kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Bali


Massa PPDI ''Serbu'' DPRD Buleleng
Desak PAW segera Dilaksanakan
 

Singaraja (Bali Post) -
Ratusan massa Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) mendatangi gedung DPRD Buleleng Rabu (26/4) kemarin. Selama 3,5 jam, mereka tak beranjak dari halaman gedung. Massa mendesak pimpinan Dewan dan anggota panitia musyawarah (panmus) DPRD Buleleng segera melantik Ketut Sulastra, kader PPDI yang menggantikan Gede Suyasa. Massa juga mempertanyakan alasan pimpinan Dewan tidak melaksanakan pergantian antar-waktu (PAW) itu sehingga terkatung-katung sampai tujuh bulan.

Massa datang sekitar pukul 10.00 wita, saat anggota DPRD mengadakan sidang dengan agenda penyampaian pemandangan umum Dewan terhadap sejumlah ranperda yang diajukan eksekutif. Bupati Buleleng Putu Bagiada juga berada dalam gedung DPRD itu. Karena sidang masih dilaksanakan, aparat keamanan dari Polres Buleleng yang mengawal ketat gedung DPRD menutup pintu masuk gedung. Massa hanya bisa berteriak di luar pagar hingga sidang selesai. Demo itu dikoordinir Ketua Umum PPDI Buleleng Putu Widiarsa dan Wakil Ketua DPRD Buleleng periode 1999-2004 Made Sudana yang menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PPDI Buleleng.

Usai sidang, sekitar pukul 11.00 wita, pimpinan Dewan mengundang perwakilan massa PPDI untuk berunding di salah satu ruang wakil pimpinan. Ketua DPRD Buleleng Nyoman Muliartha menjelaskan bahwa anggota Dewan akan membahas masalah PAW Ketut Sulastra itu 9 Mei mendatang. Namun, Putu Widiarsa tidak bisa menerima sikap Dewan tersebut. Alasannya, sudah tujuh bulan agenda PAW hanya dibahas, tanpa ada keputusan yang pasti. Terkadang anggota Panmus tidak kuorum. Kalaupun kuorum, keputusan yang diambil justru bukan jadwal pelantikan. "Dalam tata tertib, masalah PAW tidak perlu dibahas melalui sidang paripurna. Cukup panmus membuat jadwal kapan pelaksanaan pelantikan," sanggahnya. Pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi bersikukuh bahwa pada 9 Mei mendatang barulah akan dilakukan sidang paripurna untuk membahas PAW itu. Tidak ada jaminan dari pimpinan Dewan bahwa sidang itu akan menghasilkan keputusan. Padahal pengurus dan massa PPDI meminta jaminan bahwa pada 9 Mei itu harus sudah menghasilkan keputusan jadwal pelantikan. Perundingan itu akhirnya deadlock.

Karena tidak ada titik temu, akhirnya pimpinan Dewan dan ketua fraksi bersama pengurus PPDI menemui massa di halaman gedung tersebut. Ketua DPRD Muliartha menjelaskan kembali rencana Dewan membahas PAW pada 9 Mei nanti. Tapi massa tetap tidak terima. Mereka meminta hari itu juga diputuskan jadwal pelaksanaan PAW. Pimpinan Dewan kembali berunding dengan perwakilan PPDI. Setelah berlangsung alot dan tegang, sekitar pukul 13.30 wita akhirnya Muliartha menyanggupi bahwa pada 9 Mei nanti jadwal PAW pasti keluar. Tidak akan ditunda atau dipolitisasi lagi. Setelah ada jaminan itu, massa membubarkan diri dengan tertib. (ari)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)