kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Wage, 3 Maret 2006

 Mancanegara


Bush Tetap Nekat ke Pakistan ---

Bom
di Karachi, Diplomat AS Tewas

Karachi -
Dua
ledakan bom mobil bunuh diri menerjang kendaraan diplomatik di luar gedung Konsulat AS di Karachi, Kamis (2/3) kemarin. Ledakan ini menewaskan seorang diplomat Amerika Serikat dan empat orang lainnya. Namun, Presiden George W. Bush yang saat kejadian sedang berada di India menyatakan ''teroris dan para pembunuh'' tidak dapat menghentikan kakinya untuk mengunjungi Pakistan.

Serangan ini terjadi dua hari sebelum Bush yang dijadwalkan untuk melakukan kunjungan dengan pengamanan ekstraketat di Pakistan, sebuah negara sekutu penting Paman Sam di Asia. Dalam skedulnya, Bush akan tinggal di Islamabad dan tidak berencana bepergian menuju Karachi. 

Bush sendiri mengumumkan pada sebuah konferensi pers di ibu kota India, New Delhi, bahwa seorang diplomat AS tewas dalam serangan.  ''Saya mendengar berita pengeboman tersebut dan kami kehilangan sedikitnya satu penduduk AS dalam pengeboman itu,'' kata Bush setelah mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh. ''Teroris dan pembunuh tidak akan dapat mencegah saya untuk mengunjungi Pakistan,'' imbuhnya.

Ledakan tersebut mengguncang parkir mobil dekat lokasi Hotel Marriott -- hotel berbintang lima di zone dengan keamanan paling ketat. Lokasi Marriott memang bersebelahan dengan kantor Konsulat AS di Karachi. Insiden tersebut menghancurkan sedikitnya 10 mobil, merusak beberapa lainnya, termasuk beberapa milik misi AS, dan memecahkan kaca-kaca

Seorang staf keamanan Pakistan mengatakan, sebuah kendaraan four wheel drive milik Konsulat AS  dihantam oleh mobil milik pelaku bom bunuh diri, meledakkannya hingga terbang di udara. ''Mobil tersebut terbang kira-kira setinggi tujuh kaki dan terhempas di sisi lain. Seorang diplomat tewas dan dua diplomat AS lainnya berada di dalam mobil tersebut,'' katanya, sambil menambahkan bahwa pengemudi mobil diplomat asal Pakistan juga tewas.

Kepulan asap hitam membubung dari mobil-mobil yang terbakar di lokasi parkir mobil Marriott. Serpihannya beterbangan di mana-mana saat tim medis dan pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi.

Polisi Pakistan mengatakan lima orang tewas, termasuk seorang tentara paramilisi yang saat itu bertugas di Marriott, seorang wanita dan seorang laki-laki yang bagian kepalanya lepas akibat kuatnya ledakan.

Rumah sakit di Karachi mengatakan sedikitnya 46 orang terluka, termasuk lima tentara paramilisi dan empat polisi. Banyak lainnya menderita luka bakar.

Asisten Superintenden Kepolisian Karachi Javed Akbar mengatakan begitu kuatnya ledakan sehingga meninggalkan lubang besar dengan kedalaman tiga kaki dan lebar 10 kaki. ''Beberapa bagian serpihan mobil yang meledak terhempas hingga mencapai lobi hotel,'' katanya. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)