Seleksi
Akpol
harus Bersih
dari
Calo
Denpasar
(Bali Post) -
Kalangan
pemuda
di Bali kembali
mendapat
kesempatan
untuk
mengikuti pendidikan
Akpol (Akademi
Kepolisian).
Kepolisian
Negara Republik
Indonesia
membuka
peluang bagi
pelajar,
mahasiswa,
dan
kaum remaja
memperebutkan
jatah
calon prajurit
Taruna/Taruni
periode 2006.
Bagaimana
dengan
budaya ''suap''
pada
penerimaan calon
prajurit
Polri?
Kabid
Humas
Polda Bali Kombes
Pol. AS
Reniban menegaskan,
seleksi
Akpol di Bali
harus
bersih dari
praktik
calo.
Para
pelamar
diminta tidak
tergiur
dengan janji-janji
manis
oknum
tak bertanggung
jawab.
Oknum
tak
bertanggung jawab
yang mengaku
bisa
meluluskan peserta
tes
Akpol agar dilaporkan
ke
Polda Bali.
''Tak
ada calo-caloan,
hanya
peserta yang benar-benar
memenuhi
syarat
bisa lulus.
Jangan
mau
ditipu, tak
benar lulus
tes
polisi tergantung
duit,''
katanya Rabu (26/4)
kemarin.
Perwira
melati
tiga itu
memberi
contoh sejumlah
kasus
penipuan terkait
penerimaan
calon
prajurit Polri.
Pelamar yang
memanfaatkan
jasa
calo hanya
akan
rugi.
Polda Bali melibatkan
tim
dari
berbagai instansi
dalam
melakukan registrasi
dan
memilih peserta yang
benar-benar
memenuhi
syarat.
''Siapa
saja,
jangan coba-coba
menjadikan
seleksi
Akpol ladang
bisnis,''
tambahnya.
Pendaftaran
penerimaan
Akpol
dibuka mulai 20 April
sampai 15
Mei 2006.
Kombes
Reniban
menyatakan, pelamar
agar datang
sendiri
ke Polda
dengan
membawa fotokopi
ijazah
terakhir, NEM/HUAN/STK/STL
atau transkrip
nilai.
Bagi yang
sedang
duduk di
kelas 3 SMU,
bisa
membawa
surat
keterangan
dari
kasek dan
dua
lembar fotokopi
rapor semester I. ''Juga
20 lembar
pasfoto 4x6, KTP
dan KK
baik yang asli
dan
fotokopi.'
Syarat
lain, usia
minimal 17 tahun
pada 18
Juli 2006. Bagi
lulusan 2001-2002,
jumlah
nilai NEM minimal 39,
lulusan tahun
2003-2005 menggunakan
nilai rata-rata HUAN IPS 6,75
dan IPA 6,5. ''Untuk
siswa
kelas 3, agar menunjukkan
rapor semester I
dengan
nilai minimal 7,35 (IPS)
atau 7
untuk jurusan IPA,''
ucap AS
Reniban. (kmb10)