Al-Qaeda Danai Bom Bali
* Muklas Kurirnya
Jakarta (Bali Post) -
Meski jaringannya berantakan pascamenghilangnya Osama
bin Laden yang merupakan pimpinan tertingginya, ternyata
jaringan teroris Al-Qaeda masih mampu menyuplai dana
bagi kegiatan terorisme di seluruh dunia. Bahkan,
menurut Mabes Polri, jaringan teroris kelas wahid ini
merupakan penyuplai dana bom Bali II.
''Dananya dikirim melalui kurir, hand to hand, bukan
transfer. Kurirnya ketemu (dengan orang yang dikirimi
uang), uangnya dari Al-Qaeda, head of Al-Qaeda,'' ungkap
Kepala Unit Cyber Crime Direktorat I Keamanan dan
Kejahatan Transnasional Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim)
Polri Kombes Pol. Petrus Reinhard Golosse dalam sebuah
seminar internasional pemberantasan kejahatan, di
Jakarta, Selasa (28/2) kemarin.
Golosse mengakui dana yang dikirimkan itu tidak hanya
dipakai untuk membiayai peledakan bom Bali II. Dana yang
sama juga dipakai untuk meledakkan bom di Hotel JW
Marriott dan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia beberapa
waktu sebelumnya. ''Pengiriman dana yang pertama ada di
tangan Muklas (terpidana mati kasus bom Bali I-red). Al-Qaeda
kirim lewat Khalid Syeh Muhammad, lalu Khalid Syeh
Muhammad mengirim ke Thailand, kemudian dari Thailand
dibawa ke Malaysia, dan dari Malaysia dibawa ke sini,''
urai mantan Kepala Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya ini
sambil menambahkan, sebagian dana itu dikirimkan melalui
Abdullah Sonata, yang saat ini tengah menjalani proses
hukum.
Di Indonesia, lanjut Golosse, dana itu sebagian
diberikan kepada gembong teroris Azahari bin Husin untuk
digunakan dalam sejumlah aksi pengeboman. Bahkan, hingga
akhir hayatnya, perangkai bom asal Malaysia itu masih
membawa sejumlah uang. ''Mengenai jumlahnya, adalah,''
elak Golosse yang mendapatkan kenaikan pangkat istimewa
menjadi kombes setelah turut terlibat dalam pelacakan
Azahari yang berakhir dengan tewasnya tokoh teroris itu
di Batu, Malang (Jawa Timur) beberapa waktu lalu itu.
Sebagian dana lainnya, sambung Golosse, sudah dikirimkan
ke Filipina (untuk membiayai pelatihan militer
anggotanya yang dikirimkan melalui kurir. Sebagian lagi
masih di sini (di Indonesia) dan sudah tertangkap,''
tandas polisi yang mendapatkan pelatihan mengenai cyber
crime di berbagai negara ini.
(kmb5)