PM Howard Anggap Enteng Kartun Indonesia
Sydney -
Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menganggap
enteng sindiran yang dilontarkan sebuah media Indonesia
melalui gambar kartun. Dalam kartun tersebut digambarkan
Howard dan Menteri Luar Negeri Australia Alexander
Downer bertubuh anjing dan melakukan hubungan seks.
Karikatur yang dimuat pada halaman depan sebuah koran
terbitan Senin (27/3) lalu memperlihatkan kemarahan
warga Indonesia terkait pemberian visa tinggal sementara
bagi 42 pencari suaka dari Papua. Ia mengakui jika
pemberian visa menyebabkan memanasnya hubungan dengan
Indonesia. Namun, Howard mengaku tidak terganggu oleh
gambar karikatur tersebut. ''Saya telah berada di
lingkungan seperti ini dalam waktu lama. Jika saya
terpengaruh oleh kartun maka itu tidak masuk akal,''
tutur Howard, Jumat (31/3) kemarin.
Sementara itu, Downer lebih tenang dalam menghadapi
pemuatan gambar karikatur di media Indonesia. Downer
lebih menganggap hal tersebut sebagai kebebasan pers.
Hanya, ia mengakui jika pemuatan itu sungguh sangat
tidak sesuai dengan selera publik. ''Saya kira banyak
orang Australia akan menganggap jika pemuatan hal
semacam itu sangat menyerang. Tetapi mereka bebas untuk
menyerang jika memang berada di Indonesia sepanjang
mereka menginginkannya,'' ungkap Downer.
Howard menambahkan, pihak Australia menyadari jika
Indonesia merasa terganggu oleh pemberian visa tinggal
sementara selama tiga tahun kepada pencari suaka
tersebut. Para pencari suaka itu tiba di Christmas
Island pada Januari lalu. Mereka merupakan
pentolan-pentolan dari gerakan separatis di Papua
beserta keluarganya.
Howard di kesempatan yang sama mengulang dukungannya
terhadap kesatuan Indonesia, termasuk Papua di dalamnya.
Dia mengungkapkan pemberiaan visa hanya bagian dari
prosedur pemberian visa biasa yang diaplikasi lewat
jalur suaka.
Ia menolak jika pemberian visa dianggap memperburuk
hubungan kedua negara. Terutama hubungan yang seringkali
memanas sejak Canberra memberi dukungan terhadap
pemisahan Timor Timur dari Indonesia.
''Saya kira ekspresi kekhawatiran tentang krisis dan
masalah besar terkait hal ini tidak pantas terlalu
dibesar-besarkan. Ini memang menimbulkan masalah
terutamanya dengan sensitivitas mengenai Indonesia
terhadap Papua Barat. Terkait hal itu maka Australia
tidak pernah ragu terhadap kesatuan Indonesia dan
memberi dukungan sepenuhnya,'' tegas Howard.
Baik Howard maupun Downer memastikan mereka yakin tidak
akan ada pemutusan hubungan permanen di antara kedua
negara. Apalagi, kedua negara telah banyak bekerja sama
dalam kurun tiga tahun terakhir. Terutama berkaitan
dengan peristiwa pengeboman di Bali dan juga kerja sama
penanggulangan tsunami.
''Tidak ada hubungan yang rusak dari hal ini. Saya ingin
mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Meski hal itu
belum dijadwalkan, tetapi saya ingin anda semua tahu,''
papar Downer kepada wartawan. (rah/net)