kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 1 April 2006

 Pariwisata


Petani Rumput Laut pun Terkalahkan
 

PENGAMAT lingkungan Ir. Nyoman Gelebet dalam sebuah pertemuan membahas nasib petani rumput laut yang terancam tergusur di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya sempat mengaku prihatin dengan perkembangan yang terjadi. Gelebet membeberkan, awalnya ketika kawasan itu bakal dijadikan kawasan pariwisata, berbagai harapan muncul karena janji-janji manis untuk rakyat setempat.

Pasalnya, sejumlah agenda pembangunan yang bisa membawa kemajuan bagi masyarakat ditawarkan. Bahkan, untuk perbaikan SDM masyarakat di sana, pemerintah lantas membangun sekolah pariwisata (kini STP Nusa Dua). Tujuannya tak lain ketika pariwisata di sana bergerak, SDM rakyat telah siap menyambutnya.

Namun, yang terjadi sebaliknya. Janji manis kehadiran sekolah pariwisata itu hanya sebatas angan-angan. Bahkan, janji awal sekolah itu akan melihatkan warga sekitar termasuk sebagai stakeholder tak ada realisasinya. Yang paling ekstrem saat ini justru siswa yang dididik di sekolah itu kebanyakan bukan orang setempat.

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan justru dialami warga lokal yang selama ini hidup dari hasil laut sebagai petani rumput laut. Pasalnya lahan pesisir yang selama ini bisa dijadikan budi daya rumput laut harus ditinggalkan. Kebijakan pemerintah menetapkan kawasan itu sebagai lokasi pariwisata membuat investor yang menguasai lahan tanpa ampun minta nelayan menyingkir dari pantai bening nan indah itu.

Dalam dialog antara petani rumput laut Sawangan, Nusa Dua dengan investor mengemuka kalau kehadiran petani rumput laut bisa mengganggu wisatawan yang lagi asyik-masyuk menikmati pantai. Sebaliknya petani yang sejak lama bergantung urat perutnya dari tanaman rumput laut di pantai itu justru melihat lahan tersebut sangat potensial.

Namun, aturan akhirnya mengalahkan mereka, sang penduduk asli yang terpaksa menyingkir secara tak ikhlas dan sangat terpaksa karena tak punya kekuatan sekelas pemerintah, apalagi investor yang menjadi penguasa kawasan itu.

(lit)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)