Warga Ahmadiyah jangan Eksklusif
Mataram (Suara NTB)-
Tindakan anarkis yang menimpa warga Ahmadiyah di seluruh
Indonesia, termasuk kejadian di Dusun Ketapang Desa
Gegerung Lingsar Lombok Barat beberapa waktu lalu,
karena warga Ahmadiyah terlalu menutup diri dengan
masyarakat umum lainnya. Akibatnya, masyarakat umum yang
masih belum memahami agama dengan benar, sehingga begitu
ada faham yang menurut masyarakat awam tersebut tidak
benar, menjadikan masyarakat melakukan tindakan.
Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (NU) Pusat, K.H. Hasyim Muzadi ketika mengunjungi
warga Ahmadiyah di penampungan, Asrama Transito Majeluk
Mataram, Senin (6/3) kemarin, usai melakukan
silaturrahmi dengan warga di Desa Bengkel Labuapi Lombok
Barat. Di sinilah, kata mantan kandidat Wakil Presiden
ini, warga Ahmadiyah dituntut bisa bergaul dengan
masyarakat sekitarnya dan jangan eksklusif.
Selain itu, ujarnya, dalam Islam tidak mengenal kata
kekerasan ketika menyelesaikan sebuah permasalahan.
Pihak atau orang yang melakukan kekerasan, tidak
memahami agama dengan sebenarnya, sehingga melakukan
kekerasan terhadap warga Ahmadiyah. Menyelesaikan sebuah
permasalahan, mestinya menggunakan jalan dakwah daripada
jalan kekerasan. Dalam hal ini, pihak yang dikerasi akan
menyimpan kebencian dan tidak akan pernah menyadari
kesalahan yang diperbuatnya.
Untuk itu, ia mengharapkan kepada seluruh kaum muslimin,
khususnya warga NU tidak terpancing melakukan tindakan
anarkis dalam menyelesaikan permasalahan.
Menyinggung adanya ancaman terhadap warga Ahmadiyah di
Lombok Tengah yang diberi deadline sampai pertengahan
Maret 2006, jika tidak segera keluar dari pemukiman
penduduk. ''Kalau ada kasus seperti itu, pemerintah dan
aparat keamanan harus segera mengambil tindakan. Jangan
diam dong! Masak, begitu ada kejadian mengambil tindakan,''
ingatnya. (ham)
Klik di
Sini