Rp 40 M bagi Penggunaan BBG Kendaraan Umum
Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah menyediakan plafon Rp 40 milyar yang bagi
infrastruktur bahan bakar gas (BBG) kendaraan umum.
Rencananya, uang tersebut akan dibelanjakan 4.000
converter kit (alat pengubah bahan bakar) yang akan
dipasang pada kendaraan umum yang akan memakai bahan
bakar gas. "Dana tersebut pada tahap awal untuk membeli
converter kit yang akan dipasang pada kendaraan angkutan
umum," ujar Menteri Perhubungan Hatta Radjasa kepada
pers di Jakarta, Kamis (2/3) kemarin.
Penggunaan BBG ditargetkan bagi kendaraan umum. Sebagai
proyek percontohan, kendaraan umum di wilayah DKI
Jakarta dan Jawa Timur. Di dua provinsi itu jaringan
pipa gas dan penyediaan gas cukup baik, pasarnya juga
sudah cuku baik, sehingga diharapkan akan lebih cepat
berhasil. Apabila berhasil, program ini juga dilanjutkan
ke wilayah lain di tanah air.
Hatta merasa optimis dengan program diversifikasi BBM ke
gas akan sukses, karena pemerintah menyediakan converter
kit dan selisih harga premium dengan gas cukup tinggi.
Sejak subsidi BBM dikurangi, harga Premium Rp 4.500 per
liter sedangkan gas hanya Rp 3.000 per liter. Jadi, ada
selisih yang cukup besar Rp 1.500 per liter. Sebelumnya
pemerintah juga pernah menerapkan program diversifikasi
BBM untuk memakai gas, namun tidak berjalan karena
selisih antara pemakaian gas dan premiun sangat tipis
yaitu sekitar Rp 500 per liter. "Saat ini waktu yang
tepat untuk beralih kepada pemakaian gas terutama untuk
kendaraan umum. Nanti juga kita akan terapkan pada
kendaraan pribadi," katanya.
Transportasi selain mengkonsumsi bahan bakar yang paling
besar, juga merupakan sumber pencemaran udara di
kota-kota besar. Di Indonesia, BBG telah diuji coba oleh
satuan tim evaluasi teknis proyek percontohan bahan
bakar gas dengan hasil baik dan laik untuk dipakai pada
kendaraan transportasi. Segala merk atau tipe kendaraan
dapat menggunakan BBG. "Bila diperlukan, kendaraan BBG
dapat kembali menggunakan BBM dengan memutar tombol
penyeleksi bahan bakar," jelas Hatta seraya menambahkan
jika kendaraan bermotor banyak yang menggunakan gas maka
dampaknya sangat terasa, pencemaran yang ditimbulkan
sangat kecil, sedangkan dalam skala ekonomi akan jauh
lebih hemat. (kmb1)