Payudara
Diremas,
Lapor
Polisi
Denpasar
(Bali Post) -
Pelecehan
seksual
terhadap kaum
perempuan
kembali
terjadi di
wilayah
hukum Mapolsek
Densel. Made
Kas (20),
karyawan
sebuah
yayasan di
Sanur
melaporkan tindakan
pelecehan
seksual
terhadapnya ke
Mapolsek
setempat.
Dia
mengaku
nyaris diperkosa
Kadek
Darma (26) di
ruangan
kantor sebuah
sekolah
tinggi di
Renon,
Rabu (26/4) kemarin.
Beruntung,
korban
melakukan perlawanan
sehingga
dapat
meloloskan diri
dari
cengkraman pelaku.
Informasi
yang diperoleh
di
Mapolsek kemarin
menyebutkan
kejadian
ini
berlangsung sekitar
pukul 06.00
wita.
Ketika itu,
korban yang
bekerja
sebagai cleaning service di
yayasan
tersebut, sedang
mengepel
ruangan
kantor sekolah
tersebut. ''Seperti
biasa
setiap pagi
hari,
saya selalu
mengepel
semua
ruangan yang ada
di
sana,''
kata
Kas.
Pagi
itu,
tiba-tiba datang
pelaku
dari belakang
dan
langsung merangkul
korban.
Seketika korban
kaget
bukan main. Berhasil
merangkul
korban,
pelaku mencium
pipi
kiri dan
kanan
serta mulut
korban
hingga beberapa kali.
Tak
puas mencium
korban,
tangan pelaku
bergerak
ke dada
dan meremas-remas
payudara
korban.
Mendapat perlakuan
seperti
itu, korban
berusaha
berontak
dan
melakukan perlawanan.
''Saya
baru kenal
dengan
pelaku sekitar
satu
bulan lalu.
Saya
tidak ada
hubungan
asmara
atau
pacaran dengannya.
Selama
ini, hubungan
saya
dengan pelaku
hanya
sebatas teman,''
terangnya.
Dengan
usahanya yang
maksimal,
akhirnya
korban
berhasil melepaskan
cengkraman
pelaku.
Merasa kehormatan
dan
harga diri
dilecehkan,
korban
melaporkan kasus
ini ke
Mapolsek
Densel.
Sementara Kapolsek
Densel AKP Made
Astawa
melalui Kanit
Reskrim
Iptu Putu
Sutama
seizin Kapoltabes
Denpasar
kemarin
membenarkan adanya
laporan
tersebut. Pihaknya
belum
bisa melakukan
penangkapan
terhadap
pelaku
karena bukti-bukti
yang lengkap
belum
ada. (jay)