kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 28 Maret 2006

 Ekonomi


Rupiah Menuju 9.000
 

Jakarta (Bali Post) -
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank pada perdagangan Senin (27/3) kemarin, terus menunjukkan keperkasaannya mendekati 9.000, atau menguat 85 poin ke level 9.040 dibanding penutupan Jumat (24/3) di posisi 9.125 per dolar AS. Derasnya dana asing yang masuk (capital inflow) masih mendorong nilai rupiah menguat ke level 9.040 per dolar AS di tengah rencana kenaikan bunga The Fed Amerika Serikat pada 28 Maret 2006.

Meski ada penguatan, beberapa pelaku pasar meyakini rupiah akan tetap bergerak stabil di level 9.100 per dolar AS. Pergerakan nilai rupiah ke level 9.000 per dolar AS memang masih terbuka, tetapi masih untuk mencapai ke arah itu masih membutuhkan waktu.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ditutup menguat 0,576 poin (0,044 persen) ke level 1.311,950 terutama akibat kenaikan ISAT, BBCA dan BDMN. IHSG sepanjang perdagangan bergerak di kisaran sempit, karena pemodal masih menunggu rencana The Fed, Amerika Serikat, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan 28 Maret 2006. Pelaku pasar kemungkinan akan kembali lebih aktif melakukan transaksi pada tanggal 3 April 2006 setelah rencana kenaikan suku bunga The Fed dan data inflasi bulan Maret diumumkan.

Sedang Indeks LQ45 juga ditutup menguat tipis 0,058 poin (0,020 persen) ke level 290,418, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,271 poin (0,116 persen) ke posisi 233,098. Investor asing membeli saham sebanyak 145,016 juta unit senilai Rp 271,812 milyar.

Sedangkan transaksi jual 168,042 juta lembar saham senilai Rp 395,185 milyar, sehingga terjadi penjualan bersih Rp 123,374 milyar, atau berkurang jika dibandingkan akhir pekan lalu, sebesar Rp 163,188 milyar.

Sementara total volume perdagangan mencapai 1,022 milyar saham senilai Rp 905,862 milyar dengan frekuensi perdagangan 9.717 kali. Terdapat 169 jenis saham yang aktif diperdagangkan dengan rincian 48 saham naik, 74 saham tetap (stagnan) dan 47 saham melemah. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)