kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 7 Maret 2006

 Bali

 

Pengelolaan PD Pasar Badung  (1)
Pendapatan
Kotor Rp 5,3 Milyar, Untung Rp 10 Juta 

Perusahaan Daerah (PD) Pasar Badung yang mengelola sembilan pasar besar termasuk Pasar Hewan Beringkit kini tengah mencari figur baru untuk memimpin pasar yang belakangan  banyak mendapat sorotan karena minimnya untung yang dipasok ke kas daerah. Model figur bagaimanakah yang cocok nantinya menakhodai perusahaan daerah ini agar bisa mengakomodasi berbagai kepentingan di PD ini. Apalagi keuntungan yang disisihkan dalam setahun cuma Rp 10 juta, padahal hasil kotornya sampai Rp 5,3 milyar. Ke manakah larinya duit sebanyak itu?

 

SETELAH ditinggal direkturnya Wayan Rantika yang kini terbelit kasus dugaan korupsi, PD Pasar Badung terkesan berjalan terseok-seok. Meski telah ditunjuk pelaksana harian, toh berbagai kebijakan penting terkait pengembangan pasar belum bisa dilakukan. Karena itu, ketika perekrutan dirut PD Pasar diumumkan, terobosan Bupati Badung AAG Agung itu disambut hangat kalangan Dewan di Badung.

Sejumlah anggota Dewan di Komisi D yang dipimpin Ketuanya A.A. Muncan tampak paling serius menanggapi rencana pembaruan di PD Pasar Badung. ''Golkar bukan ingin melihat yang mengelola nanti bisa bikin pasar ini untung besar, tetapi lebih dari itu yakni pasar bisa mandiri dan pekerjanya sehat,'' ujar anggota Komisi D Disel Astawa, S.E., Ayu Tirta dan Suwirtayasa kompak.

Maksudnya? Menurut anggota Dewan tersebut, PD Pasar Badung ini mengelola sembilan pasar induk yang cukup banyak jumlah pedagangnya. PD Pasar juga melibatkan ratusan pekerja yang merupakan tenaga lokal. Menurut Disel, dengan bisa memberikan nafkah cukup serta pedagang bisa menjalankan aktivitasnya dalam artian bisa untung sebenarnya, kondisi pasar sudah cukup bagus. ''Lebih bagus lagi kalau PD Pasar ini bisa mandiri dan berhenti disusui daerah,'' tambah Suwirtayasa.

Karena itu, Komisi D sepakat takkan terlalu banyak menuntut figur yang akan mengelola PD ini harus untung besar. ''Apa artinya untung besar kalau nanti pegawainya keteter hidupnya dan pedagang malah tidak untung alias buntung,'' jelas mereka. Sebab, kalau nantinya PD ini hanya profit oriented maka sasaran tembak mereka adalah pedagang dan efisiensi di tingkat pegawai.

 

Langkah Verifikasi

Kalau langkah ini dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan ketenagakerjaan bisa membawa dampak sosial luas ketimbang untung yang dipasok ke kas daerah. Hal senada juga dilontarkan anggota Komisi C Nyoman Patra yang melihat peran strategis pasar dalam memberdayakan ekonomi rakyat kecil. Mantan manajer KUD Petang ini justru berharap PD Pasar Badung bisa memajukan pedagang dari pada hanya mengejar keuntungan sendiri. Karena itu dia menegaskan ke depan figur yang mengelola PD Pasar melakukan langkah-langkah diversifikasi usaha untuk menambah keuntungannya.

Ketua Komisi D A.A. Muncan mengatakan dalam seleksi figur calon dirut PD nanti, pertimbangannya juga harus luas bukan asal pintar dan punya pengalaman. Harus dilihat komitmennya dalam membangun daerah dalam berbagai aspek. (lit)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)