kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 12 April 2006

 Mancanegara


Israel Nyatakan Sharon Tidak Mampu Permanen
 

Yerusalem-
Pemerintahan
Israel memberikan sinyal formal berakhirnya penguasaan lima tahun Ariel Sharon Selasa (11/4) kemarin, dan menyatakan perdana menteri yang masih dalam keadaan koma tersebut secara permanen sudah tidak mampu. Pengumuman itu disampaikan pada sebuah pertemuan kabinet.

Ehud Olmert, mengambil alih kekuasaan setelah pendarahan otak hebat Sharon pada 4 Januari lalu dan duduk pada pos sebagai pejabat perdana menteri.

Olmert setelah partainya Kadima menang dalam pemilu beberapa waktu lalu, saat ini melakukan sebuah koalisi baru pemerintah yang akan ditugaskan untuk mengatur area perbatasan dari negara Yahudi dengan menarik puluhan ribu pemukim keluar dari wilayah pendudukan Tepi Barat sebagai kelanjutan dari keputusan Sharon untuk menarik Yahudi dari Jalur Gaza musim panas lalu.

Perubahan dalam status ini akan berlaku pada 14 April, saat berakhirnya periode 100 hari seperti tercantum pada hukum setempat.

Keputusan pemerintah ini dimajukan karena liburan satu pekan lamanya perayaan Paskah kaum Yahudi yang dimulai Rabu.

Setelah para menteri secara mutlak mengesahkan langkah tersebut, Olmert mengatakan ia berharap jika statusnya saat ini sebagai perdana menteri sementara tidak disandangnya untuk jangka waktu yang lama.

"Saya berharap keputusan hari ini akan berlangsung dalam waktu pendek," katanya kepada menterinya. "Kita sibuk untuk membentuk pemerintahan selanjutnya. Saya berharap kami dapat mengatur dan menyelesaikan tugas ini dengan cepat.

Menteri kabinet Israel Maimon mengatakan kepada wartawan bahwa masa dari undang-undang dasar berarti "pemerintah harus menunjuk seseorang dari faksi perdana menteri sebagai penggantinya hingga pembentukan sebuah pemerintahan baru."

Ini merupakan aturan yang sangat sulit dan menyedihkan bagi kami semua. Kami tidak pernah berpikir akan mencapai momen seperti itu. Kami memberikan doa dan harapan terbaik kepada perdana menteri, keluarga dan kerabatnya atas kesembuhannya," kata Maimon.

Sharon, yang menjadi perdana menteri pada awal 2001, mendominasi sistem perpolitikan Israel hingga mengalami pendarahan otak hebat. Sebelum itu ia diharapkan memimpin partai baru bernama Kadima untuk meraih kemenangan dalam pemilu yang dilangsungkan 28 Maret lalu.

Para dokter awalnya membuat dirinya koma namun usaha-usaha untuk menyadarkannya pada tiga bulan terakhir mengalami kegagalan meski awalnya ada respon terhadap tes-tes stimulus rasa sakit.

Seorang juru bicara rumah sakit Hadassah Yerusalem, Yael Bossam-Levy, mengatakan kepada wartawan Selasa kemarin jika Sharon masih dalam keadaan "serius namun stabil." (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)