kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 1 April 2006

 Mancanegara


PM Howard Anggap Enteng Kartun Indonesia
 

Sydney -
Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menganggap enteng sindiran yang dilontarkan sebuah media Indonesia melalui gambar kartun. Dalam kartun tersebut digambarkan Howard dan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer bertubuh anjing dan melakukan hubungan seks.

Karikatur yang dimuat pada halaman depan sebuah koran terbitan Senin (27/3) lalu memperlihatkan kemarahan warga Indonesia terkait pemberian visa tinggal sementara bagi 42 pencari suaka dari Papua. Ia mengakui jika pemberian visa menyebabkan memanasnya hubungan dengan Indonesia. Namun, Howard mengaku tidak terganggu oleh gambar karikatur tersebut. ''Saya telah berada di lingkungan seperti ini dalam waktu lama. Jika saya terpengaruh oleh kartun maka itu tidak masuk akal,'' tutur Howard, Jumat (31/3) kemarin.

Sementara itu, Downer lebih tenang dalam menghadapi pemuatan gambar karikatur di media Indonesia. Downer lebih menganggap hal tersebut sebagai kebebasan pers. Hanya, ia mengakui jika pemuatan itu sungguh sangat tidak sesuai dengan selera publik. ''Saya kira banyak orang Australia akan menganggap jika pemuatan hal semacam itu sangat menyerang. Tetapi mereka bebas untuk menyerang jika memang berada di Indonesia sepanjang mereka menginginkannya,'' ungkap Downer.

Howard menambahkan, pihak Australia menyadari jika Indonesia merasa terganggu oleh pemberian visa tinggal sementara selama tiga tahun kepada pencari suaka tersebut. Para pencari suaka itu tiba di Christmas Island pada Januari lalu. Mereka merupakan pentolan-pentolan dari gerakan separatis di Papua beserta keluarganya.

Howard di kesempatan yang sama mengulang dukungannya terhadap kesatuan Indonesia, termasuk Papua di dalamnya. Dia mengungkapkan pemberiaan visa hanya bagian dari prosedur pemberian visa biasa yang diaplikasi lewat jalur suaka.

Ia menolak jika pemberian visa dianggap memperburuk hubungan kedua negara. Terutama hubungan yang seringkali memanas sejak Canberra memberi dukungan terhadap pemisahan Timor Timur dari Indonesia.

''Saya kira ekspresi kekhawatiran tentang krisis dan masalah besar terkait hal ini tidak pantas terlalu dibesar-besarkan. Ini memang menimbulkan masalah terutamanya dengan sensitivitas mengenai Indonesia terhadap Papua Barat. Terkait hal itu maka Australia tidak pernah ragu terhadap kesatuan Indonesia dan memberi dukungan sepenuhnya,'' tegas Howard.

Baik Howard maupun Downer memastikan mereka yakin tidak akan ada pemutusan hubungan permanen di antara kedua negara. Apalagi, kedua negara telah banyak bekerja sama dalam kurun tiga tahun terakhir. Terutama berkaitan dengan peristiwa pengeboman di Bali dan juga kerja sama penanggulangan tsunami.

''Tidak ada hubungan yang rusak dari hal ini. Saya ingin mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Meski hal itu belum dijadwalkan, tetapi saya ingin anda semua tahu,'' papar Downer kepada wartawan. (rah/net)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)