kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 7 Maret 2006

 Ekonomi


Tahun Depan, Mitra Bulog Dilarang Gunakan Dana LUEP 

Jakarta (Bali Post) -
Departemen Pertanian (Deptan) segera mengeluarkan peraturan yang melarang para mitra Perum Bulog menggunakan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP). Pasalnya, selama ini mitra Bulog telah memperoleh dana pengadaan gabah melalui Bulog.

Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono kepada pers di Jakarta, Senin (6/3) kemarin mengatakan, mulai tahun 2007  penyaluran DPM-LUEP hanya diberikan kepada pemilik penggilingan padi  guna melakukan penyerapan petani saat musim panen. Karena itu, DPM-LUEP tidak lagi dialokasikan bagi mitra Bulog. ''Sekarang ini memang belum ada aturan untuk itu, namun mulai tahun depan dana LUEP tidak lagi untuk mitra Bulog,'' katanya.

Dikatakannya, selama ini mitra Bulog sudah memperoleh dana pengadaan gabah melalui Bulog. Oleh karena itu, dengan dialokasikannya dana LUEP hanya untuk penggilingan diharapkan mampu memperluas penyerapan gabah. Menanggapi penilaian bahwa kebijakan tersebut akan menurunkan harga gabah petani, Mentan menyatakan hal itu tidak akan terjadi, sebaliknya pasar gabah petani semakin luas sehingga lebih banyak penyerapannya.

Pada 2006 Deptan mengalokasikan dan LUEP Rp 250 milyar atau naik dibanding 2005 yang hanya Rp 99,9 milyar, sedangkan pada 2004 alokasinya  Rp 161,6 milyar. Sementara itu pencairan dana LUEP pada 2005 sebesar Rp 89,6 milyar, sedangkan pada 2004 realisasinya mencapai Rp 157,5 milyar dan pada tahun ini diperkirakan baru akan cair pada Maret 2006.

Untuk 2003 dari alokasi dana LUEP guna penyerapan gabah petani oleh penggilingan padi sebesar Rp 162,2 milyar hanya cair sebanyak Rp 159,3 milyar. Menanggapi terjadinya penurunan produksi padi pada 2005 dibanding 2004 seperti diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam angka sementara pekan lalu, Anton menyatakan tingkat penurunannya masih terlalu rendah sehingga tidak berpengaruh terhadap produksi 2006.

Berdasarkan angka sementara BPS produksi padi pada 2005, sebesar 54,05 juta ton GKG atau menurun sebesr 32.186 ton (0,06 persen) bila dibanding produksi 2004. ''Selama ini berdasarkan angka sementara ataupun angka ramalan I dan II produksi padi selalu turun, namun ternyata justru pada angka tetap terjadi surplus,''  katanya. (kmb1)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)