Mutasi
Disorot,
Serinata
Gerah
Mataram
(Suara NTB) -
Rapat
paripurna DPRD NTB
dengan agenda
penyampaian
pendapat
akhir
fraksi-fraksi terhadap
Nota
Keuangan dan RAPBD
Tahun
Anggaran 2006 berlangsung
cukup
alot. Di
samping
menyoroti substansi
RAPBD yang lemah
dari
sisi perencanaan --dengan
munculnya
beberapa
usulan
anggaran seperti
untuk
perusahaan daerah
dan RSU
Mataram, semua
fraksi
kecuali Fraksi
Partai
Golkar, menyoroti
mutasi
besar-besaran pada 23
Februari
lalu yang
cenderung
mengabaikan
standar
kompetensi dan
profesionalisme.
Sebelum
RAPBD 2006 ditetapkan
pada
paripurna yang berlangsung
di
Ruang Sidang
Utama DPRD NTB,
Senin (27/2)
malam,
sidang yang dipimpin
Ketua DPRD NTB, H.
Suhaili FT, S.H.,
sempat
diskors sekitar 1 jam
menyusul
beberapa
pendapat
fraksi-fraksi yang
tidak
menyetujui usulan
eksekutif
untuk
menganggarkan perusahaan
daerah yang
baru
dibentuk, yakni PT.
Gerbang
Emas mengganti PD
Wisaya
Yasa yang sudah
dibekukan.
Hingga
akhirnya disepakati
untuk
tidak memasukkan
usulan
Rp 5 milyar
untuk
perusahaan daerah,
karena PT
Gerbang
Emas belum
memiliki
dasar
hukum --belum
diperdakan.
Namun
sebenarnya
ketegangan
sidang
paripurna Dewan yang
berlangsung
larut
malam --hingga
pukul 02.30
dini
hari, muncul
saat
fraksi-fraksi, kecuali
FPG, menyampaikan
banyak saran
untuk
perbaikan kinerja
pihak
Eksekutif. Fraksi PDI
Perjuangan
melalui
juru bicaranya, M.
Husni
Djibril, B.Sc., menyikapi
dengan
keras masalah
mutasi
di lingkungan
Pemprop NTB.
Fraksi PDI-P
secara
terbuka menyampaikan
mutasi yang
dilakukan
mengabaikan
kompetsni
dan
profesionalisme SDM
birokrasi, terutama
untuk
mengisi jabatan-jabatan
teknis
pada dinas
instansi yang
terkait
langsung dengan
isu-isu
strategis pembangunan
daerah.
Menurut
Fraksi PDI-P,
sudah
cukup banyak SDM
birokrasi yang
menimba
ilmu pendidikan S2,
namun
sayang tidak
dimanfaatkan
secara
maksimal, bahkan
dimarginalkan
pada
jabatan yang tidak
sesuai
keahliannya.
Kritik
tajam
juga datang
dari
Fraksi Keadilan
Sejahtera (FKS) yang
disampaikan
langsung
ketua
fraksinya, TGH. Muharrar
Mahfudz.
Disarankan
Gubernur agar
menempatkan
personilnya
berdasarkan
kompetensinya,
sehingga RAPBD yang
disepakati
dapat
sampai kepada
tujuan yang
dihajatkan. FKS
tidak
menghendaki mutasi
besar-besaran
baru-baru
ini
membias menjasi
isu
politik seperti
terkait
wacana pembentukan
Propinsi
Sumbawa.
Serinata
Membantah
Demikian
halnya
dengan fraksi lain,
seperti
Fraksi PPP lewat
jubirnya, H. M.
Ra'i
Aryadi, S.H., yang menilai
masih
terdapat penetapan
personel
di
berbagai dinas yang
tak pas
dengan pendidikan
dan
keterampilan yang dimiliki,
sehingga
mengakibatkan
kemandegan
pada
organisasi dinas/instansi
tersebut.
Sorotan
pedas
soal mutasi
pejabat
dari fraksi-fraksi
cukup
membuat gerah
Gubernur NTB, Drs. H. L.
Serinata yang
mengikuti
jalannya
sidang
dari awal.
Serinata
tidak
tinggal diam.
Ia
memberikan tanggapan
di luar
sambutan
tertulis yang
sudah
disiapkan. Dia
keberatan
dengan
penilaian sebagian
besar
fraksi soal
mutasi
pejabat, baru-baru
ini.
Gubernur menegaskan
bahwa
mutasi yang dilakukannya
sudah
melalui prosedur,
termasuk
melalui
Baperjakat.
Penilaian
yang disampaikan
fraksi-fraksi,
dinilai
Serinata cenderung
emosional
dan
berburuk sangka.
Bahkan
Serinata menganggap
itu
provokatif menyusul
pernyataan
fraksi
tertentu yang menyinggung
soal
keseimbangan penempatan
pejabat
dari Pulau
Sumbawa
dan Pulau
Lombok.
Serinata tak
menghendaki
adanya
dikotomi etnis,
dan
mutasi yang dilakukan
tetap
menngedepankan prosedur
penempatan
pejabat.
(046)
Klik di
Sini