Amblasnya Pasir Pantai Samiana ---
Diduga akibat Pergeseran Karang
Negara (Bali Post) -
Amblasnya pasir Pantai Samiana, Gilimanuk diduga akibat
pergeseran karang. Selain posisi karang yang tidak
stabil, arus laut juga ikut memicu amblasnya pasir. Hal
ini diungkapkan Rahmat, seorang staf di BMG Balai Besar
Wilayah III stasiun Klimatologi Negara, Senin (6/3)
kemarin.
Karang tidak stabil sehingga bergeser. Pasir yang ada di
atas karang pun ikut terbawa. ''Ini bisa terus berlanjut
sampai seberapa kekuatan karang bertahan,'' jelas Rahmat.
Sekretaris Satlak PB Jembrana I Komang Sinatra
menambahkan warga sekitar Pantai Samiana khawatir jika
nanti tanah ikut tergerus. Pihaknya hanya bisa meminta
warga untuk tetap waspada. Amblasnya pasir yang
menimbulkan palung laut memang terus mengalami pelebaran.
Dalam waktu dekat ini, Satlak akan berkoordinasi dengan
instansi teknis seperti PU, BMG, dan PLTG.
Pasir Pantai Samiana amblas Kamis (2/3) lalu sekitar
pukul 15.00 wita. Areal sekitar 2.500 m2 hilang karena
amblas dalam waktu 30 menit. Dari pengamatan BMG dan
hasil wawancara dengan masyarakat, saat kejadian arus
laut sangat kencang. Hasil pantauan visual kedalaman
lokasi amblas terlihat lebih dalam dari lokasi
sekitarnya. Lokasi amblasnya pasir ini berada di saluran
pipa PLTG Gilimanuk.
Ketut Reta, salah seorang saksi, menuturkan sebelum
pasir di pantai amblas, dirinya sempat mancing bersama
Budi dan Gatot. ''Kami mancing sekitar pukul 15.00 wita.
Tiba-tiba air laut berputar. Sedikit demi sedikit, pasir
amblas dan jebol. Peristiwanya pelan. Selain kami,
beberapa pemulung di tepi pantai juga melihat kejadian
ini. Awalnya kami tidak takut. Tapi lama-kelamaan, takut
juga,'' ujar Reta.
Kedalaman palung laut baru ini diperkirakan mencapai 50
meter. Walaupun tidak ada gelombang, namun pasir terus
tergerus sedikit demi sedikit. Air juga terlihat berbuih
dan banyak sampah tergenang. Petugas kepolisian dari KP3
Gilimanuk juga memasang police line di tepi pantai.
Polair Gilimanuk pun ikut berpatroli di sekitar lokasi
tersebut. (kmb19)