kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 28 Maret 2006

 Mancanegara


Blair Sebut Anti-AS Berpikiran "Gila"
  

Canberra-
Perdana Menteri Inggris Tony Blair Senin (27/3) kemarin memaksa komunitas internasional untuk tetap berjalan ke depan mengenai Irak. Ia menyebut kelompok anti-AS berpikiran  "gila" dan bisa mengancam demokrasi di seluruh dunia.

Blair, yang menghadapi kritikan kuat atas dukungannya dari invasi pimpinan AS di Irak, mengatakan dalam sebuah pidato kepada parlemen Australia bahwa pihak Barat tidak bisa berjanji untuk dapat cut and run menghadapi berlanjutnya kekerasan di Irak dan Afganistan.

"Jika perjalanannya sukar, kami akan bersikap keras," kata Blair. "Saat ini bukanlah waktu untuk berpaling. Sekarang adalah waktunya untuk berani melihat kenyataan."

Blair mengatakan Washington tidak secara escesive terlibat dalam hubungan global, namun di sisi lain ada sebuah ancaman bahaya di mana terdapat pengisolasian.

"Saya tidak selalu setuju dengan AS," katanya. "Kadang-kadang mereka berubah menjadi teman yang sangat sulit untuk diajak. Namun banyaknya rangkaian perasaan anti-Amerika di beberapa bagian perpolitikan Eropa adalah kegilaan saat kita melihat pada term-panjang terhadap kebutuhan dunia yang kita percaya," katanya.

Blair, yang menjadi pendukung utama dari invasi Irak Maret 2003 dengan 8.000 tentaranya saat ini berada di sana, mengatakan sangatlah penting untuk mendapatkan "penerapan kebijakan luar negeri aktif" daripada isolasi.

"Bahaya pada Amerika sekarang ini bukan karena mereka terlalu banyak turut campur. Bahayanya adalah mereka memutuskan untuk mencabut keterlibatan dan jembatan penghubung. Kami ingin mereka terlibat. Kami ingin mereka masuk bersama."

Kekerasan yang terus terjadi dan kekerasan sektarian memicu meningkatnya seruan terhadap pasukan multinasional untuk mundur dan meningkatkan debat mengenai apakah Irak sejak lengsernya Saddam Hussein sudah berubah menjadi arena ajang perang sipil.

Ini merupakan penampilan kedua dalam serangkaian tiga pidato utama kebijakan asing oleh Blair, dan hanya kali keempat seorang pemimpin asing menghadiri sesi gabungan dari parlemen Australia.

Ia juga mengatakan sebuah aliansi global dibutuhkan untuk menurunkan kemiskinan dunia dan penyakit di Afrika.

Sebelum berpidato, Blair menerima sambutan hangat dari PM Australia John Howard dan pemimpin partai oposisi utama dari Partai Buruh Kim Beazley. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)