Bankamdes
Terancam
Mati
Suri
Denpasar
(Bali Post) -
Meski
cukup lama
dicanangkan,
pembentukan
Bankamdes (Bantuan
Keamanan
Desa)
berjalan tersendat-sendat.
Bahkan,
karena tak
didukung
pendanaan yang
cukup
serta sarana yang
jelas,
badan ini
terancam
mati
suri. Demikian
antara lain
mengemuka
dalam
pertemuan antara
Komisi A DPRD
Badung
dan Kesbanglinmas,
Selasa (28/2)
kemarin.
Anggota
Komisi A
Bagiana
Karang mengatakan
sampai
sekarang tak
jelas
dana operasional
untuk
kegiatan Bankamdes
ini.
Bahkan, anggota
wadah
ini yang merupakan ''siluman''
dari
tenaga hansip
dan
sejenisnya yang sudah
ada di
desa
sampai sekarang
tak
bisa berbuat
banyak. ''Mereka
ini
stagnan karena
tak
jelasnya job maupun
dana
operasional mereka,''
jelas
mantan Ketua LPM
Kuta
ini.
Dalam
pertemuan
dengan
Kesbanglinmas yang menjadi
leading sector Bankamdes,
terungkap
sampai
sekarang belum
ada
dana operasional
untuk
Bankamdes yang semula
begitu
menggebu-gebu diresmikan
ini.
Akibatnya Bankamdes
yang baru
beberapa
saja
terbentuk tak
bisa
berbuat apa-apa. ''Nyaris
tak
terdengar ada
kegiatan
Bankamdes,''
jelas
anggota Dewan
asal
Legian, IGN Sudiarsa
yang juga
sejak
dini mengkritisi
wadah
ini.
Menurut
tokoh
Legian tersebut,
mestinya
Bankamdes
ini
sebelum dibentuk
jelas
sasaran kegiatannya
termasuk
fasilitas
pendukungnya. Yang
dia
dengar justru
untuk
kegiatan dan
operasional
malah
dibebankan kepada
desa
bersangkutan. ''Ini
jelas
sangat memberatkan,''
tambahnya.
Bila
memang tak
ada
dana, Sudiarsa
mengatakan
lebih
baik badan yang
ada di
desa
seperti hansip,
kamra
dan wanra yang
memang
sudah terlatih
dimantapkan
lagi. ''Bukan
membentuk
wadah
baru semata
untuk
mencari sensasi,''
tegasnya.
Ia
sangat
menyayangkan yang terjadi
sekarang
ini,
Bankamdes seperti
lesu
darah karena
tak
banyak kegiatan yang
dilakukan.
Bahkan
menurut Bagiana
Karang,
wadah tersebut
seperti
kehilangan gereget.
Tak
tertutup
kemungkinan
Bankamdes
ini
baru akan
bergerak
saat
ada kejadian.
Itu pun
kalau ada yang
menggerakkan
karena
tak adanya
pendanaan.
Padahal,
idealnya
wadah
ini bisa
mobiling
setiap
saat, bukan
hanya
saat setelah
ada
kejadian. (031)