Korupsi,
Musuh
Utama Indonesia
Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono
menegaskan
korupsi
tidak hanya
menjadi
masalah Indonesia, namun
telah
menjadi persoalan
regional dan global.
Karena
itu, diperlukan
kerja
sama
di Asia
seperti pertukaran
data dan
berbagi
pengalaman dalam
memberantas
korupsi
dan praktik
pencucian
uang (money laundering) yang
kerap
mengikuti setiap
tindak
pidana korupsi.
''Saya
bergembira Konferensi
Interpol ini
memasukkan agenda
penguatan
kerja
sama
antarnegara
dalam
memberantas korupsi
dan money laundering.
Dan ini
langkah
maju dalam
pemberantasan
korupsi,''
tegas
Presiden saat
membuka Nineteen ICPO
Interpol Asian Regional Conference
di Jakarta, Selasa
(11/4) kemarin.
Konferensi
se-Asia ini
diikuti 215
peserta
dari 41 negara.
Presiden
mengakui
korupsi
merupakan masalah
terbesar yang
dihadapi Indonesia.
Bahkan,
kini korupsi
merupakan
musuh
utama di Indonesia.
Memang
dalam
pemberantasan korupsi
membutuhkan
waktu yang lama
karena
masalah ini
terkait
dengan budaya.
''Untuk
itu, kerja
sama
Interpol harus
ditingkatkan
karena
korupsi berkaitan
dengan
usaha pencucian
uang. Dan,
Polri
harus meningkatkan
kerja
sama
dalam
memberantas korupsi
agar tidak
ada
tempat bagi
koruptor
untuk
menyimpan uang
curian
di mana pun,''
sarannya.
''Kita semua
harus
memasang sinyal yang
kuat
dan jernih
guna
mengetahui keberadaan
koruptor
di mana
pun dan
kapan pun.
Sehingga
kita
tidak membuka
peluang
untuk para
koruptor
menemukan
tempat yang
aman
bagi mereka
menyembunyikan
uang
curiannya,'' ucapnya.
Dilanjutkan,
selain
korupsi dan money
laundering, kerja
sama
polisi
juga untuk
memerangi
musuh
masyarakat lainnya
seperti
narkotika, terorisme
dan
kejahatan internasional.
Data World Drug Report yang
dikeluarkan United Nations,
lebih kurang 200
juta
orang, atau 5
persen
dari populasi global
dengan
umur 15 sampai 64
tahun
mengkonsumsi obat-obatan
terlarang
setidaknya
satu kali
dalam 12
bulan.
Mengenai
perang
melawan teroris
sebenarnya
bukan
hal yang baru,
tetapi yang
baru
saat ini
adalah
perang melawan
kelompok
teroris yang
makin
canggih, sehingga
membutuhkan
taktik
dan metode yang
baik.
''Saat
ini
teroris sudah
menjadi
masalah dan
tantangan global, regional
dan
nasional. Karena
teroris
adalah ancaman
jangka
panjang, maka
saya
berharap kerja
sama
yang dibangun
juga
bersifat jangka
panjang,''
harap
Presiden. (034)