kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Ekonomi


Pemerintah Gagal Pertahankan Irigasi Keberlanjutan

Denpasar (Bali Post) -
Pemerintah
di Bali gagal mempertahankan irigasi yang berkelanjutan untuk menjamin irigasi secara efisien. Buktinya, banyak proyek irigasi mubazir dan macet.

Demikian disampaikan pengamat pertanian Ir. Gede Sedana, M.Sc. saat mempresentasikan makalahnya ''Pengembangan Kelembagaan dalam Pengelolaan Air Tanah'' pada workshop pengelolaan irigasi air tanah yang berkelanjutan pada lahan kering, Rabu (26/4) kemarin. Ia menegaskan semua proyek pemerintah untuk membantu petani hanya berdasarkan pendekatan proyek, bukan menyentuh manusia (petani-red). Ia mencontohkan proyek sumur bor untuk irigasi kini banyak yang macet.

Penasihat Istitutions Development Specialist pada proyek SDIABKA (pembardayaan petani di lahan kering) ini mengatakan hampir semua proyek sumur bor bagi petani lahan kering di Bali macet dan mubazir. Ketua HKTI Buleleng ini megatakan kegiatan pokok dalam keberlanjutan irigasi harus meliputi jaminan kontinuitas ketersediaan air, peningkatan pendapatan petani, keberlanjutan fungsi lahan irigasi dan keberlanjutan pengelolaan irigasi. Saat ini petani dalam kondisi terjepit di mana air irigasi yang dikhawatirkan makin menghilang ditambah dengan semakin menyempitnya lahan pertanian diserbu untuk pemukiman.

Alumni dari Ateneo de Manila University, Filipina yang mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Denpasar ini menekankan bahwa terwujudnya keberlanjutan irigasi tersebut harus didahului dengan kegiatan pemberdayaan petani secara partisipatif melalui kelompok-kelompoknya, sehingga mereka mampu mengantisipasi masalah dan tantangannya.

Menurutnya, diperlukan integritas program baik secara vertikal maupun horizontal oleh stakeholder seperti konservasi sumber daya air dan tanah, teknologi tepat guna yang berorientasi pada agrobisnis. Semua itu akhirnya harus bermuara pada peningkatan pendapatan petani.

Dikatakan, peningkatan pendapatan petani merupakan salah satu kunci sustainability pembangunan pertanian yang beririgasi, baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Dengan peningkatan pendapatan petani akan mampu membalikkan kesan bahwa pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan yang kurang membanggakan.

Workshop ini diselenggarakan untuk menemukenali berbagai masalah dan tantangan serta potensi dalam pengembangan pertanian yang beririgasi air tanah serta merumuskan strategi keberlanjutan pengelolaan irigasinya. Hasil rumusan sementara workshop adalah diperlukan adanya pengembangan pertanian yang memberikan keuntungan ekonomis tinggi bagi petani, konservasi sumber daya air dan lahan, perkuatan kelembagaan kelompok petani, pengelola air. Di samping itu, diperlukan adanya kebijakan yang berkenaan penggunaan air, seperti hak guna pakai air, dengan memperhatikan kepentingan pertanian. (025)

''Semua proyek pemerintah untuk membantu petani hanya berdasarkan pendekatan proyek, bukan menyentuh manusia (petani-red). Proyek sumur bor untuk irigasi kini banyak yang macet.''

---------------------------------------

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)