kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 28 Maret 2006

 Bali


Ribuan
Umat Padati Pantai

SEJUMLAH pantai seperti Padanggalak Kesiman, Matahari Terbit Sanur, Kuta dan Kerobokan dipadati ribuan umat Hindu, Senin (27/3) kemarin. Ratusan pratima kapundut ke segara dalam sebuah prosesi ritual melasti -- serangkaian perayaan hari raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (30/3) mendatang. Prosesi ini sebagai pembersihan bhuana agung dan bhuana alit.

Berdasarkan pantauan Bali Post kemarin, sejak pagi umat sudah mulai berdatangan di pantai Padanggalak, baik menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki. Demikian pula tapakan Ida Batara, ada yang kapundut dengan berjalan kaki. Ada pula dengan truk, terutama desa pakraman yang letaknya jauh dari pantai yang dijadikan tempat melasti.

Seperti yang dilakukan umat Hindu di Desa Pakraman Tonja, Denpasar. Sejumlah pratima, ratu ayu dan barong landung yang di-sungsung di sejumlah pura, kairing masucian ke segara Padanggalak menggunakan kendaraan bermotor.

Bendesa Pakraman Tonja Wayan Puja mengatakan, dulu memang tapakan Ida Batara kairing ke segara dengan berjalan kaki. Sejak setahun lalu tapakan Ida Batara kairing menggunakan kendaraan. Prosesi melasti di pantai Padanggalak kemarin kapuput sejumlah pemangku pura di masing-masing desa pakraman.

Sore harinya prosesi pemelastian di pantai Padanggalak dilakukan umat Hindu di Desa Pakraman Kesiman, Pagan, Sumerta dan sekitarnya. Ratusan pratima di Desa Pakraman Kesiman kairing ke segara dengan berjalan kaki. Para pengusung pratima berjalan beriringan. Demikian pula umat yang membawa lelontek, pengawin dan pajeng berjalan tertib. Suasana khidmat tampak dalam prosesi tersebut.

Sementara di pantai Kuta, prosesi tersebut diikuti warga sejumlah desa pakraman di lingkungan Kuta dan sekitarnya serta Desa Pakraman Denpasar. Prosesi itu berlangsung sejak pagi hari. Ada yang berjalan kaki seperti Desa Pakraman Abiantimbul yang tempatnya relatif dekat. Ada pula yang menggunakan kendaraan bermotor, terutama desa pakraman yang letaknya jauh dari tempat berlangsungnya prosesi. Seusai prosesi, pratima kembali dibawa ke desa pakraman masing-masing dan distanakan di Pura Bale Agung. (lun/edi)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)