kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Wage, 3 Maret 2006

 Ekonomi


Rp 40 M bagi Penggunaan BBG Kendaraan Umum
 

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah menyediakan plafon Rp 40 milyar yang bagi infrastruktur bahan bakar gas (BBG) kendaraan umum. Rencananya, uang tersebut akan dibelanjakan 4.000 converter kit (alat pengubah bahan bakar) yang akan dipasang pada kendaraan umum yang akan memakai bahan bakar gas. "Dana tersebut pada tahap awal untuk membeli converter kit yang akan dipasang pada kendaraan angkutan umum," ujar Menteri Perhubungan Hatta Radjasa kepada pers di Jakarta, Kamis (2/3) kemarin.

Penggunaan BBG ditargetkan bagi kendaraan umum. Sebagai proyek percontohan, kendaraan umum di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Di dua provinsi itu jaringan pipa gas dan penyediaan gas cukup baik, pasarnya juga sudah cuku baik, sehingga diharapkan akan lebih cepat berhasil. Apabila berhasil, program ini juga dilanjutkan ke wilayah lain di tanah air.

Hatta merasa optimis dengan program diversifikasi BBM ke gas akan sukses, karena pemerintah menyediakan converter kit dan selisih harga premium dengan gas cukup tinggi. Sejak subsidi BBM dikurangi, harga Premium Rp 4.500 per liter sedangkan gas hanya Rp 3.000 per liter. Jadi, ada selisih yang cukup besar Rp 1.500 per liter. Sebelumnya pemerintah juga pernah menerapkan program diversifikasi BBM untuk memakai gas, namun tidak berjalan karena selisih antara pemakaian gas dan premiun sangat tipis yaitu sekitar Rp 500 per liter. "Saat ini waktu yang tepat untuk beralih kepada pemakaian gas terutama untuk kendaraan umum. Nanti juga kita akan terapkan pada kendaraan pribadi," katanya.

Transportasi selain mengkonsumsi bahan bakar yang paling besar, juga merupakan sumber pencemaran udara di kota-kota besar. Di Indonesia, BBG telah diuji coba oleh satuan tim evaluasi teknis proyek percontohan bahan bakar gas dengan hasil baik dan laik untuk dipakai pada kendaraan transportasi. Segala merk atau tipe kendaraan dapat menggunakan BBG. "Bila diperlukan, kendaraan BBG dapat kembali menggunakan BBM dengan memutar tombol penyeleksi bahan bakar," jelas Hatta seraya menambahkan jika kendaraan bermotor banyak yang menggunakan gas maka dampaknya sangat terasa, pencemaran yang ditimbulkan sangat kecil, sedangkan dalam skala ekonomi akan jauh lebih hemat. (kmb1)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)