kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 27 April 2006

 Bali


Tangkal
''Drop Out'' 

BAYANG-BAYANG putus sekolah seringkali menghantui para siswa dari keluarga kurang mampu. Lantaran ketiadaan biaya pendidikan, mereka terpaksa menyandang predikat drop out.

Memutus panjangnya barisan siswa putus sekolah karena alasan biaya, Pemkot Denpasar mengalokasikan sejumlah dana pada APBD Tahun Anggaran 2006 yang khusus diperuntukkan menyelamatkan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu tersebut.

"Ada dua ratus lebih siswa di Denpasar, mulai tingkat SD hingga SMA, mendapatkan bantuan biaya pendidikan itu. Seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M. Si., belum lama ini.

Mantan Kepala SMAN 3 Denpasar ini menambahkan, mereka yang menerima bantuan biaya pendidikan itu meliputi 196 siswa SD, 74 siswa SMP dan 21 siswa SMA/SMK yang tersebar merata di empat kecamatan di Kota Denpasar. Rinciannya, siswa SD berhak atas bantuan biaya pendidikan Rp 50 ribu/bulan, siswa SMP Rp 75 ribu/bulan dan siswa SMA/SMK mengantongi bantuan Rp 125 ribu/bulan.

Khusus untuk siswa penerima bantuan dari jenjang pendidikan SMP, kata pria berambut ikal ini, pihaknya akan mengarahkan mereka melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan (SMK). Dengan begitu, mereka sudah punya keterampilan dan keahlian yang bisa diandalkan untuk menembus dunia kerja jika nantinya tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

"Kami berharap mereka sudah siap kerja begitu menamatkan pendidikan menengah. Dengan begitu, risiko mereka jadi pengangguran juga bisa diminimalisasi," tegasnya. (ian)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)