Miranda Goeltom:-----
Manfaatkan
Momentun
Penguatan
Rupiah
PENGUATAN
rupiah yang
sudah
terjadi dalam
sepekan
ini, diperkirakan
masih
bisa berlanjut.
Hal ini
dimungkinan karena
dalam
beberapa waktu
ke
depan aliran
dana
masuk
dari para investor
di luar
negeri
ke pasar
saham Indonesia
akan
kian gencar.
Pelaung
ini
bisakah dimanfaatkan
pemerintah
untuk
meningkatkan perekonomian
sehingga
pengangguran
bisa
dikurangi?
Berikut
petikan
wawancara dengan
Deputi
Gubernur Senior BI Miranda S
Goeltom di Jakarta,
Rabu (26/4)
kemarin.
===================
Rupiah
terus
menguat.
Dapatkan
pemerintah
memanfaatkan momentum
ini
untuk perbaikan
perekonomian
secara
menyeluruh?
Masuknya
dana
asing
terlihat dari
keputusan
Calpers (Californian Pension
Retirement System) sangat
postif
bagi perbaikan
perekonomian.
Kondisi Indonesia
sudah
membaik, dengan
topangan
cadangan
devisa yang
cukup
kuat di
posisi 41,5
milyar
dolar AS.
Investor sudah
mau
masuk, bagaimana
pemerintah
memperbaiki
iklim
investasi?
Kebijakan
pemerintah
untuk
memperbaiki iklim
investasi
dapat
segera terlihat
hasilnya
sehingga investor-investor
asing yang
besar
dapat segera
masuk
ke Indonesia.
Kalau
saja
terjadi beberapa
investasi yang
nyata,
ini yang sedang
kita
tunggu. Jika
ini
terjadi, penguatan
rupiah
akan
lebih
jauh suistanable.
Sebagai
otoritas
moneter,
apa
yang dilakukan BI
melihat
penguatan rupiah
ini?
BI akan
terus
memantau perkembangan
rupiah
baik saat
menguat
atau melemah agar
berjalan
secara gradual
dan
suistanable.
Kalau
juga
terjadi pelemahan
karena
berbagai faktor,
pelemahannya
tidak
dalam bentuk
volatilitas yang
terlalu
besar. Nilai
tukar
rupiah, Rabu (26/4)
kemarin,melemah
tipis 10
poin di
level 8.820, jika
dibandingkan
penutupan
Selasa (25/4)
di level 8.810 per
dolar AS.
(kmb2)