Puluhan Rumah Terendam Air Laut
Banyuwangi (Bali Post) -
Tingginya gelombang air laut menyebabkan puluhan rumah
nelayan di Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan
Purwoharjo, Banyuwangi, Jumat (31/3) kemarin terendam.
Kerasnya luapan air dari laut menyapu perkampungan
nelayan yang jaraknya sekitar 300 meter dari bibir
pantai. Akibatnya, hampir seluruh rumah warga tergenang
air yang tingginya mencapai 1 meter lebih.
Banjir ini sungguh di luar dugaan para warga. Biasanya,
luapan air laut tidak pernah sampai di perkampungan.
Apalagi masuk ke dalam rumah. Kejadian banjir ini juga
cukup mengagetkan. Sekitar pukul 09.00 WIB, air laut
tiba-tiba pasang disertai ombak yang besar. Kemudian,
disusul dengan meluapnya air yang masuk ke dalam
perkampungan. ''Biasanya air laut pasang menjelang sore
hari. Tetapi, sekarang tiba-tiba datang di pagi hari.
Ini yang membuat kami resah,'' ujar Sutikno, salah
satu warga setempat.
Akibat terendam air, warga terpaksa menunda kegiatan
memasak hingga menunggu air laut surut. Padahal, banjir
ini baru surut sekitar 3 jam kemudian.
Penderitaan mereka makin bertambah ketika air sumur
rasanya berubah asin. Warga terpaksa membeli air tawar
di perkampungan sebelah yang jaraknya sekitar satu
kilometer. Mereka harus mengeluarkan uang Rp 1.000 untuk
mendapatkan satu jurigen air.
Sementara itu, kerasnya gelombang menyapu beberapa
perahu yang diparkir di tepi pantai. Tercatat ada satu
perahu yang hanyut terbawa gelombang, sedangkan belasan
lainnya berserakan dengan beberapa bagian perahu rusak.
Gelombang pasang juga merobohkan beberapa tembok rumah
warga yang dekat dengan bibir pantai.
Selain di Desa Grajagan, peritiwa serupa juga terjadi di
daerah Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan
Banyuwangi. Di tempat ini, puluhan rumah warga yang
berjarak sekitar 500 meter dari pantai juga terendam air
laut setinggi 1 meter. Diperkirakan air laut akan terus
mengalami pasang hingga satu minggu ke depan.
Sumber di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
Banyuwangi menyebutkan tingginya gelombang pasang ini
disebabkan oleh badai Glenda yang terjadi di Benua
Australia. Badai ini diperkirakan akan terjadi selama
tiga hari. ''Beberapa perairan kita dipastikan terkena
imbas badai tersebut sehingga gelombang pasang air laut
akan tinggi,'' kata Plt. Kepala BMG Banyuwangi Mawardi
di kantornya kemarin. (udi)