Minim
Peserta, Pelatihan Penyelesaian Sengketa
Pengusaha-Pekerja
Amlapura (Bali Post) -
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Karangasem I Ketut Swala, Rabu (26/4) kemarin di
Candidasa, menyayangkan kurangnya partisipasi para
pengusaha di Karangasem mengikuti pelatihan. Padahal,
pelatihan yang digelar sehari itu penting dalam rangka
mengantisipasi atau strategi penyelesaian sengketa
antara pengusaha dan pekerja (karyawan).
Swala mengatakan pihaknya banyak mengundang pengusaha
atau pihak manajemen usaha di Karangasem sampai ke
wilayah Bunutan, Abang atau Tulamben, Kubu. Sayangnya,
dari wilayah itu tak ada perwakilan pengusaha atau
manajemen yang hadir mengikuti pelatihan Apindo.
Dari sekitar 80 pengusaha yang diundang, peserta yang
hadir 16 orang dari kalangan pengurus Apindo
sendiri serta sejumlah pengusaha di kawasan Candidasa.
Tak banyak yang hadir ikut pelatihan, mungkin selama ini
tak banyak ada sengketa atau gejolak antara karyawan dan
pengusaha. ''Tampaknya, mereka sudah mampu menyelesaikan
dengan baik. Namun, dalam rangka antisipasi sengketa ke
depan, perlu kesadaran rekan-rekan pengusaha,'' katanya.
Swala mengatakan pihaknya mendengar beberapa hotel dan
restoran di kawasan Candidasa yang tutup usaha. Soalnya,
dalam kondisi sepinya wisatawan yang pemilik atau
manajemen usaha mengalami kesulitan. Bahkan untuk biaya
operasional hotel pun bisa tak tertutupi. Dalam kondisi
seperti itu, supaya tak banyak norok, pengusaha memilih
menutup sementara operasi atau menjual hotel. ''Saya
mendengar Candidasa Beach II dan sejumlah hotel
dan restoran ditutup, tetapi saya belum menerima laporan
resmi,'' katanya.
Swala mengatakan, selaku Ketua Apindo pihaknya juga tak
pernah menerima laporan resmi terkait adanya sengketa
antara karyawan dan pengusaha. Diduga usaha yang tutup,
karyawannya dialihkan ke usaha lain, atau pekerja sudah
bisa menyadari kondisi, masalah bisa diselesaikan dengan
cara bijaksana dan tak banyak ada tuntutan dari pekerja.
Sebelum pelatihan digelar, kemarin juga dilantik
pengurus Apindo Cabang Karangasem periode 2006-2011.
(013)