Ribuan
Umat
Padati
Pantai
SEJUMLAH
pantai
seperti Padanggalak
Kesiman,
Matahari
Terbit
Sanur, Kuta
dan
Kerobokan dipadati
ribuan
umat Hindu, Senin
(27/3) kemarin.
Ratusan
pratima
kapundut ke
segara
dalam sebuah
prosesi ritual
melasti --
serangkaian
perayaan
hari
raya Nyepi yang
jatuh
pada Kamis (30/3)
mendatang.
Prosesi
ini sebagai
pembersihan
bhuana
agung dan
bhuana alit.
Berdasarkan
pantauan Bali Post
kemarin,
sejak
pagi umat
sudah
mulai berdatangan
di
pantai Padanggalak,
baik
menggunakan kendaraan
bermotor
maupun
berjalan kaki.
Demikian
pula tapakan Ida
Batara,
ada yang kapundut
dengan
berjalan kaki.
Ada
pula dengan
truk,
terutama desa
pakraman yang
letaknya
jauh
dari pantai yang
dijadikan
tempat
melasti.
Seperti
yang dilakukan
umat Hindu
di Desa
Pakraman
Tonja,
Denpasar.
Sejumlah
pratima,
ratu
ayu dan barong
landung yang
di-sungsung
di
sejumlah pura,
kairing
masucian ke
segara
Padanggalak menggunakan
kendaraan
bermotor.
Bendesa
Pakraman
Tonja
Wayan Puja
mengatakan,
dulu
memang tapakan Ida
Batara
kairing ke
segara
dengan berjalan kaki.
Sejak
setahun
lalu tapakan Ida
Batara
kairing menggunakan
kendaraan.
Prosesi
melasti
di pantai
Padanggalak
kemarin
kapuput sejumlah
pemangku
pura di
masing-masing
desa
pakraman.
Sore
harinya
prosesi pemelastian
di
pantai Padanggalak
dilakukan
umat Hindu
di Desa
Pakraman
Kesiman, Pagan,
Sumerta
dan sekitarnya.
Ratusan
pratima
di Desa
Pakraman
Kesiman
kairing ke
segara
dengan berjalan kaki.
Para
pengusung
pratima
berjalan beriringan.
Demikian
pula umat yang
membawa
lelontek, pengawin
dan
pajeng berjalan
tertib.
Suasana
khidmat
tampak dalam
prosesi
tersebut.
Sementara
di
pantai Kuta,
prosesi
tersebut diikuti
warga
sejumlah desa
pakraman
di
lingkungan Kuta
dan
sekitarnya serta
Desa
Pakraman Denpasar.
Prosesi
itu
berlangsung sejak
pagi
hari.
Ada
yang berjalan kaki
seperti
Desa Pakraman
Abiantimbul yang
tempatnya
relatif
dekat.
Ada
pula yang menggunakan
kendaraan
bermotor,
terutama
desa
pakraman yang letaknya
jauh
dari tempat
berlangsungnya
prosesi.
Seusai
prosesi,
pratima
kembali dibawa
ke desa
pakraman
masing-masing
dan
distanakan di
Pura Bale
Agung.
(lun/edi)