Tangkap
Pelaku
Pembakaran Kamp PT
NNT-----
Empat
Polisi
Terluka
Mataram
(Suara NTB) -
Proses
penyidikan
kasus
pembakaran kamp PT
Newmont
Nusa Tenggara (NNT)
di Desa
Dodo, Kecamatan
Ropang,
Sumbawa,
ternoda.
Minggu (26/3)
siang,
ketika
tim gabungan
dari
Polres
Sumbawa
hendak
menangkap pelaku yang
diduga
terlibat dalam
kasus
pembakaran kamp PT
NNT, mendapat
perlawanan
dari
warga setempat.
Aksi
saling
serang antara
warga
dengan aparat
tak
terelakan.
Insiden
itu,
mengakibatkan sedikitnya
empat
warga mengalami
luka
tembak dan
empat
polisi luka-luka
terkena
panah dan
lemparan
batu.
Kabid
Humas
Polda NTB AKBP. HM.
Basri
menyebutkan, ke
empat
warga yang mengalami
luka
tembak masing-masing,
Asmaun, M. Ali, A.
Kasim
dan Syamsudin.
Tiga
korban
mengalami luka
tembak
di bagian kaki,
sementara A.
Kasim
mengalami luka
tembak
selain di
paha
kiri, juga
di
bagian perut
sebelah
kanan.
Akibat
dua
butir peluru yang
bersarang
di
tubuhnya, A. Kasim
terpaksa
dirujuk
ke RS. Bhayangkara
Mataram.
Kasim
ditemani
Heruddin (paman
korban)
tiba di RS
Bhayangkara
Senin
kemarin sekitar
pukul 08.00
wita.
''Keponakan
saya
dirujuk ke
sini (RS.
Bhayangkara),
karena
kondisinya kritis.
Dari
hasil
rontgen kata
dokter,
peluru yang mengenai
perutnya
menembus
ususnya,''
terang
Heruddin yang ditemui
Suara NTB
di RS
Bhayangkara.
Akibat
peluru
bersarang di
perutnya,
sekitar
pukul 09.00 wita,
Kasim
menjalani operasi
dan
pembedahan baru
berakhir
sekitar
pukul 13.00 wita.
Pihak
RS Bhayangkara yang
hendak
dikonfirmasi tentang
kondisi
Kasim setelah
menjalani
operasi,
terus
menghindar dan
berusaha
menutupi
penanganan
korban
luka tembak
ini.
Pada
awalnya seorang
paramedis
di RS
Bhayangkara menjanjikan
bahwa
dokter bedah yang
menangani
Kasim
akan
memberikan
keterangan,
karena
operasi sudah
berakhir.
Namun,
hingga
dua jam awak
meedia
baik cetak
maupun
elektronik menunggu
keterangan
resmi
dari pihak
rumah
sakit ternyata
ingkar
janji.
Seorang
perwira
berpakain preman
menemui
wartawan dan
mengatakan
bahwa
belum ada
izin
dari pimpinan
rumah
sakit untuk
memberikan
keterangan.
''Masih
ada
kunjungan wasrik,
di sini
sedang
sibuk,'' kata
perwira
tersebut sambil
berlalu
dengan wajah
tak
bersahabat.
Diserang
--------
Kabid
Humas
menjelaskan, kronologi
terjadinya
insiden
tersebut bermula
dari
kedatangan anggota
Polres
Sumbawa
ke Desa
Lebin,
Ropang,
Sumbawa
untuk
menangkap tiga
otak
pelaku pembakaran
kamp PT NNT.
Ketiga
Sah, Gop
dan Sap.
Namun
ke tiga
warga yang
dicari
itu, tidak
berhasil
ditemukan.
Selanjutnya
tim
gabungan
di
bawah komando
Kabag Ops
Polres
Sumbawa, AKP.
Sunarya,
SIK bernegosiasi
dengan
warga setempat
untuk
menghadirkan sejumlah
warga
lainnya yang dicari
untuk
didengar keterangannya
sebagai
saksi.
Dalam
negosiasi yang
berlangsung
alot
hingga memakan
waktu
dua setengah jam,
sedikitnya 100
warga
berhasil dikumpulkan
di
sebuah lapangan
sepak bola yang
berlokasi
di Desa
Lebin. Dari 100
warga yang
berkumpul
di
lapangan itu,
polisi
mengidentifikasi 12 orang
yang akan
diangkut
ke
Polres Sumbawa.
''Ke
12 warga
itu,
akan diperiksa
sebagai
saksi,'' terang
Kabid
Humas.
Ketika
ke 12
saksi dinaikkan
ke atas
mobil
polisi sekitar
pukul 12.00
wita.
Tanpa
diduga,
dari beberapa
penjuru
datang sedikitnya 400
warga yang
mengejar
dan
melempari mobil
polisi yang
mengangkut
saksi-saksi
tadi.
Merasa
terancam,
polisi
kemudian meletupkan
tembakan
peringatan
ke
udara. Namun
tembakan
peringatan
itu tak
menciutkan
nyali
massa.
Massa
tetap
bergeming terus
mengejar
dan
menyerang.
'"Akhirnya
terpaksa
polisi
melumpuhkan warga.
Ada
empat
warga yang kena
tembak,''
sebut
Basri.
Dalam
insiden
itu, tidak
hanya
warga yang mengalami
luka-luka.
Serangan
warga
juga mengakibatkan
empat
polisi masing-masing,
Bripda
Wayan Agus
mengalami
luka
panah di
bagian
lengan.
Kemudian
tiga
polisi lainnya
mengalami
luka
akibat lemparan
batu
yakni Bripka
Satrio,
Bripka Ketut
Puja
dan Bripda
M.Fajar.
Ke
empat
bintara
itu menjalani
perawatan
di RS
Sumbawa.
Sementara
terkait
aksi penyerangan,
polisi
berhasil mengamankan
barang
bukti berupa,
enam
buah parang,
sebuah
tombak dan
lima
buah
batu.
Sementara
pemeriksaan
terhadap 12
orang
saksi terkait
kasus
pembakaran kamp.
PT NNT tetap
berjalan
di
Mapolres
Sumbawa,
jelas
Basri.
Apakah
dari 12
saksi sudah
ada yang
ditetapkan
sebagai
tersangka?
''Proses
penyidikan
masih
berlangsung,'' cetusnya.
Menyinggung
dugaan
keterlibatan sebuah
LSM dalam
aksi
pembakaran tersebut?
Basri
belum
bisa menjelaskannya.
Polisi
saat
ini katanya,
sedang
mengintensifnya
penyidikannya dengan
memburu
tersangka serta
memeriksa
saksi-saksi.
(049)
Kronologi
Insiden
Penangkapan
Tersangka
Pembakaran
Kamp PT NNT
*
Minggu (26/3)
tim
gabungan Dalmas,
Reskrim
dan Intel Polres
Sumbawa
ke
Ropang
menjemput
tiga
warga yang diduga
menjadi
otak pelaku
pembakaran
kamp PT. NNT.
Ketiga
warga yang diburu
berinisial
Sah,
Gop
dan Sap.
*
Ketiga
tersangka tak
berhasil
ditemukan.
Kemudian
sekitar
pukul 09.00 wita,
petugas
bernegosiasi dengan
warga
untuk bisa
dihadirkan
sejumlah
warga (sudah
ada
dalam catatan
polisi)
untuk didengar
keterangannya
sebagai
saksi.
*
Negosiasi
berjalan
alot
dan sekitar
pukul 11.30
wita,
sekitar 100 warga
berkumpul
di
sebuah lapangan
sepak bola
di Desa
Lebin,
Ropang.
*
Dari 100 warga,
polisi
mengambil 12 saksi
dan
ketika hendak
diangkut
ke
Mapolres Sumbawa,
sedikitnya 400
warga
menyerang polisi.
*
Dalam
insiden itu
empat
warga masing-masing
Asmaun,
M.Ali, A. Kasim
dan
Syamsudin mengalami
luka
tembak dan
empat
anggota Polres
Sumbawa
yakni Bripda
Wayan
Agus, Bripka
Satrio,
Bripka Ketut
Puja
dan Bripda M.
Fajar,
mengalami luka-luka
akibat
kena panah
dan
lemparan batu.
Klik di
Sini