Dua
Pura di
Klungkung
Diobok-obok
Maling
Semarapura
(Bali Post) -
Setelah
sejumlah
pura di
sejumlah
kabupaten
diobok-obok
maling,
kini giliran
dua
pura di
Klungkung
mengalami
nasib
serupa. Yakni
Pura
Dadia Pande
Banjar
Losan, Desa
Adat
Takmung, Banjarangkan
dan
gedong penyimpenan
pratima
di Desa
Adat
Takmung.
Dari kedua
pura
tersebut, sejumlah
benda
sakral raib
dari
tempatnya. Selain
itu,
pelaku juga
diperkirakan
sempat
mencongkel ruang
perpustakaan SDN 3
Takmung.
Terbukti,
sebuah tape compo
raib
dari lemari
perpustakaan
sekolah.
Pencurian
di Pura
Dadia
Pande Banjar
Losan
diketahui pertama
kali sekitar
pukul 07.00
wita
oleh Klian
Dadia,
Ketut Rusta,
Rabu (26/4)
kemarin.
Seperti
biasa, setiap
pagi
Rusta melaksanakan
kewajibannya
mematikan
lampu-lampu yang
ada di
pura
tersebut. Namun,
pagi
itu Rusta
menemukan
pratima
dan rambut
sedana yang
disimpan
di
gedong penyimpenan
berserakan
di
lantai. Hal itu
membuat
Rusta curiga.
Dia
mengecek keseluruhan
isi
gedong penyimpenan
sekaligus
seluruh
isi Pura
Dadia
tersebut. Atas
kejadian
tersebut,
warga
melaporkan ke
Mapolres
Klungkung.
Rusta
menyatakan
sembilan
pasang
perhiasan berupa
bunga yang
terbuat
dari emas
dan 800
biji uang
kepeng
murni lenyap
dari
tempatnya. Selain
melaporkan
ke
pihak berwajib,
pihaknya
menggelar
paruman. ''Kami
juga
meminta petunjuk Ida
Pedanda
dari Geria
Aan,
Banjarangkan,'' katanya.
Sementara
itu,
pencurian yang terjadi
di
gedong penyimpenan
pratima
Desa Adat
Takmung,
Banjarangkan,
pertama kali
diketahui
Jero
Mangku Pura
Dalem
Desa Adat
Takmung,
Mangku
Ketut Sujana.
Awalnya,
Mangku
Sujana menerima
informasi
dari
istrinya bahwa
Pura
Dadia Pande
Banjar
Losan mengalami
kemalingan.
Informasi
itu
kemudian disampaikan
kepada
Jero Mangku
Sujana.
Dia kemudian
berinisiatif
mengecek
keberadaan
gedong
penyimpenan pratima.
Begitu
dicek, Mangku
Sujana
dikejutkan dengan
kondisi
gembok gedong
penyimpenan yang
ada
bekas gergaji.
Gembok
itu juga
dalam
kondisi rusak.
Begitu
masuk, ternyata
sejumlah
benda
sakral di
dalamnya
raib.
Di antaranya
satu
buah sangku,
satu
buah bogem,
batil, 28
bokor
perak, seribu
keping
uang kepeng
koci,
dua prerai
petitis
ratu sakti
berbentuk
trisula yang
terbuat
dari emas
dan
alis-alis ratu
sakti yang
berisikan
mirah.
Terkait kejadian
itu,
Mangku Sujana
juga
menggelar paruman
bersama
warga guna
penanganan
selanjutnya.
Sementara
itu,
Kapolda Bali Irjen
Pol
Soenarko Danu
Ardanto,
ketika
ditemui saat
berkunjung
ke
Mapolres Klungkung
mengatakan
pihaknya
akan
mengoptimalkan pendeteksian
terhadap
maraknya
aksi
pencurian yang menyasar
sejumlah
pura
tersebut. Dikatakan,
pola
deteksi dini yang
akan
dilakukan dengan
cara
pendekatan lokasi.
Yang jelas,
kata
Kapolda, polisi
bersama-sama
warga
akan mengintensifkan
upaya
pencegahan. Selain
itu,
polda juga
mendukung
seluruh
kapolres, bukan
hanya
mengembangkan pengawasan
terhadap
pencurian
di pura.
Tetapi
pengembangan atas
keseluruhan
kasus yang
terjadi
di wilayah
masing-masing.
Terkait
pencurian di
dua
pura di
Klungkung,
Kapolda
meminta Kapolres
Klungkung
secepatnya
melakukan
olah TKP
sehingga
menemukan data
terkait
siapa pelakunya.
Atas
keseluruhan
kasus
pencurian di
sejumlah
pura di
Bali, Kapolda
mengaku
sudah mengantongi
identitas
pelaku,
termasuk mengantongi
identitas
penadah
barang-barang hasil
curian
tersebut. Namun,
dia
menolak menyebutkan
nama
pelaku serta
penadahnya. (kmb20)