kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 28 Maret 2006

 Nusatenggara


Tangkap
Pelaku Pembakaran Kamp PT NNT-----
Empat
Polisi Terluka

Mataram (Suara NTB) -
Proses
penyidikan kasus pembakaran kamp PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Desa Dodo, Kecamatan Ropang, Sumbawa, ternoda. Minggu (26/3) siang, ketika tim gabungan dari Polres Sumbawa hendak menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran kamp PT NNT, mendapat perlawanan dari warga setempat. Aksi saling serang antara warga dengan aparat tak terelakan. Insiden itu, mengakibatkan sedikitnya empat warga mengalami luka tembak dan empat polisi luka-luka terkena panah dan lemparan batu.

Kabid Humas Polda NTB AKBP. HM. Basri menyebutkan, ke empat warga yang mengalami luka tembak masing-masing, Asmaun, M. Ali, A. Kasim dan Syamsudin. Tiga korban mengalami luka tembak di bagian kaki, sementara A. Kasim mengalami luka tembak selain di paha kiri, juga di bagian perut sebelah kanan. Akibat dua butir peluru yang bersarang di tubuhnya, A. Kasim terpaksa dirujuk ke RS. Bhayangkara Mataram.

Kasim ditemani Heruddin (paman korban) tiba di RS Bhayangkara Senin kemarin sekitar pukul 08.00 wita. ''Keponakan saya dirujuk ke sini (RS. Bhayangkara), karena kondisinya kritis. Dari hasil rontgen kata dokter, peluru yang mengenai perutnya menembus ususnya,'' terang Heruddin yang ditemui Suara NTB di RS Bhayangkara.

Akibat peluru bersarang di perutnya, sekitar pukul 09.00 wita, Kasim menjalani operasi dan pembedahan baru berakhir sekitar pukul 13.00 wita. Pihak RS Bhayangkara yang hendak dikonfirmasi tentang kondisi Kasim setelah menjalani operasi, terus menghindar dan berusaha menutupi penanganan korban luka tembak ini. Pada awalnya seorang paramedis di RS Bhayangkara menjanjikan bahwa dokter bedah yang menangani Kasim akan memberikan keterangan, karena operasi sudah berakhir.

Namun, hingga dua jam awak meedia baik cetak maupun elektronik menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit ternyata ingkar janji. Seorang perwira berpakain preman menemui wartawan dan mengatakan bahwa belum ada izin dari pimpinan rumah sakit untuk memberikan keterangan. ''Masih ada kunjungan wasrik, di sini sedang sibuk,'' kata perwira tersebut sambil berlalu dengan wajah tak bersahabat.

 

Diserang

--------

Kabid Humas menjelaskan, kronologi terjadinya insiden tersebut bermula dari kedatangan anggota Polres Sumbawa ke Desa Lebin, Ropang, Sumbawa untuk menangkap tiga otak pelaku pembakaran kamp PT NNT. Ketiga Sah, Gop dan Sap.

Namun ke tiga warga yang dicari itu, tidak berhasil ditemukan. Selanjutnya tim gabungan di bawah komando Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP. Sunarya, SIK bernegosiasi dengan warga setempat untuk menghadirkan sejumlah warga lainnya yang dicari untuk didengar keterangannya sebagai saksi.

Dalam negosiasi yang berlangsung alot hingga memakan waktu dua setengah jam, sedikitnya 100 warga berhasil dikumpulkan di sebuah lapangan sepak bola yang berlokasi di Desa Lebin. Dari 100 warga yang berkumpul di lapangan itu, polisi mengidentifikasi 12 orang yang akan diangkut ke Polres Sumbawa. ''Ke 12 warga itu, akan diperiksa sebagai saksi,'' terang Kabid Humas.

Ketika ke 12 saksi dinaikkan ke atas mobil polisi sekitar pukul 12.00 wita. Tanpa diduga, dari beberapa penjuru datang sedikitnya 400 warga yang mengejar dan melempari mobil polisi yang mengangkut saksi-saksi tadi. Merasa terancam, polisi kemudian meletupkan tembakan peringatan ke udara. Namun tembakan peringatan itu tak menciutkan nyali massa. Massa tetap bergeming terus mengejar dan  menyerang. '"Akhirnya terpaksa polisi melumpuhkan warga. Ada empat warga yang kena tembak,'' sebut Basri.

Dalam insiden itu, tidak hanya warga yang mengalami luka-luka. Serangan warga juga mengakibatkan empat polisi masing-masing, Bripda Wayan Agus mengalami luka panah di bagian lengan. Kemudian tiga polisi lainnya mengalami luka akibat lemparan batu yakni Bripka Satrio, Bripka Ketut Puja dan Bripda M.Fajar. Ke  empat bintara itu menjalani perawatan di RS Sumbawa.

Sementara terkait aksi penyerangan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, enam buah parang, sebuah tombak dan lima buah batu. Sementara pemeriksaan terhadap 12 orang saksi terkait kasus pembakaran kamp. PT NNT tetap berjalan di Mapolres Sumbawa, jelas Basri. Apakah dari 12 saksi sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka? ''Proses penyidikan masih berlangsung,'' cetusnya.

Menyinggung dugaan keterlibatan sebuah LSM dalam aksi pembakaran tersebut? Basri belum bisa menjelaskannya. Polisi saat ini katanya, sedang mengintensifnya penyidikannya dengan memburu tersangka serta memeriksa saksi-saksi. (049)

 

 

Kronologi Insiden Penangkapan

Tersangka Pembakaran Kamp PT NNT

 

 

* Minggu (26/3) tim gabungan Dalmas, Reskrim dan Intel Polres Sumbawa ke Ropang  menjemput tiga warga yang diduga menjadi otak pelaku pembakaran kamp PT. NNT. Ketiga warga yang diburu berinisial Sah, Gop  dan Sap.

* Ketiga tersangka tak berhasil ditemukan. Kemudian sekitar pukul 09.00 wita, petugas bernegosiasi dengan warga untuk bisa dihadirkan sejumlah warga (sudah ada dalam catatan polisi) untuk didengar keterangannya sebagai saksi.

* Negosiasi berjalan alot dan sekitar pukul 11.30 wita, sekitar 100 warga berkumpul di sebuah lapangan sepak bola di Desa Lebin, Ropang.

* Dari 100 warga, polisi mengambil 12 saksi dan ketika hendak diangkut ke Mapolres Sumbawa, sedikitnya 400 warga menyerang polisi.

* Dalam insiden itu empat warga masing-masing Asmaun, M.Ali, A. Kasim dan Syamsudin mengalami luka tembak dan empat anggota Polres Sumbawa yakni Bripda Wayan Agus, Bripka Satrio, Bripka Ketut Puja dan Bripda M. Fajar, mengalami luka-luka akibat kena panah dan lemparan batu.

Klik di Sini

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)