kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Bali


Dua
Pura di Klungkung Diobok-obok Maling 

Semarapura (Bali Post) -
Setelah
sejumlah pura di sejumlah kabupaten diobok-obok maling, kini giliran dua pura di Klungkung mengalami nasib serupa. Yakni Pura Dadia Pande Banjar Losan, Desa Adat Takmung, Banjarangkan dan gedong penyimpenan pratima di Desa Adat Takmung.

Dari kedua pura tersebut, sejumlah benda sakral raib dari tempatnya. Selain itu, pelaku juga diperkirakan sempat mencongkel ruang perpustakaan SDN 3 Takmung. Terbukti, sebuah tape compo raib dari lemari perpustakaan sekolah.

Pencurian di Pura Dadia Pande Banjar Losan diketahui pertama kali sekitar pukul 07.00 wita oleh Klian Dadia, Ketut Rusta, Rabu (26/4) kemarin. Seperti biasa, setiap pagi Rusta melaksanakan kewajibannya mematikan lampu-lampu yang ada di pura tersebut. Namun, pagi itu Rusta menemukan pratima dan rambut sedana yang disimpan di gedong penyimpenan berserakan di lantai. Hal itu membuat Rusta curiga. Dia mengecek keseluruhan isi gedong penyimpenan sekaligus seluruh isi Pura Dadia tersebut. Atas kejadian tersebut, warga melaporkan ke Mapolres Klungkung.

Rusta menyatakan sembilan pasang perhiasan berupa bunga yang terbuat dari emas dan 800 biji uang kepeng murni lenyap dari tempatnya. Selain melaporkan ke pihak berwajib, pihaknya menggelar paruman. ''Kami juga meminta petunjuk Ida Pedanda dari Geria Aan, Banjarangkan,'' katanya.

Sementara itu, pencurian yang terjadi di gedong penyimpenan pratima Desa Adat Takmung, Banjarangkan, pertama kali diketahui Jero Mangku Pura Dalem Desa Adat Takmung, Mangku Ketut Sujana. Awalnya, Mangku Sujana menerima informasi dari istrinya bahwa Pura Dadia Pande Banjar Losan mengalami kemalingan.

Informasi itu kemudian disampaikan kepada Jero Mangku Sujana. Dia kemudian berinisiatif mengecek keberadaan gedong penyimpenan pratima. Begitu dicek, Mangku Sujana dikejutkan dengan kondisi gembok gedong penyimpenan yang ada bekas gergaji. Gembok itu juga dalam kondisi rusak. Begitu masuk, ternyata sejumlah benda sakral di dalamnya raib. Di antaranya satu buah sangku, satu buah bogem, batil, 28 bokor perak, seribu keping uang kepeng koci, dua prerai petitis ratu sakti berbentuk trisula yang terbuat dari emas dan alis-alis ratu sakti yang berisikan mirah. Terkait kejadian itu, Mangku Sujana juga menggelar paruman bersama warga guna penanganan selanjutnya.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Soenarko Danu Ardanto, ketika ditemui saat berkunjung ke Mapolres Klungkung mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan pendeteksian terhadap maraknya aksi pencurian yang menyasar sejumlah pura tersebut. Dikatakan, pola deteksi dini yang akan dilakukan dengan cara pendekatan lokasi. Yang jelas, kata Kapolda, polisi bersama-sama warga akan mengintensifkan upaya pencegahan. Selain itu, polda juga mendukung seluruh kapolres, bukan hanya mengembangkan pengawasan terhadap pencurian di pura. Tetapi pengembangan atas keseluruhan kasus yang terjadi di wilayah masing-masing. Terkait pencurian di dua pura di Klungkung, Kapolda meminta Kapolres Klungkung secepatnya melakukan olah TKP sehingga menemukan data terkait siapa pelakunya.

Atas keseluruhan kasus pencurian di sejumlah pura di Bali, Kapolda mengaku sudah mengantongi identitas pelaku, termasuk mengantongi identitas penadah barang-barang hasil curian tersebut. Namun, dia menolak menyebutkan nama pelaku serta penadahnya. (kmb20)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)