kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 7 Maret 2006

 Bali


BPOM Surati Diskes   ...

Selidiki
Penggunaan Glyroxyl pada Produk Pangan 

Denpasar (Bali Post) -
Setelah
meredanya kasus penemuan bahan pangan menggunakan formalin, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali dibuat sibuk. Kali ini penggunaan Glyroxyl yang menyebabkan BPOM bergerak. Sekitar sebulan lalu telah ditemukan selebaran iklan yang menyatakan penggunaan Glyroxyl pada produk pangan. Menindaklanjuti dugaan ini, BPOM Denpasar telah menyurati Dinas Kesehatan (Diskesuntuk melakukan pengawasan dan penyelidikan.

Temuan iklan oleh Balai Besar POM di Jakarta ini dilaporkan ke BPOM RI dan sudah ditindaklanjuti dengan memanggil pemasok/importir Glyroxyl. Dimintai konfirmasinya mengenai hal ini, Kepala Balai Besar POM Denpasar Drs. H. Sahibuddin A. Gani, Apt., Senin (6/3) kemarin membenarkan. Dia mengatakan memang ada selebaran iklan yang ditemukan mengenai penggunaan Glyroxyl pada produk pangan, padahal zat kimia tersebut merupakan bahan pengawet nonmakanan. Umumnya Glyroxyl digunakan sebagai desinfektan dalam proses penyucihamaan peralatan perikanan dan peternakan. ''Karena adanya selebaran iklan mengenai itu artinya terdapat bahaya pada bahan pangan yang perlu mendapat penanganan segera,'' katanya.

Dia mengatakan Balai Besar POM Denpasar sudah menyebarkan surat kepada Dinas Kesehatan dan dinas terkait lainnya agar segera menindaklanjuti temuan di Jakarta dengan melakukan pengawasan. Sahibudin mengutarakan bahwa Glyroxyl dijual secara bebas untuk saat ini karena bukan obat-obatan terlarang. Mengingat peredarannya yang bebas tersebut, dia mengatakan sudah ada antisipasi dari Balai Besar POM dengan mengawasi bahan-bahan makanan yang menggunakan pengawet.

Diakuinya, Balai Besar POM juga sudah melakukan pengecekan ke lapangan dan mengambil sampel untuk mencari apakah ada bahan pangan yang menggunakan Glyroxyl sebagai bahan pengawetnya. Sejauh ini dia mengatakan Balai Besar POM Denpasar belum menemukannya. ''Informasi ini sudah kami tindak lanjuti di lapangan. Sejauh ini kami belum menemukan bahan pangan yang mengandung Glyroxyl,'' terangnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Farmasi (GP-Farmasi) Bali Wayan Asyawan mengatakan belum memperoleh surat dari Balai Besar POM terkait Glyroxyl. Ketika ditanyai, Asyawan hanya mengutarakan dirinya tidak tahu bentuk Glyroxyl ini dan kegunaannya. ''Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang Glyroxyl karena bentuknya saja saya juga belum pernah lihat,'' ujarnya. (kmb18)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)