Sulit
Kalau
tidak Mau Susah
Membaca
keluhan
masyarakat yang disampaikan
melalui SMS yang
ditujukan
kepada
Wali Kota Denpasar
(BP, 27 dan 28/3) yang
isinya
antara lain keluhan
bahwa
menyekolahkan anak SD
di
Denpasar sulit
dan
mempertanyakan kenapa
di
Sekolah di
Sekolah
Dasar Percobaan
Negeri (SDPN)
Tulangampiang
ada
seleksi calistung,
maka
kami selaku
Komite SDPN
Tulangampiang
Denpasar
tertarik
untuk
menyampaikan beberapa
hal
kepada masyarakat
Bali dan
Denpasar
khususnya
sebagai
berikut
:
1. Seleksi
penerimaan
siswa
baru dilakukan
di SDPN
Tulangampiang dilakukan
mengingat
bahwa
peminat orang
tua
siswa untuk
menyekolahkan
anaknya
di sekolah
ini
semakin tahun
semakin
meningkat.
2. Seleksi
dilakukan
dengan
menerima calon
siswa
antar wilayah,
mengingat
bahwa SDPN
adalah SD
Negeri
berstatus khusus
berdasarkan SK
Dirjen
Dikdas No. 27/SK/B/III
tanggal 20 Oktober
1962 dan
merupakan
salah
satu dari 20 SDPN
yang tersebar
di 9
propinsi di
Indonesia.
2. Untuk
tahun
pelajaran 2006, sosialisasi
penerimaan
siswa
baru telah
dilakukan
pada
tanggal 26 Januari
2006 dengan
mengundang:
Camat
Denpasar Barat,
Kepala
Desa Pemecutan
Kaja,
Kelian Dusun/Banjar
se Desa
Pemecutan Kaja,
Kepala TK se
Pemecutan
Kaja,
Orang tua
murid TK
masing-masing 2
orang
ari setiap TK yang
ada di
Desa
Pemecutan Kaja.
4. Penerimaan
siswa
baru dilakukan
dengan
pola 50 % melalui
seleksi
Panitia Penerimaan
Siswa
Baru di
sekolah
dan 50% melalui
banjar
pendukung se-Desa
Pemecutan
Kaja.
5. Sebagai
masyarakat
Denpasar,
kami
merasa terpanggil
untuk
mewujudkan satu SD
yang baik
dan
memenuhi sertaelebihi
standar
pelayanan minimal
penyelenggaraan SD dengan
mencari
dukungan seluruh
komponen
masyarakat yang
ada.
Untuk
diketahui
bersama
bahwa sejak
adanya
Komite Sekolah
tahun 2002
dalam
rangka memperbaiki
tata
ruang sekolah
dan
fasilitas sekolah,
kami
telah menurunkan
dana
tidak kurang
dari 1,9
milyar
rupiah yang diperoleh
sebagian
dari
Pemerintah Pusat
dalam
bentuk bangunan
ruang
kelas baru
dan
sebagian dari
partisipasi
masyarakat
Denpasar,
Badung
dan Gianyar,
baik
secara perorangan
maupun
lembaga pemerintah
dan
swasta. Dari dana
tersebut
partisipasi
pemerintah
kota
Denpasar
dalam
tiga tahun
terakhir
di luar
belanja
pegawai, dana
rutin
dan DOP baru
sekitar 32,5
juta
rupiah.
6. Mencari SD
di
Denpasar menurut
kami
tidak sulit
mengingat
masih
ada SD Negeri
di
Denpasar yang kekurangan
murid.
Justru
masalahnya
sejauhmana
masyarakat
pendukung
mau
bersusah-susah untuk
membangun
dan
peduli serta
berpartisipasi
aktif
meningkatkan mutu SD,
termasuk
meningkatkan
kesejahteraan
pengelola
sekolah
dalam rangka
peningkatan
kenerja
sekolah menuju
sekolah yang
bermutu.
7. Sejak
kami
menjadi Komite
Sekolah
disadari bahwa
daya
tampung/kelas SD negeri
di Desa
Pemecutan
Kaja
dari tahun
ke
tahun sudah
tudak
memuat lagi.
Setiap
rapat
penerimaan siswa
baru
sekolah kebingungan
sehingga
kelas
dipaksakan menjadi
gemuk
atau jumlah
siswa
di atas 44
orang
siswa perkelas.
Hal ini
seharusnya menjadi
perhatian
serius
pemerintah
kota
dalam
perencanaan pembangunan
pendidikan
di Kota
Denpasar dengan
menambah
kapasitas
melalui
pembangunan dan rehab
gedung SD
berlantai
dua.
Hal
ini
tentu tidak
bisa
dibiarkan berlarut-larut.
8. Pemerintah Kota
melalui
Dinas Pendidikan
dan
kebudayaan melakukan
penilaian
kinerja
sekolah dan
melakukan
tindak
lanjut terhadap
sekolah
sekolah yang kekurangan
murid.
9. Kami
memang sangat
berharap
kepada yang
terhormat
Bapak
Wali Kota Denpasar
untuk
turun ke
sekolah
kami dan
ke SD
lainnya untuk
mengetahui
secara
langsung kondisi SD
yang ada
di
Denpasar.
Komite
Sekolah
Dasar Percobaan
Negeri
Tulangampiang
Denpasar
Drs. I Nyoman
Sulantra