kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 1 April 2006

 Nusantara


Puluhan Rumah Terendam Air Laut
 

Banyuwangi (Bali Post) -
Tingginya gelombang air laut menyebabkan puluhan rumah nelayan di Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jumat (31/3) kemarin terendam. Kerasnya luapan air dari laut menyapu perkampungan nelayan yang jaraknya sekitar 300 meter dari bibir pantai. Akibatnya, hampir seluruh rumah warga tergenang air yang tingginya mencapai 1 meter lebih.

Banjir ini sungguh di luar dugaan para warga. Biasanya, luapan air laut tidak pernah sampai di perkampungan. Apalagi masuk ke dalam rumah. Kejadian banjir ini juga cukup mengagetkan. Sekitar pukul 09.00 WIB, air laut tiba-tiba pasang disertai ombak yang besar. Kemudian, disusul dengan meluapnya air yang masuk ke dalam perkampungan. ''Biasanya air laut pasang menjelang sore hari. Tetapi, sekarang tiba-tiba datang di pagi hari. Ini yang membuat  kami resah,'' ujar Sutikno, salah satu warga setempat.

Akibat terendam air, warga terpaksa menunda kegiatan memasak hingga menunggu air laut surut. Padahal, banjir ini baru surut sekitar 3 jam kemudian.

Penderitaan mereka makin bertambah ketika air sumur rasanya berubah asin. Warga terpaksa membeli air tawar di perkampungan sebelah yang jaraknya sekitar satu kilometer. Mereka harus mengeluarkan uang Rp 1.000 untuk mendapatkan satu jurigen air.

Sementara itu, kerasnya gelombang menyapu beberapa perahu yang diparkir di tepi pantai. Tercatat ada satu perahu yang hanyut terbawa gelombang, sedangkan belasan lainnya berserakan dengan beberapa bagian perahu rusak. Gelombang pasang juga merobohkan beberapa tembok rumah warga yang dekat dengan bibir pantai.

Selain di Desa Grajagan, peritiwa serupa juga terjadi di daerah Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Di tempat ini, puluhan rumah warga yang berjarak sekitar 500 meter dari pantai juga terendam air laut setinggi 1 meter. Diperkirakan air laut akan terus mengalami pasang hingga satu minggu ke depan.

Sumber di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Banyuwangi menyebutkan tingginya gelombang pasang ini disebabkan oleh badai Glenda yang terjadi di Benua Australia. Badai ini diperkirakan akan terjadi selama tiga hari. ''Beberapa perairan kita dipastikan terkena imbas badai tersebut sehingga gelombang pasang air laut akan tinggi,'' kata Plt. Kepala BMG Banyuwangi Mawardi di kantornya kemarin. (udi)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)