kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Ekonomi


Miranda Goeltom:-----

Manfaatkan
Momentun Penguatan Rupiah

PENGUATAN rupiah yang sudah terjadi dalam sepekan ini, diperkirakan masih bisa berlanjut. Hal ini dimungkinan karena dalam beberapa waktu ke depan aliran dana masuk dari para investor di luar negeri ke pasar saham Indonesia akan kian gencar. Pelaung ini bisakah dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian sehingga pengangguran bisa dikurangi? Berikut petikan wawancara dengan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom di Jakarta, Rabu (26/4) kemarin.

===================

 

Rupiah terus menguat. Dapatkan pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk perbaikan perekonomian secara menyeluruh?

Masuknya dana asing terlihat dari keputusan Calpers (Californian Pension Retirement System) sangat postif bagi perbaikan perekonomian. Kondisi Indonesia sudah membaik, dengan topangan cadangan devisa yang cukup kuat di posisi 41,5 milyar dolar AS.

 

Investor sudah mau masuk, bagaimana pemerintah memperbaiki iklim investasi?

Kebijakan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi dapat segera terlihat hasilnya sehingga investor-investor asing yang besar dapat segera masuk ke Indonesia.  Kalau saja terjadi beberapa investasi yang nyata, ini yang sedang kita tunggu. Jika ini terjadi, penguatan rupiah akan lebih jauh suistanable.

 

Sebagai otoritas moneter, apa yang dilakukan BI melihat penguatan rupiah ini?

BI akan terus memantau perkembangan rupiah baik saat menguat atau melemah agar berjalan secara gradual dan suistanable. Kalau juga terjadi pelemahan karena berbagai faktor, pelemahannya tidak dalam bentuk volatilitas yang terlalu besar. Nilai tukar rupiah, Rabu (26/4) kemarin,melemah tipis 10 poin di level 8.820, jika dibandingkan penutupan Selasa  (25/4) di level 8.810 per dolar AS.

(kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)