Pengelolaan
PD Pasar
Badung
(1)
Pendapatan
Kotor
Rp 5,3
Milyar,
Untung Rp 10
Juta
Perusahaan
Daerah (PD)
Pasar
Badung yang mengelola
sembilan
pasar
besar termasuk
Pasar
Hewan Beringkit
kini
tengah mencari
figur
baru untuk
memimpin
pasar yang
belakangan
banyak
mendapat
sorotan
karena minimnya
untung yang
dipasok
ke kas
daerah.
Model figur
bagaimanakah yang
cocok
nantinya menakhodai
perusahaan
daerah
ini agar bisa
mengakomodasi
berbagai
kepentingan
di PD
ini. Apalagi
keuntungan yang
disisihkan
dalam
setahun cuma
Rp 10
juta, padahal
hasil
kotornya sampai
Rp 5,3
milyar.
Ke
manakah
larinya duit
sebanyak
itu?
SETELAH
ditinggal
direkturnya
Wayan
Rantika yang kini
terbelit
kasus
dugaan korupsi, PD
Pasar
Badung terkesan
berjalan
terseok-seok.
Meski
telah
ditunjuk pelaksana
harian,
toh berbagai
kebijakan
penting
terkait pengembangan
pasar
belum bisa
dilakukan.
Karena
itu,
ketika perekrutan
dirut PD
Pasar
diumumkan, terobosan
Bupati
Badung AAG Agung
itu
disambut hangat
kalangan
Dewan
di Badung.
Sejumlah
anggota
Dewan di
Komisi D yang
dipimpin
Ketuanya A.A.
Muncan
tampak paling serius
menanggapi
rencana
pembaruan di PD
Pasar
Badung.
''Golkar
bukan
ingin melihat yang
mengelola
nanti
bisa bikin
pasar
ini untung
besar,
tetapi lebih
dari
itu yakni
pasar
bisa mandiri
dan
pekerjanya sehat,''
ujar
anggota Komisi D
Disel
Astawa, S.E., Ayu
Tirta
dan Suwirtayasa
kompak.
Maksudnya?
Menurut
anggota
Dewan tersebut, PD
Pasar
Badung ini
mengelola
sembilan
pasar
induk yang cukup
banyak
jumlah pedagangnya.
PD Pasar
juga
melibatkan ratusan
pekerja yang
merupakan
tenaga
lokal. Menurut
Disel,
dengan bisa
memberikan
nafkah
cukup serta
pedagang
bisa
menjalankan aktivitasnya
dalam
artian bisa
untung
sebenarnya, kondisi
pasar
sudah cukup
bagus.
''Lebih
bagus
lagi kalau PD
Pasar
ini bisa
mandiri
dan berhenti
disusui
daerah,'' tambah
Suwirtayasa.
Karena
itu,
Komisi D sepakat
takkan
terlalu banyak
menuntut
figur yang
akan
mengelola PD
ini
harus untung
besar.
''Apa
artinya untung
besar
kalau nanti
pegawainya
keteter
hidupnya dan
pedagang
malah
tidak untung alias
buntung,''
jelas
mereka. Sebab,
kalau
nantinya PD ini
hanya profit oriented
maka
sasaran tembak
mereka
adalah pedagang
dan
efisiensi di
tingkat
pegawai.
Langkah
Verifikasi
Kalau
langkah
ini dilakukan
tanpa
mempertimbangkan aspek
sosial
dan ketenagakerjaan
bisa
membawa dampak
sosial
luas ketimbang
untung yang
dipasok
ke kas
daerah.
Hal senada
juga
dilontarkan anggota
Komisi C
Nyoman
Patra yang melihat
peran
strategis pasar
dalam
memberdayakan ekonomi
rakyat
kecil.
Mantan
manajer KUD
Petang
ini justru
berharap PD
Pasar
Badung bisa
memajukan
pedagang
dari
pada hanya
mengejar
keuntungan
sendiri.
Karena
itu dia
menegaskan
ke
depan figur yang
mengelola PD
Pasar
melakukan langkah-langkah
diversifikasi
usaha
untuk menambah
keuntungannya.
Ketua
Komisi D A.A.
Muncan
mengatakan dalam
seleksi
figur calon
dirut PD
nanti,
pertimbangannya juga
harus
luas bukan
asal
pintar dan
punya
pengalaman.
Harus
dilihat
komitmennya dalam
membangun
daerah
dalam berbagai
aspek.
(lit)