Sekolah
Dwijendra
akan
Gunakan Basis Hindu
* Untuk
Gaet Dana Depag
Denpasar
(Bali Post) -
Di
Bali belum
ada TK, SD
dan SMA/SMK yang
berbasiskan Hindu.
Makanya
sejumlah
dana
pembinaan
bagi
pendidikan keagamaan
di
Depag tak
bisa
turun ke
sekolah
lantaran tak
ada
lembaga pendidikan
dasar
dan menengah yang
berbasiskan agama Hindu.
Alasan
itulah dipakai
Ketua
Umum Yayasan
Dwijendra
Pusat Drs. I.B.
Gede
Wiyana untuk
segera
mengubah
nama
sekolah
di bawah
yayasannya
menjadi
nama Hindu.
Itu
diungkapkannya
saat
membuka kursus agama
Hindu di aula
setempat
Kamis (2/3)
malam.
Ke
depan
nama TK Dwijendra
akan
diganti menjadi
Prawidya (TK)
Dwijendra,
sekolah
menengah tak
lagi
memakai SMP dan SMA
melainkan
Madya
Widya Dwijendra
dan
seterusnya. Namun,
soal
istilah yang tepat
masih
sedang dicarikan
di
sastra Hindu, sedangkan
nama
Dwijendra
tetap
berada di
belakangnya.
Ditanya
soal
kurikulum, I.B. Gede
Wiyana
mengatakan tetap
menggunakan
Kurikulum
Berbasis
Kompetensi (KBK) 2004,
hanya
saja diperpadat
muatan
lokal di
bidang agama Hindu
dan
sastra Bali.
Akan
ada penambahan jam
agama Hindu, budi
pekerti
dan sastra
Bali.
Karena
itu ia
sudah
mengajukan permohonan
kepada
Pemkot Denpasar
untuk
diberi bantuan guru
agama Hindu, sastra Bali
dan
budi pekerti.
Ketika
ditanya
apakah tak
takut
kehilangan calon
siswa non-Hindu,
ia
menegaskan
tak
masalah, karena
itu
bagian dari
tanggung
jawab
pembinaan umat.
Namun,
ia
menegaskan
sekalipun
berbasis Hindu,
siswa yang non-Hindu
tetap
diberikan pendidikan
agama sesuai
keyakinannya.
''Denpasar
perlu
memiliki sekolah
berbasis Hindu.
Strategi
ini
juga untuk
menggaet
dana
pembinaan
sekolah agama
di
Depag agar tak
jatuh
kepada kelompok
tertentu
saja,''
ujarnya.
Pada
bagian lain
ia
mengungkapkan
warga
Bali
kini
sudah mengejar
prestise.
Di
mana
sekolah yang mahal
dikejar
dengan alasan
lebih
bermutu.
Termasuk
umat Hindu
tak mau
ikut
kursus kalau
kegiatan
itu
digratiskan.
Ia
mencontohkan
sulitnya
mencari
peserta kursus
di Pura
Jagatnatha.
Karena
itu, pola
itu
kini diubah
dengan
cara
swadana.
Ke
depan ia
harapkan
pembinaan
umat
terhadap masalah
agama didanai
oleh
Pemkot Denpasar.
Kursus
agama selama
tiga
bulan ini
menurutnya
juga
penting untuk
meningkatkan
martabat
umat Hindu.
Di
samping
untuk mengikis
kesan Hindu
menghambur-hamburkan
uang.
Makanya
diperlukan
keseimbangan
tatwa,
etika dan
upakara.
(025)