kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 12 April 2006

 Nusatenggara


Perahu Nelayan Terbalik, Satu Tewas

Mataram (Suara NTB) -
Kecelakaan laut terjadi Senin (10/4) dini hari sekitar pukul 00.00 wita. Sebuah perahu nelayan berpenumpang lima orang dihantam gelombang besar di perairan laut Panggang,  Sekotong Selatan, Lombok Barat. Empat nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang lainnya tewas.

Korban yang tewas diketahui bernama Sanusi (18), warga Dusun Sepi, Desa Bun Mas, Sekotong Barat, Lobar. Sementara empat nelayan lainnya yang berhasil menyelamatkan diri, Man (18), Gading (18), Dagul (20) dan Seli (20). Mereka semuanya warga Dusun Sepi, Desa Bun mas, Sekotong Barat.

Kabid Humas Polda NTB melalui Kasubid Publikasi Kompol. Dra. Hj. Tri Budi Pangastuti yang dikonfirmasi Selasa (11/4) kemarin, membenarkan terjadinya kecelakaan laut tersebut. Dijelaskan, berdasarkan laporan yang diterima Polda NTB, rombongan nelayan ini berangkat melaut dari perairan Dusun Sepi pada Minggu (9/4) sekitar pukul 18.00 wita.

Ketika berangkat, cuaca cukup cerah. Namun sekitar enam jam kemudian atau sekitar pukul 24.00 wita ketika perahu rombongan nelayan ini  berlayar di sekitar perairan laut Panggang, Sekotong Tengah, tiba-tiba cuaca buruk. ''Angin kencang disertai gelombang sangat tinggi menghantam perahu nelayan ini,'' terang Tri Budi.

Hantaman gelombang mengakibatkan perahu nelayan tersebut terbalik dan tenggelam. Empat nelayan masing berhasil menyelamatkan diri, sementara Sanusi saat itu hilang. Upaya pencarian oleh temannya yang selamat dibantu warga sekitarnya beberapa saat setelah kejadian tak membuahkan hasil.

Keesokan harinya, ketika cuaca mulai bersahabat, beberapa nelayan kemudian melakukan pencarian dengan cara menyelam. Upaya mereka tak sia-sia. Di kedalaman laut sekitar tujuh meter, tak jauh dari lokasi kecelakaan, Senin (10/4) sekitar pukul 08.00 wita, Sanusi ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Menurut Tri Budi, kasus terbaliknya perahu nelayan itu murni akibat cuaca buruk. Namun demikian katanya, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut. (049)

Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)