NEKROMANCER
Cerita Pribadi Personel Jadi Lagu
Sepak terjang grup band Nekromancer yang
berpersonelkan Andhika (bass), Ris (gitar), Darma (drum), dan
Siman (vokal) ini memang terbilang serius. Berbagai aksi panggung
di Bali pernah mereka ikuti.
----------
''KAMI sadar, menjadi sebuah band sukses tidak
mudah. Namun kami yakin apapun usaha yang ditekuni dengan serius,
pasti akan berhasil," ungkap Darma.
Nakromancer yang berdiri 2004 ini merasa cukup puas
menelorkan demo album bertajuk "Descendent of Psycho". Album
tersebut memuat enam lagu masing-masing berjudul "Betrayal",
"Descendent of a Psycho", "Kalut", "Personal Confession", "Place
of Rest", dan "Mistake". Diakui Ris, dalam album ini semua
personel terlibat dalam proses menciptakan lirik dan lagu. Bahkan,
kehidupan dan cerita pribadi para personel menjadi tema dan
inspirasi album itu.
Soal aliran yang diusung Nekromancer, Darma
mengatakan, mereka memilih nu metal sebagai pilihan. Pasalnya,
bagi Darma, aliran itu tidak terlalu keras dan masih memberi
nuansa kelembutan yang enak didengar. "Dalam kreasi musik, kami
cenderung membuat sendiri. Setiap ide yang tertampung dipadukan
dan dikemas secara apik dan unik. Jadi tidak monoton terpatok nu
metal banget," ujar Darma.
Kendati perkembangan musik di Bali cukup marak,
diakui Ris, dari segi karakteristik musik di Bali masih dominan
dihiasi musik punk dan musik yang booming di industri. "Kami rasa
jenis musik nu metal masih belum menyedot semua lapisan
masyarakat. Kendati demikian, kami tetap antusias berada di jalur
ini," imbuh Ris seraya mengatakan karakter vokalis amat
ditonjolkan dalam Nekromancer.
Meski saat ini tempat manggung dan sponsor mulai
redup, para personel Necromancer tetap memiliki harapan ke depan.
Bagi mereka, keinginan untuk masuk major label jelas ada layaknya
band indie umumnya. Namun, saat ini mereka berharap segera
merampungkan album perdana. Menurut Ris, kalaupun akan terjadi
kompetisi dalam bermusik itu wajar-wajar saja. Sebab baginya,
semua grup band jelas berkeinginan menjadi yang terbaik. Band yang
ada kini, masih dikatakan Ris, sudah sangat baik dari segi musik
dan kualitasnya.
Di luar itu Ris mengakui masih sedikit demam
panggung, kendati job manggung mereka cukup padat. Hal ini diakali
Ris dengan sering latihan dan penuh konsentrasi ketika unjuk gigi
di atas panggung. "Jujur saja, saya masih demam panggung. Lucu
juga kalau lagi manggung terserang demam panggung," terang Ris.
(dri)