Falsafah Pasukris
DI
kalangan Gereja Katolik bertaburan berbagai komunitas,
seperti Legio Maria, Persekutuan Doa Karismatik,
Marriage Encounter, Komunitas Tritunggal Mahakudus, dan
masih banyak lagi. Biarlah kali ini komunitas pasukris
mendapat giliran untuk tampil di mimbar.
Sesuai dengan visinya, Pasukris atau pasangan untuk
Kristus (Couples for Christ) adalah keluarga-keluarga
dalam Roh Kudus yang memperbarui muka bumi (Families in
the Holy Spirit Renewing the Face of the Earth)
Sedangkan misinya adalah: Membarui, menguatkan dan
mendukung keluarga-keluarga Kristen dalam: membangun
Gereja rumah tangga, dalam membangun Gereja untuk masa
yang akan datang dan dalam membangun Gereja untuk orang
miskin.
Adapun keyakinan dan cita-cita Pasukris sebagai gerakan
yang beranjak dari sikap, nilai-nilai dan tingkah laku
Kristen; demikian juga program-programnya,
pengajaran-pengajarannya dan pendekatannya menuju
pembaruan Kristen dalam konteks hubungan keluarga.
Pasukris percaya bahwa perkawinan adalah lembaga yang
tak terceraikan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus
dalam Mat 19:6 (Itu sebabnya apa yang sudah disatukan
oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.) Bahwa
Allah menciptakan perkawinan terutama sebagai wadah
untuk mencinta antara pria dan wanita, dan untuk sarana
penciptaan manusia baru serta mengasuh dan mendidik
anak-anak.
Pasukris
percaya bahwa Allah menciptakan wanita dan pria dengan
nilai-nilai pribadi dan martabat yang sama. Bahwa Allah
juga mengesahkan suatu jenjang di dalam keluarga dengan
memberi peran pria sebagai kepala keluarga dan wanita
sebagai penolong dan pendukung (diharapkan tercermin
dengan baik dengan saling melengkapi).
Pasukris percaya bahwa tanggung jawab para orangtua
untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya
merupakan kedudukan yang tak dapat digantikan. Bahwa
anak-anak memerlukan untuk dididik di dalam esensi
manusia dan nilai-nilai kekristenan supaya mereka
bertanggung jawab dan dewasa sebagai anggota masyarakat.
Pasukris percaya bahwa dalam melaksanakan pesan Injil
keluarga bekerja sama dalam hidup dan misi Gereja
melalui doa-doa, evangelisasi dan pelayanan kepada
sesama. Pasukris mendukung dan mempertahankan
peraturan-peraturan untuk keluarga seperti yang telah
diwartakan dalam Ensiklik & Familiaris Consortio.
Pasukris juga percaya bahwa pembaruan keluarga Kristen
dapat mencapai tujuan dengan lebih baik dengan
mengundang Yesus untuk menjadi Tuhan di rumah-rumah.
Kita dan mempersilakan kuasa Roh Kudus memimpin
keluarga-keluarga kita, dan keluarga-keluarga kita mau
memakai semua anugerah kharismatik yang disediakan
selama masa penantian kita di dunia ini.
Per Januari 2006 komunitas Pasukris dunia sudah berada
di 130 negara, tetapi anggotanya baru satu setengah juta
orang. Memang, Sejak 1990 Pasukris sudah berada di
Indonesia, tetapi jumlah anggotanya baru mencapai
6.643 orang.; di Keuskupan Denpasar baru 205 orang.
Kuantitas
tidak pernah menjadi kebanggaan umat Kristen.