Ketut Budi si Tengkorak Hidup ...
Terlambat Ditangani, Bupati Semprot Bawahan
Amlapura (Bali Post) -
I Ketut Budi (17) dan Ni Nengah Bonyok (35) keduanya
warga Desa Pidpid, Abang, Karangasem diduga mengalami
infeksi saraf dan kekurangan gizi sejak lama. Kepala
Dinas Kesehatan Karangasem dr. IA Suci Astiti, M.Kes.
menyampaikan Rabu (26/4) kemarin di Pidpid, kedua warga
itu menderita gangguan saraf yang diakibatkan kekurangan
gizi dalam jangka waktu lama.
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengaku prihatin
dengan kondisi yang dialami kedua keluarga miskin itu.
Karena terlambat diketahui sehingga penanganannya juga
sulit. Bupati pun menyemprot aparat di bawah. Bupati
minta petugas di bawah lebih peka terhadap kondisi
sosial masyarakat sehingga ke depan tak terjadi lagi
keterlambatan penanganan penderita.
Suci menyampaikan karena keadaannya sudah berat
diperlukan fisioterapi secara intensif. Dia mengatakan
penyakit kedua penderita masih bisa ditangani. Namun,
kemungkinan untuk bisa normal sangat kecil, karena
keadaannya sudah kronis akibat menderita penyakit yang
lama.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemuda miskin I Ketut
Budi (15) menderita penyakit kekurangan gizi, sehingga
badannya kurus kering sampai tetangganya menyebut
seperti tengkorak hidup. Sementara ayahnya I Wayan Tebel
(50) juga lumpuh karena dua tahun lalu terjatuh dari
pohon kelapa saat memetik kelapa. Keluarga ini tak
mendapatkan SLT BBM, padahal tergolong miskin dan
rumahnya sekitar 50 m di depan kantor Perbekel Pidpid.
Selain Budi dan ayahnya Tebel, Ni Nengah Bonyok (35)
kondisinya mengenaskan karena diduga menderita infeksi
saraf kronis.
Bupati Geredeg pada kesempatan itu juga minta petugas
kesehatan lebih sering turun ke lapangan, sehingga tak
terulang lagi kasus keterlambatan menyampaikan laporan
dan menangani penderita dari kalangan masyarakat miskin.
Bupati juga minta pihak PDAM Karangasem ikut memberi
perhatian menyangkut pengadaan sarana air bersih ke
rumah penderita.
Bupati Geredeg menyerahkan bantuan bernilai Rp 10 juta
kepada keluarga Ketut Budi dan Bonyok. Bantuan Bupati
selain dalam bentuk uang tunai masing-masing Rp 1,5 juta,
juga kursi roda, walker, satu unit kamar mandi, serta
penampung air dari yayasan Yakkum. Wakil Ketua PKK
Karangasem Nyonya IGA Tirta juga menyerahkan bantuan.
(013)