Blair Sebut Anti-AS Berpikiran "Gila"
Canberra-
Perdana Menteri Inggris Tony Blair Senin (27/3) kemarin
memaksa komunitas internasional untuk tetap berjalan ke
depan mengenai Irak. Ia menyebut kelompok anti-AS
berpikiran "gila" dan bisa mengancam demokrasi di
seluruh dunia.
Blair, yang menghadapi kritikan kuat atas dukungannya
dari invasi pimpinan AS di Irak, mengatakan dalam sebuah
pidato kepada parlemen Australia bahwa pihak Barat tidak
bisa berjanji untuk dapat cut and run menghadapi
berlanjutnya kekerasan di Irak dan Afganistan.
"Jika
perjalanannya sukar, kami akan bersikap keras," kata
Blair. "Saat ini bukanlah waktu untuk berpaling.
Sekarang adalah waktunya untuk berani melihat kenyataan."
Blair mengatakan Washington tidak secara escesive
terlibat dalam hubungan global, namun di sisi lain ada
sebuah ancaman bahaya di mana terdapat pengisolasian.
"Saya
tidak selalu setuju dengan AS," katanya. "Kadang-kadang
mereka berubah menjadi teman yang sangat sulit untuk
diajak. Namun banyaknya rangkaian perasaan anti-Amerika
di beberapa bagian perpolitikan Eropa adalah kegilaan
saat kita melihat pada term-panjang terhadap kebutuhan
dunia yang kita percaya," katanya.
Blair, yang menjadi pendukung utama dari invasi Irak
Maret 2003 dengan 8.000 tentaranya saat ini berada di
sana, mengatakan sangatlah penting untuk mendapatkan "penerapan
kebijakan luar negeri aktif" daripada isolasi.
"Bahaya
pada Amerika sekarang ini bukan karena mereka terlalu
banyak turut campur. Bahayanya adalah mereka memutuskan
untuk mencabut keterlibatan dan jembatan penghubung.
Kami ingin mereka terlibat. Kami ingin mereka masuk
bersama."
Kekerasan yang terus terjadi dan kekerasan sektarian
memicu meningkatnya seruan terhadap pasukan
multinasional untuk mundur dan meningkatkan debat
mengenai apakah Irak sejak lengsernya Saddam Hussein
sudah berubah menjadi arena ajang perang sipil.
Ini merupakan penampilan kedua dalam serangkaian tiga
pidato utama kebijakan asing oleh Blair, dan hanya kali
keempat seorang pemimpin asing menghadiri sesi gabungan
dari parlemen Australia.
Ia juga mengatakan sebuah aliansi global dibutuhkan
untuk menurunkan kemiskinan dunia dan penyakit di Afrika.
Sebelum berpidato, Blair menerima sambutan hangat dari
PM Australia John Howard dan pemimpin partai oposisi
utama dari Partai Buruh Kim Beazley.
(ton/afp)