Tangkal
''Drop Out''
BAYANG-BAYANG
putus
sekolah seringkali
menghantui
para
siswa dari
keluarga
kurang
mampu.
Lantaran
ketiadaan
biaya
pendidikan, mereka
terpaksa
menyandang
predikat drop out.
Memutus
panjangnya
barisan
siswa putus
sekolah
karena alasan
biaya,
Pemkot Denpasar
mengalokasikan
sejumlah
dana
pada APBD
Tahun
Anggaran 2006 yang khusus
diperuntukkan
menyelamatkan
pendidikan
siswa
dari keluarga
kurang
mampu tersebut.
"Ada
dua
ratus lebih
siswa
di Denpasar,
mulai
tingkat SD hingga SMA,
mendapatkan
bantuan
biaya pendidikan
itu.
Seluruhnya
berasal
dari keluarga
kurang
mampu," kata
Kepala
Dinas Pendidikan
dan
Kebudayaan Kota Denpasar
Drs. I Gusti
Lanang
Jelantik, M. Si.,
belum lama
ini.
Mantan
Kepala SMAN 3
Denpasar
ini
menambahkan, mereka
yang menerima
bantuan
biaya pendidikan
itu
meliputi 196 siswa
SD, 74 siswa SMP
dan 21
siswa SMA/SMK yang tersebar
merata
di empat
kecamatan
di Kota
Denpasar. Rinciannya,
siswa SD
berhak
atas bantuan
biaya
pendidikan Rp 50
ribu/bulan,
siswa SMP
Rp 75
ribu/bulan dan
siswa SMA/SMK
mengantongi
bantuan
Rp 125 ribu/bulan.
Khusus
untuk
siswa penerima
bantuan
dari jenjang
pendidikan SMP,
kata
pria berambut
ikal
ini, pihaknya
akan
mengarahkan
mereka
melanjutkan pendidikan
ke
sekolah kejuruan
(SMK). Dengan
begitu,
mereka sudah
punya
keterampilan dan
keahlian yang
bisa
diandalkan untuk
menembus
dunia
kerja jika
nantinya
tidak
mampu melanjutkan
pendidikan
ke
jenjang perguruan
tinggi.
"Kami
berharap
mereka
sudah siap
kerja
begitu menamatkan
pendidikan
menengah.
Dengan
begitu,
risiko mereka
jadi
pengangguran juga
bisa
diminimalisasi," tegasnya.
(ian)