Bush Tetap
Nekat
ke Pakistan ---
Bom
di Karachi, Diplomat AS
Tewas
Karachi -
Dua
ledakan
bom mobil
bunuh
diri menerjang
kendaraan
diplomatik
di luar
gedung
Konsulat AS di
Karachi, Kamis (2/3)
kemarin.
Ledakan
ini menewaskan
seorang diplomat
Amerika
Serikat dan
empat
orang lainnya.
Namun,
Presiden George W. Bush yang
saat kejadian
sedang
berada di India
menyatakan ''teroris
dan
para pembunuh''
tidak
dapat menghentikan
kakinya
untuk mengunjungi
Pakistan.
Serangan
ini
terjadi dua
hari
sebelum Bush yang
dijadwalkan untuk
melakukan
kunjungan
dengan
pengamanan ekstraketat
di Pakistan,
sebuah
negara sekutu
penting
Paman Sam di Asia.
Dalam
skedulnya, Bush akan
tinggal
di Islamabad dan
tidak
berencana bepergian
menuju Karachi.
Bush sendiri
mengumumkan
pada
sebuah konferensi
pers di
ibu
kota India, New Delhi, bahwa
seorang diplomat AS
tewas
dalam serangan.
''Saya
mendengar berita
pengeboman
tersebut
dan
kami kehilangan
sedikitnya
satu
penduduk AS dalam
pengeboman
itu,''
kata Bush setelah
mengadakan
pembicaraan
dengan
Perdana Menteri India
Manmohan Singh. ''Teroris
dan
pembunuh tidak
akan
dapat mencegah
saya
untuk mengunjungi
Pakistan,'' imbuhnya.
Ledakan
tersebut
mengguncang
parkir
mobil dekat
lokasi Hotel Marriott --
hotel berbintang lima
di zone
dengan keamanan
paling ketat.
Lokasi Marriott
memang
bersebelahan dengan
kantor
Konsulat AS di
Karachi. Insiden
tersebut
menghancurkan
sedikitnya 10
mobil,
merusak beberapa
lainnya,
termasuk
beberapa
milik
misi AS, dan
memecahkan
kaca-kaca.
Seorang
staf
keamanan Pakistan mengatakan,
sebuah
kendaraan four wheel drive
milik Konsulat AS
dihantam
oleh
mobil milik
pelaku
bom bunuh
diri,
meledakkannya hingga
terbang
di udara. ''Mobil
tersebut
terbang
kira-kira setinggi
tujuh kaki
dan
terhempas di
sisi lain.
Seorang diplomat
tewas
dan dua diplomat AS
lainnya
berada di
dalam
mobil tersebut,''
katanya,
sambil
menambahkan bahwa
pengemudi
mobil diplomat
asal Pakistan
juga
tewas.
Kepulan
asap
hitam membubung
dari
mobil-mobil yang terbakar
di
lokasi parkir
mobil Marriott.
Serpihannya
beterbangan
di
mana-mana saat
tim
medis dan
pemadam
kebakaran bergerak
cepat
menuju lokasi.
Polisi
Pakistan mengatakan lima
orang
tewas, termasuk
seorang
tentara paramilisi
yang saat
itu
bertugas di Marriott,
seorang
wanita dan
seorang
laki-laki yang bagian
kepalanya
lepas
akibat kuatnya
ledakan.
Rumah
sakit
di Karachi mengatakan
sedikitnya 46
orang
terluka, termasuk
lima tentara
paramilisi
dan
empat polisi.
Banyak
lainnya menderita
luka
bakar.
Asisten
Superintenden
Kepolisian Karachi
Javed
Akbar mengatakan
begitu
kuatnya ledakan
sehingga
meninggalkan
lubang
besar dengan
kedalaman
tiga kaki
dan
lebar 10 kaki. ''Beberapa
bagian
serpihan mobil yang
meledak
terhempas hingga
mencapai
lobi hotel,''
katanya. (ton/afp)