Badan Atom PBB Bertemu, Khusus Soal Nuklir Iran
Wina -
Badan pengamat atom PBB bertemu Senin (6/3) kemarin
untuk membuka pintu kemungkinan tindakan Dewan Keamanan
PBB terhadap Iran, atas kekhawatiran negara ini
menciptakan senjata-senjata nuklir.
Saat Teheran melancarkan nada yang agak keras, seorang
pejabat tinggi AS memberi peringatan adanya "konsekuensi
menyakitkan dan nyata" jika mereka tidak mengindahkan
tuntutan untuk membatalkan pengayaan uranium.
Duta Besar AS untuk PBB John Bolton, Senin kemarin
mengatakan komunitas internasional harus menggunakan
seluruh peralatan untuk menghentikan ancaman yang
dilancarkan oleh rezim Iran.
"Rezim
Iran harus dibuat sadar bahwa jika mereka terus
melanjutkan arah jalan menuju isolasi internasional,
maka konsekuensinya akan sangat nyata dan menyakitkan,"
kata Bolton kepada American Israel Public Affairs
Committee (AIPAC).
Namun, Ali Larijani, petinggi negosiator republik Islam
ini, mengatakan Iran tidak akan membekukan pengerjaan
bahan bakar nuklir skala rendah meski jika dibawa menuju
badan dunia. "Dibawa menuju Dewan Keamanan tentu saja
tidak akan membuat Iran berpaling dalam penelitian dan
pengembangan," kata Larijani kepada wartawan di Teheran.
Ia menambahkan bahwa Iran melakukan balas dendam dengan
lebih menekankan ke depan pengayaan uranium dalam skala
besar.
Akan tetapi Larijani mengatakan, Iran tidak berniat
untuk menggunakan minyak sebagai sebuah senjata dalam
perselisihan ini atau memutuskan Perjanjian Non-Proliferasi
(NPT) -- namun sambil memberi peringatan keputusan ini
akan berubah jika krisis semakin memburuk.
Iran mengklaim bahwa mereka memiliki hak melakukan
pengayaan uranium untuk bahan bakar reaktor nuklir
sebagai bagian dari sebuah program energi damai. Namun,
Amerika Serikat dan Eropa khawatir jika pengayaan
uranium tersebut dialihkan untuk membuat bom atom.
Gubernur-gubernur Badan Energi Atom Internasional
bertemu pekan ini di Wina untuk mempertimbangkan sebuah
laporan dari kepala IAEA Mohamed ElBaradei yang
menyebutkan Iran menolak permintaan IAEA untuk
menghentikan pengayaan dan bekerja sama secara penuh
dengan agen-agen pemeriksa.
Masalah ini diharapkan akan muncul pada Selasa atau Rabu.
35 negara anggota IAEA melaporkan Iran pada 4 Februari
kepada Dewan Keamanan, namun diberikan waktu sebulan
untuk adanya pembukaan diplomasi, hingga DK menerima
laporan dari ElBaradei.
"Saya
kira DK akan melakukan sebuah diskusi serius mengenai
langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya," kata
Menlu AS Condoleezza Rice, Sabtu lalu. (ton/afp)