Perahu Nelayan Terbalik, Satu Tewas
Mataram (Suara NTB) -
Kecelakaan laut terjadi Senin (10/4) dini hari sekitar
pukul 00.00 wita. Sebuah perahu nelayan berpenumpang
lima orang dihantam gelombang besar di perairan laut
Panggang, Sekotong Selatan, Lombok Barat. Empat
nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang
lainnya tewas.
Korban yang tewas diketahui bernama Sanusi (18), warga
Dusun Sepi, Desa Bun Mas, Sekotong Barat, Lobar.
Sementara empat nelayan lainnya yang berhasil
menyelamatkan diri, Man (18), Gading (18), Dagul (20)
dan Seli (20). Mereka semuanya warga Dusun Sepi, Desa
Bun mas, Sekotong Barat.
Kabid Humas Polda NTB melalui Kasubid Publikasi Kompol.
Dra. Hj. Tri Budi Pangastuti yang dikonfirmasi Selasa
(11/4) kemarin, membenarkan terjadinya kecelakaan laut
tersebut. Dijelaskan, berdasarkan laporan yang diterima
Polda NTB, rombongan nelayan ini berangkat melaut dari
perairan Dusun Sepi pada Minggu (9/4) sekitar pukul
18.00 wita.
Ketika berangkat, cuaca cukup cerah. Namun sekitar enam
jam kemudian atau sekitar pukul 24.00 wita ketika perahu
rombongan nelayan ini berlayar di sekitar perairan
laut Panggang, Sekotong Tengah, tiba-tiba cuaca buruk.
''Angin kencang disertai gelombang sangat tinggi
menghantam perahu nelayan ini,'' terang Tri Budi.
Hantaman gelombang mengakibatkan perahu nelayan tersebut
terbalik dan tenggelam. Empat nelayan masing berhasil
menyelamatkan diri, sementara Sanusi saat itu hilang.
Upaya pencarian oleh temannya yang selamat dibantu warga
sekitarnya beberapa saat setelah kejadian tak membuahkan
hasil.
Keesokan harinya, ketika cuaca mulai bersahabat,
beberapa nelayan kemudian melakukan pencarian dengan
cara menyelam. Upaya mereka tak sia-sia. Di kedalaman
laut sekitar tujuh meter, tak jauh dari lokasi
kecelakaan, Senin (10/4) sekitar pukul 08.00 wita,
Sanusi ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Menurut Tri Budi, kasus terbaliknya perahu nelayan itu
murni akibat cuaca buruk. Namun demikian katanya, polisi
tetap menyelidiki kasus tersebut.
(049)