kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 12 April 2006

 Nusantara


Korupsi
, Musuh Utama Indonesia

Jakarta (Bali Post) -

Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan korupsi tidak hanya menjadi masalah Indonesia, namun telah menjadi persoalan regional dan global. Karena itu, diperlukan kerja sama di Asia seperti pertukaran data dan berbagi pengalaman dalam memberantas korupsi dan praktik pencucian uang (money laundering) yang kerap mengikuti setiap tindak pidana korupsi

''Saya bergembira Konferensi Interpol ini memasukkan agenda penguatan kerja sama antarnegara dalam memberantas korupsi dan money laundering. Dan ini langkah maju dalam pemberantasan korupsi,'' tegas Presiden saat membuka Nineteen ICPO Interpol Asian Regional Conference di Jakarta, Selasa (11/4) kemarin. Konferensi se-Asia ini diikuti 215 peserta dari 41 negara. 

Presiden mengakui korupsi merupakan masalah terbesar yang dihadapi Indonesia. Bahkan, kini korupsi merupakan musuh utama di Indonesia. Memang dalam pemberantasan korupsi membutuhkan waktu yang lama karena masalah ini terkait dengan budaya.  

''Untuk itu, kerja sama Interpol harus ditingkatkan karena korupsi berkaitan dengan usaha pencucian uang. Dan, Polri harus meningkatkan kerja sama dalam memberantas korupsi agar tidak ada tempat bagi koruptor untuk menyimpan uang curian di mana pun,'' sarannya

''Kita semua harus memasang sinyal yang kuat dan jernih guna mengetahui keberadaan koruptor di mana pun dan kapan pun. Sehingga kita tidak membuka peluang untuk para koruptor menemukan tempat yang aman bagi mereka menyembunyikan uang curiannya,'' ucapnya. 

Dilanjutkan, selain korupsi dan money laundering, kerja sama polisi juga untuk memerangi musuh masyarakat lainnya seperti narkotika, terorisme dan kejahatan internasional.

Data World Drug Report yang dikeluarkan United Nations, lebih kurang 200 juta orang, atau 5 persen dari populasi global dengan umur 15 sampai 64 tahun mengkonsumsi obat-obatan terlarang setidaknya satu kali dalam 12 bulan.  

Mengenai perang melawan teroris sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi yang baru saat ini adalah perang melawan kelompok teroris yang makin canggih, sehingga membutuhkan taktik dan metode yang baik. ''Saat ini teroris sudah menjadi masalah dan tantangan global, regional dan nasional. Karena teroris adalah ancaman jangka panjang, maka saya berharap kerja sama yang dibangun juga bersifat jangka panjang,'' harap Presiden. (034)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)