kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 7 Maret 2006

 Olahraga


Beckenbauer Kecam Klinsmann

Dusseldorf -
Presiden Bayern Munich sekaligus presiden pelaksana Piala Dunia 2006, Franz Beckenbauer mengecam pelatih nasional Juergen Klinsmann. Dia menganggap Klinsmann tidak berani mempertanggungjawabkan tindakannya di Jerman.

Bahkan kini dia malah berada di California mengurusi bisnisnya. Padahal warga Jerman termasuk parlemen mengkhawatirkan penampilan timnas di Piala Dunia mendatang menyusul kekalahan 1-4 dari Italia pertengahan pekan lalu.

Kejengkelan Beckenbauer menjadi-jadi setelah pihaknya selaku panitia penyelenggara melangsungkan kegiatan workshop bagi pelatih timnas peserta Piala Dunia. Ironinya, Klinsmann malah tidak hadir. Sedangkan pelatih lain seperti Sven-Goran Eriksson (Inggris) dan Carlos Alberto Parreira (Brazil) hadir pada kesempatan tersebut.

"Seharusnya Klinsmann berada di sini. Ini adalah pertemuan yang semestinya dia hadir dan melakukan diskusi dengan pelatih lain. Saya tahu, dia ke Amerika untuk melihat keluarganya. Tetapi seharusnya saat ini dia lebih banyak menghabiskan waktu di Jerman menjelang Piala Dunia," kecam Beckenbauer, Senin (6/3) kemarin.

Beckenbauer pun mengatakan dia sudah lelah menasehati mantan asuhannya itu. Menurutnya dia telah berkali-kali berbicara dengan Klinsmann namun tidak membuahkan hasil.

Klinsmann yang anggota skuad tim Panser saat meraih Piala Dunia 1990 mendapat banyak kritikan sejak diangkat jadi pelatih. Asosiasi Sepak bola Jerman (DFB) dituding gegabah  mengingat Klinsmann lebih banyak menghabiskan waktu di California dibandingkan Jerman.

Kekalahan atas Italia pekan lalu semakin membuat suporter tuan rumah tidak percaya diri. Mereka tidak yakin tim kesayangannya bisa tampil bagus. "Menyusul kekalahan dari Italia maka sudah sepantasnya dia membenahi tim kami. Seharusnya dia bisa menerima kritikan dari orang lain," ujar Beckenbauer.

Meski didera masalah dan kritikan atas penampilan mereka di beberapa partai uji coba, Beckenbauer tetap percaya dengan tim Jerman. Setidaknya keuntungan moral sebagai tuan rumah  bisa meningkatkan penampilan mereka di turnamen mendatang. "Secara teknis memang ada tim lain yang lebih bagus. Kami dalam posisi siap berkompetisi di kandang sendiri. Ini kesempatan bagi kami untuk menang," katanya lebih lanjut. (rah/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)