh,
Budi
Waluyo mengatakan
cukup
bagus. (08)