kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 1 April 2006

 Surat Pembaca

 

Sulit Kalau tidak Mau Susah 

Membaca keluhan masyarakat yang disampaikan melalui SMS yang ditujukan kepada Wali Kota Denpasar (BP, 27 dan 28/3) yang isinya antara lain keluhan bahwa menyekolahkan anak SD di Denpasar sulit dan mempertanyakan kenapa di Sekolah di Sekolah Dasar Percobaan Negeri (SDPN) Tulangampiang ada seleksi calistung, maka kami selaku Komite SDPN Tulangampiang Denpasar tertarik untuk menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat Bali dan Denpasar khususnya sebagai berikut :

1. Seleksi penerimaan siswa baru dilakukan di SDPN Tulangampiang dilakukan mengingat bahwa peminat orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini semakin tahun semakin meningkat.

2. Seleksi dilakukan dengan menerima calon siswa antar wilayah, mengingat bahwa SDPN adalah SD Negeri berstatus khusus berdasarkan SK Dirjen Dikdas No. 27/SK/B/III tanggal 20 Oktober 1962 dan merupakan salah satu dari 20 SDPN yang tersebar di 9 propinsi di Indonesia.

2. Untuk tahun pelajaran 2006, sosialisasi penerimaan siswa baru telah dilakukan pada tanggal 26 Januari 2006 dengan mengundang: Camat Denpasar Barat, Kepala Desa Pemecutan Kaja, Kelian Dusun/Banjar se Desa Pemecutan Kaja, Kepala TK se Pemecutan Kaja, Orang tua murid TK masing-masing 2 orang ari setiap TK yang ada di Desa Pemecutan Kaja.

4. Penerimaan siswa baru dilakukan dengan pola 50 % melalui seleksi Panitia Penerimaan Siswa Baru di sekolah dan 50% melalui banjar pendukung se-Desa Pemecutan Kaja.

5. Sebagai masyarakat Denpasar, kami merasa terpanggil untuk mewujudkan satu SD yang baik dan memenuhi sertaelebihi standar pelayanan minimal penyelenggaraan SD dengan mencari dukungan seluruh komponen masyarakat yang ada.

Untuk diketahui bersama bahwa sejak adanya Komite Sekolah tahun 2002 dalam rangka memperbaiki tata ruang sekolah dan fasilitas sekolah, kami telah menurunkan dana tidak kurang dari 1,9 milyar rupiah yang diperoleh sebagian dari Pemerintah Pusat dalam bentuk bangunan ruang kelas baru dan sebagian dari partisipasi masyarakat Denpasar, Badung dan Gianyar, baik secara perorangan maupun lembaga pemerintah dan swasta. Dari dana tersebut partisipasi pemerintah kota Denpasar dalam tiga tahun terakhir di luar belanja pegawai, dana rutin dan DOP baru sekitar 32,5 juta rupiah.

6. Mencari SD di Denpasar menurut kami tidak sulit mengingat masih ada SD Negeri di Denpasar yang kekurangan murid. Justru masalahnya sejauhmana masyarakat pendukung mau bersusah-susah untuk membangun dan peduli serta berpartisipasi aktif meningkatkan mutu SD, termasuk meningkatkan kesejahteraan pengelola sekolah dalam rangka peningkatan kenerja sekolah menuju sekolah yang bermutu.

7. Sejak kami menjadi Komite Sekolah disadari bahwa daya tampung/kelas SD negeri di Desa Pemecutan Kaja dari tahun ke tahun sudah tudak memuat lagi. Setiap rapat penerimaan siswa baru sekolah kebingungan sehingga kelas dipaksakan menjadi gemuk atau jumlah siswa di atas 44 orang siswa perkelas. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah kota dalam perencanaan pembangunan pendidikan di Kota Denpasar dengan menambah kapasitas melalui pembangunan dan rehab gedung SD berlantai dua. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

8. Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan melakukan penilaian kinerja sekolah dan melakukan tindak lanjut terhadap sekolah sekolah yang kekurangan murid.

9. Kami memang sangat berharap kepada yang terhormat Bapak Wali Kota Denpasar untuk turun ke sekolah kami dan ke SD lainnya untuk mengetahui secara langsung kondisi SD yang ada di Denpasar.

 

 

Komite Sekolah Dasar Percobaan Negeri

Tulangampiang Denpasar

Drs. I Nyoman Sulantra

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)