kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 12 April 2006

 Bali


Perwira
Polres Tabanan Ditangkap
* Diduga sebagai Bandar Sabhu-sabhu
 

Denpasar (Bali Post) -
Polda
Bali tertampar lagi. Kali ini karena ulah Ipda Gede Sud. Oknum perwira yang dinas di Polres Tabanan itu ditangkap jajaran Sat. Opsnal Narkoba Polda Bali, Selasa (11/4) sore kemarin.

Saat diringkus, Ipda Gede Sud sedang membungkus shabu-shabu. Saat itu ia juga diduga sedang sakau. Tersangka kini diamankan di Polda Bali bersama barang bukti (BB) berupa 75 gram shabu-shabu.

Penangkapan oknum perwira terlibat bisnis narkoba yang ditangani Polda Bali terkesan tertutup rapi. Semua perwira Polda sulit dihubungi. Padahal, isu yang santer beredar penyidik tengah menginterogasi tersangka hingga pukul 22.00. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban juga tak bisa dimintai konfirmasi.

Informasi yang dihimpun Bali Post, Ipda Gede Sud sudah lama menjadi target pasukan Dit. Narkoba Polda Bali. Berawal dari penangkapan tiga tersangka, penyidik memperoleh keterangan asal narkoba yang beredar di Tabanan. Ipda Gede Sud disebut-sebut jadi bandar obat terlarang, bahkan sudah lama bermain di dunia maksiat. Ketiga tersangka yang lebih dulu masuk sel, mengaku mendapat shabu-shabu dari oknum perwira yang diduga sebagai pencandu narkoba itu. ''Dia nakal dari dulu,'' bisik sumber di Polda.

Pengakuan tiga tersangka kasus narkoba (masyarakat sipil) di hadapan penyidik ternyata bukan isu murahan. Pasukan Polda yang melakukan lidik, mendapat bukti otentik atas keterlibatan Ipda Gede Sud dalam bisnis obat terlarang. Petugas yang melakukan penggerebekan di rumah tersangka di Tabanan, menemukan Gede Sud tengah membungkus shabu-shabu (dibagi jadi per paket). Diperkirakan BB yang berhasil diamankan Polda mencapai 75 gram.

Ipda Gede Sud langsung digelandang ke Mapolda Bali. Sayang, sumber informasi di Polda tiba-tiba tutup mulut. Lantas, siapakah oknum perwira yang diduga jadi bandar narkoba itu? Informasi di Polres Tabanan, tersangka saat berpangkat bintara lama bertugas di KP3 Bandara Ngurah Rai. Sejak menyandang pangkat perwira, Gede Sud pindah ke Karangasem. Beberapa tahun silam, oknum polisi yang tersandung kasus narkoba itu dimutasi ke Polres Tabanan. Posisi Ipda Gede Sud masuk jajaran intel.

Pada tahun 2004, yang bersangkutan kena hukuman disiplin. Tak jelas kasusnya, cuma masih dalam urusan narkoba. Sidang ankum (atasan yang menghukum) memutuskan Ipda Sud pindah tempat dinas, dari intel ke staf Taud di Polres Tabanan. Lagi-lagi perilakunya tak berubah. Selasa (11/4) sore, merupakan hari paling naas bagi Ipda Gede Sud. Selain gagal memasarkan narkoba, ia dijebloskan ke sel. (kmb10)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)