kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Wage, 3 Maret 2006

 Nusatenggara


Dosen
Unram Meninggal dalam Pesawat
* Pingsan setelah Nikmati Menu ''Crew''

Mataram (Suara NTB)-
Sivitas
Akademika Universitas Mataram (Unram) berduka. Doktor Ir. H. Ridawan MS (49), dosen Fakultas Peternakan Unram, Kamis (2/3) kemarin meninggal dalam penerbangan menuju Jakarta. Belum diketahui penyebab meninggalnya Ketua Lembaga Penelitian Fakultas Peternakan Unram ini. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian mendadak dosen yang dikenal populis itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara NTB, Ridawan tiba-tiba pingsan sekitar 20 menit setelah pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 423 yang ditumpanginya take off dari Bandara Selaparang. Tubuhnya seketika lunglai, setelah tokoh masyarakat Lombok Utara yang juga Ketua Tim Pengkaji Pembentukan Kabupaten Lombok Utara menikmati minuman dan makanan ringan atau menu yang disediakan crew pesawat.

Upaya pertolongan di atas pesawat telah dilakukan. Bahkan begitu pesawat mendarat di Bandara Cengkareng, Ridawan langsung dilarikan ke Poliklinik Bandara setempat. Nyawa ayah tiga orang putra ini tak terselamatkan. Namun dokter dan paramedis di Poliklinik Bandara Cengkareng menyimpulkan Ridawan meninggal begitu tiba di poliklinik setempat.

Ridawan berangkat dari Bandara Selaparang Kamis pagi kemarin sekitar pukul 06.45 wita. ''Saya kebetulan duduk berdampingan dengan Pak Ridawan,'' ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadis Kanlut) NTB Ir. Lalu Wardi, M.S., kemarin di rumah duka.

Sesuai tiket yang dipegang, Ridawan duduk di-seat No.10 C, sementara Lalu Wardi di kursi 10 A. ''Ada penumpang lain duduk di kursi No.10 B, saya tidak mengenalnya,'' kata Lalu Wardi. Begitu duduk berdampingan (walaupun dibatasi seorang penumpang lain), Ridawan sempat bercerita dengan Lalu Wardi. ''Cukup lama kami bercerita dan beliau kelihatan sehat dan bahkan kita saling bergurau sambil tertawa,'' kata Wardi.

Dalam percakapan menjelang pesawat take off, Ridawan juga sempat bercerita mengenai tujuannya ke Jakarta. ''Beliau ke Jakarta untuk mengikuti seminar di Bidakara. Tetapi saya tidak menanyakan lebih jauh, seminar apa yang akan diikutinya di Jakarta,'' tutur Kadis Kanlut NTB ini. Selanjutnya pesawat take off dan tidak lama kemudian, pramugari mengantarkan seluruh penumpang minuman dan snack. ''Saya pesan teh dan air mineral. Pak Ridawan juga memesan minuman yang sama. Selanjutnya kami bersama menikmati minuman dan snack itu,'' ujarnya.

Sekitar 15-20 menit kemudian menurut Lalu Wardi, tiba-tiba kepala Ridawan terjatuh lunglai ke sebelah kanan. Penumpang lainnya termasuk Lalu Wardi curiga, tidak mungkin Ridawan secepat itu tertidur setelah bercerita. ''Saya langsung pegang tangannya dan saat itu tangannya sangat dingin,'' katanya.

Lalu wardi kemudian menginformasikan kondisi Ridawan kepada crew pesawat. Upaya pertolongan diberikan dan begitu pesawat mendarat di Bandara Cengkareng, Ridawan dilarikan ke medical centre di bandara setempat. Namun nyawa ayah tiga orang putra ini tak terselamatkan. Ridawan dinyatakan telah meninggal begitu tiba di poliklinik tersebut.

Selanjutnya jenazah Ridawan dipulangkan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 420 dan tiba di Bandara Selaparang sekitar pukul 14.00 wita. Menurut rencana Ridawan akan dimakamkan di pemakaman Umum Karang Medain Jumat (3/3) hari ini.

Diusut

Menyusul kematian secara mendadak dosen Unram ini, pihak Kepolisian dari Polda NTB tak tinggal diam. Menurut Kabid Humas Polda NTB AKBP. HM. Basri, polisi akan menyelidiki penyebab kematian korban. ''Saat ini (kemarin malam red)--, polisi sedang melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya,'' terang Basri yang dihubungi  semalam. (049)

Klik di Sini

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)