kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 1 Maret 2006

 Bali


Bankamdes
Terancam Mati Suri 

Denpasar (Bali Post) -
Meski
cukup lama dicanangkan, pembentukan Bankamdes (Bantuan Keamanan Desa) berjalan tersendat-sendat. Bahkan, karena tak  didukung pendanaan yang cukup serta sarana yang jelas, badan  ini terancam mati suri. Demikian antara lain mengemuka dalam pertemuan antara Komisi A DPRD Badung dan Kesbanglinmas, Selasa (28/2) kemarin.

Anggota Komisi A Bagiana Karang mengatakan sampai sekarang tak jelas dana operasional untuk kegiatan Bankamdes ini. Bahkan, anggota wadah ini yang merupakan ''siluman'' dari tenaga hansip dan sejenisnya yang sudah ada di desa sampai sekarang tak bisa berbuat banyak. ''Mereka ini stagnan karena tak jelasnya job maupun dana operasional mereka,'' jelas mantan Ketua LPM Kuta ini.

Dalam pertemuan dengan Kesbanglinmas yang menjadi leading sector Bankamdes, terungkap sampai sekarang belum ada dana operasional untuk Bankamdes yang semula begitu menggebu-gebu diresmikan ini. Akibatnya Bankamdes yang baru beberapa saja terbentuk tak bisa berbuat apa-apa. ''Nyaris tak terdengar ada kegiatan Bankamdes,'' jelas anggota Dewan asal Legian, IGN Sudiarsa yang juga sejak dini mengkritisi wadah ini.

Menurut tokoh Legian tersebut, mestinya Bankamdes ini sebelum dibentuk jelas sasaran kegiatannya termasuk fasilitas pendukungnya. Yang dia dengar justru untuk kegiatan dan operasional malah dibebankan kepada desa bersangkutan. ''Ini jelas sangat memberatkan,'' tambahnya. Bila memang tak ada dana, Sudiarsa mengatakan lebih baik badan yang ada di desa seperti hansip, kamra dan wanra yang memang sudah terlatih dimantapkan lagi. ''Bukan membentuk wadah baru semata untuk mencari sensasi,'' tegasnya.

Ia sangat menyayangkan yang terjadi sekarang ini, Bankamdes seperti lesu darah karena tak banyak kegiatan yang dilakukan. Bahkan menurut Bagiana Karang, wadah tersebut seperti kehilangan gereget.

Tak tertutup kemungkinan Bankamdes ini baru akan bergerak saat ada kejadian. Itu pun kalau ada yang menggerakkan karena tak adanya pendanaan. Padahal, idealnya wadah ini bisa mobiling setiap saat, bukan hanya saat setelah ada kejadian. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)