kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 7 Maret 2006

 Nusatenggara


Warga Ahmadiyah jangan Eksklusif
 

Mataram (Suara NTB)-
Tindakan anarkis yang menimpa warga Ahmadiyah di seluruh Indonesia, termasuk kejadian di Dusun Ketapang Desa Gegerung Lingsar Lombok Barat beberapa waktu lalu, karena warga Ahmadiyah terlalu menutup diri dengan masyarakat umum lainnya. Akibatnya, masyarakat umum yang masih belum memahami agama dengan benar, sehingga begitu ada faham yang menurut masyarakat awam tersebut tidak benar, menjadikan masyarakat melakukan tindakan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Pusat, K.H. Hasyim Muzadi ketika mengunjungi warga Ahmadiyah di penampungan, Asrama Transito Majeluk Mataram, Senin (6/3) kemarin, usai melakukan silaturrahmi dengan warga di Desa Bengkel Labuapi Lombok Barat. Di sinilah, kata mantan kandidat Wakil Presiden ini, warga Ahmadiyah dituntut bisa bergaul dengan masyarakat sekitarnya dan jangan eksklusif.

Selain itu, ujarnya, dalam Islam tidak mengenal kata kekerasan ketika menyelesaikan sebuah permasalahan. Pihak atau orang yang melakukan kekerasan, tidak memahami agama dengan sebenarnya, sehingga melakukan kekerasan terhadap warga Ahmadiyah. Menyelesaikan sebuah permasalahan, mestinya menggunakan jalan dakwah daripada jalan kekerasan. Dalam hal ini, pihak yang dikerasi akan menyimpan kebencian dan tidak akan pernah menyadari kesalahan yang diperbuatnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada seluruh kaum muslimin, khususnya warga NU tidak terpancing melakukan tindakan anarkis dalam menyelesaikan permasalahan.

Menyinggung adanya ancaman terhadap warga Ahmadiyah di Lombok Tengah yang diberi deadline sampai pertengahan Maret 2006, jika tidak segera keluar dari pemukiman penduduk. ''Kalau ada kasus seperti itu, pemerintah dan aparat keamanan harus segera mengambil tindakan. Jangan diam dong! Masak, begitu ada kejadian mengambil tindakan,'' ingatnya. (ham)

Klik di Sini 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)