kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 26 Maret 2006 tarukan valas
 

GEBYAR


NEKROMANCER
Cerita Pribadi Personel Jadi Lagu

Sepak terjang grup band Nekromancer yang berpersonelkan Andhika (bass), Ris (gitar), Darma (drum), dan Siman (vokal) ini memang terbilang serius. Berbagai aksi panggung di Bali pernah mereka ikuti.

----------

 

''KAMI sadar, menjadi sebuah band sukses tidak mudah. Namun kami yakin apapun usaha yang ditekuni dengan serius, pasti akan berhasil," ungkap Darma.

Nakromancer yang berdiri 2004 ini merasa cukup puas menelorkan demo album bertajuk "Descendent of Psycho". Album tersebut memuat enam lagu masing-masing berjudul "Betrayal", "Descendent of a Psycho", "Kalut", "Personal Confession", "Place of Rest", dan "Mistake". Diakui Ris, dalam album ini semua personel terlibat dalam proses menciptakan lirik dan lagu. Bahkan, kehidupan dan cerita pribadi para personel menjadi tema dan inspirasi album itu.

Soal aliran yang diusung Nekromancer, Darma mengatakan, mereka memilih nu metal sebagai pilihan. Pasalnya, bagi Darma, aliran itu tidak terlalu keras dan masih memberi nuansa kelembutan yang enak didengar. "Dalam kreasi musik, kami cenderung membuat sendiri. Setiap ide yang tertampung dipadukan dan dikemas secara apik dan unik. Jadi tidak monoton terpatok nu metal banget," ujar Darma.

Kendati perkembangan musik di Bali cukup marak, diakui Ris, dari segi karakteristik musik di Bali masih dominan dihiasi musik punk dan musik yang booming di industri. "Kami rasa jenis musik nu metal masih belum menyedot semua lapisan masyarakat. Kendati demikian, kami tetap antusias berada di jalur ini," imbuh Ris seraya mengatakan karakter vokalis amat ditonjolkan dalam Nekromancer.

Meski saat ini tempat manggung dan sponsor mulai redup, para personel Necromancer tetap memiliki harapan ke depan. Bagi mereka, keinginan untuk masuk major label jelas ada layaknya band indie umumnya. Namun, saat ini mereka berharap segera merampungkan album perdana. Menurut Ris, kalaupun akan terjadi kompetisi dalam bermusik itu wajar-wajar saja. Sebab baginya, semua grup band jelas berkeinginan menjadi yang terbaik. Band yang ada kini, masih dikatakan Ris, sudah sangat baik dari segi musik dan kualitasnya.

Di luar itu Ris mengakui masih sedikit demam panggung, kendati job manggung mereka cukup padat. Hal ini diakali Ris dengan sering latihan dan penuh konsentrasi ketika unjuk gigi di atas panggung. "Jujur saja, saya masih demam panggung. Lucu juga kalau lagi manggung terserang demam panggung," terang Ris. (dri)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com