kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Bali


Ketidakhadiran Gubernur Dipertanyakan
 

Denpasar (Bali Post) -
Gagalnya DPRD Bali menghadirkan Gubernur Bali Dewa Beratha dalam sidang pleno Rabu (12/4) lalu dipertanyakan eksponen masyarakat Bali yang menolak proyek geothermal Bedugul.

Kedatangan eksponen yang mengajak 15 sulinggih itu diterima oleh Wakil Ketua DPRD Bali I.B. Suryatmaja di ruang rapat gabungan, Rabu (26/4) kemarin. Sudah dua kali Dewan gagal memanggil gubernur. Atas kegagalan tersebut, eksponen masyarakat yang tergabung dari berbagai LSM itu mendesak Dewan supaya segera mengagendakan pemanggilan itu lagi.

Suryatmaja mengaku belum pernah melihat surat Menteri ESDM mengenai kelanjutan proyek geothermal. Soal keinginan agar Dewan segera memanggil gubernur, dia mengakui Dewan memiliki mekanisme untuk memanggil pejabat. Untuk menjadwalkan saja mesti ada rapat Panmus.

Atas jawaban tersebut, eksponen masyarakat Bali mengaku tak puas. Suryatmaja mengaku saat ini Dewan tak mungkin memutuskan karena banyaknya anggota Dewan yang tak hadir. Selain itu, sejumlah anggota Dewan mengikuti Musrenbang s.d. 28 April. Sayangnya Suryatmaja belum menjawab kenapa Dewan sampai gagal memanggil gubernur padahal sudah diagendakan.

Sementara anggota Komisi E, Kariasa Adnyana, mengakui kegagalan pemanggilan itu disebabkan munculnya berbagai pendapat di Dewan mengenai mekanisme pemanggilan. Apakah hanya untuk mendengar tanggapan gubernur atau Dewan menggunakan hak interpelasi. Kariasa mengaku berkembang usulan agar penjelasan soal geothermal oleh gubernur diselipkan pada sidang pleno mengenai laporan pertanggungjawaban gubernur. Namun, perkembangan terakhir Komisi A mengambil alih pemanggilan gubernur itu. (029)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)