Dosen
Unram
Meninggal dalam
Pesawat
* Pingsan
setelah
Nikmati Menu ''Crew''
Mataram
(Suara NTB)-
Sivitas
Akademika
Universitas
Mataram (Unram)
berduka.
Doktor Ir. H.
Ridawan MS (49),
dosen
Fakultas Peternakan
Unram,
Kamis (2/3) kemarin
meninggal
dalam
penerbangan menuju
Jakarta.
Belum
diketahui
penyebab
meninggalnya
Ketua
Lembaga Penelitian
Fakultas
Peternakan
Unram
ini.
Polisi
masih
melakukan penyelidikan
untuk
memastikan penyebab
kematian
mendadak
dosen yang
dikenal
populis itu.
Berdasarkan
informasi yang
dihimpun
Suara NTB,
Ridawan
tiba-tiba pingsan
sekitar 20
menit
setelah pesawat
Garuda
dengan nomor
penerbangan GA 423 yang
ditumpanginya take off
dari
Bandara Selaparang.
Tubuhnya
seketika
lunglai,
setelah
tokoh masyarakat
Lombok
Utara yang juga
Ketua Tim
Pengkaji
Pembentukan
Kabupaten
Lombok
Utara menikmati
minuman
dan makanan
ringan
atau menu yang disediakan
crew pesawat.
Upaya
pertolongan
di atas
pesawat
telah dilakukan.
Bahkan
begitu
pesawat mendarat
di
Bandara Cengkareng,
Ridawan
langsung dilarikan
ke
Poliklinik Bandara
setempat.
Nyawa
ayah tiga
orang
putra ini
tak
terselamatkan.
Namun
dokter
dan paramedis
di
Poliklinik Bandara
Cengkareng
menyimpulkan
Ridawan
meninggal begitu
tiba di
poliklinik
setempat.
Ridawan
berangkat
dari
Bandara Selaparang
Kamis
pagi kemarin
sekitar
pukul 06.45 wita.
''Saya
kebetulan
duduk
berdampingan dengan
Pak Ridawan,''
ujar
Kepala Dinas
Perikanan
dan
Kelautan (Kadis
Kanlut) NTB Ir.
Lalu
Wardi, M.S., kemarin
di
rumah duka.
Sesuai
tiket yang
dipegang,
Ridawan
duduk di-seat No.10
C, sementara
Lalu
Wardi di
kursi 10 A. ''Ada
penumpang
lain
duduk di
kursi No.10 B,
saya
tidak mengenalnya,''
kata
Lalu Wardi.
Begitu
duduk berdampingan (walaupun
dibatasi
seorang
penumpang lain), Ridawan
sempat
bercerita dengan
Lalu
Wardi.
''Cukup lama
kami
bercerita dan
beliau
kelihatan sehat
dan
bahkan kita
saling
bergurau sambil
tertawa,''
kata
Wardi.
Dalam
percakapan
menjelang
pesawat take off,
Ridawan
juga sempat
bercerita
mengenai
tujuannya
ke Jakarta.
''Beliau
ke
Jakarta
untuk
mengikuti seminar di
Bidakara.
Tetapi
saya tidak
menanyakan
lebih
jauh, seminar
apa yang
akan
diikutinya di
Jakarta,'' tutur
Kadis
Kanlut NTB ini.
Selanjutnya
pesawat take off
dan
tidak lama kemudian,
pramugari
mengantarkan
seluruh
penumpang minuman
dan snack.
''Saya
pesan
teh dan air mineral.
Pak Ridawan
juga
memesan minuman yang
sama.
Selanjutnya
kami
bersama menikmati
minuman
dan snack itu,''
ujarnya.
Sekitar
15-20 menit
kemudian
menurut
Lalu Wardi,
tiba-tiba
kepala
Ridawan terjatuh
lunglai
ke sebelah
kanan.
Penumpang
lainnya
termasuk Lalu
Wardi
curiga, tidak
mungkin
Ridawan secepat
itu
tertidur setelah
bercerita.
''Saya
langsung
pegang
tangannya dan
saat
itu tangannya
sangat
dingin,'' katanya.
Lalu
wardi
kemudian menginformasikan
kondisi
Ridawan kepada crew
pesawat.
Upaya
pertolongan
diberikan
dan
begitu pesawat
mendarat
di
Bandara Cengkareng,
Ridawan
dilarikan ke medical
centre di
bandara
setempat.
Namun
nyawa ayah
tiga
orang putra
ini tak
terselamatkan.
Ridawan
dinyatakan
telah
meninggal begitu
tiba di
poliklinik
tersebut.
Selanjutnya
jenazah
Ridawan dipulangkan
menggunakan
pesawat
Garuda dengan
nomor
penerbangan GA 420 dan
tiba di
Bandara
Selaparang sekitar
pukul 14.00
wita.
Menurut
rencana Ridawan
akan
dimakamkan
di
pemakaman Umum
Karang
Medain Jumat (3/3)
hari
ini.
Diusut
Menyusul
kematian
secara
mendadak dosen
Unram
ini, pihak
Kepolisian
dari
Polda NTB tak
tinggal
diam. Menurut
Kabid
Humas Polda NTB AKBP.
HM. Basri,
polisi
akan
menyelidiki
penyebab
kematian
korban. ''Saat
ini (kemarin
malam red)--,
polisi
sedang melakukan
otopsi
untuk memastikan
penyebab
kematiannya,''
terang
Basri yang
dihubungi
semalam. (049)
Klik di Sini