kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 1 Maret 2006

 Bali


Mutasi di Tabanan tak Indahkan Faktor Kemanusiaan
 

Tabanan (Bali Post) -
Turunnya SK Bupati tentang mutasi puluhan guru di lingkungan Dinas pendidikan menimbulkan gejolak dan perlawanan dari sejumlah guru yang terkena mutasi. Desember lalu, sekitar 68 guru dimutasikan. Akan tetapi hingga kini, banyak guru yang belum memenuhi mutasi sesuai SK tersebut. Pasalnya mutasi tersebut dinilai tidak mengindahkan faktor kemanusiaan dan kondisi psikologis para guru.

Salah satu guru yang keberatan adalah I Gede Putu Wardika, guru Agama Hindu SD 1 Kelating, Kerambitan yang dimutasikan ke SD 5 Belimbing. Ia merasa keberatan dengan langkah mutasi ke tempat tersebut dengan alasan persoalan keluarga, sebab ibu dan istrinya kini sedang sakit dan menjalani perawatan.

Menurutnya, akan sangat memberatkan jika ia harus mengajar di tempat yang jauh. Dengan alasan tersebut, telah satu bulan ia belum mengajar di tempat tugas baru. Ia meminta pengambil keputusan lebih memperhatikan lagi aspek kemanusiaan yang ia alami. Selain itu, Wardika mengaku berbagai jabatan di desa adat dan pengurus pura juga menjadi kendala baginya.

Ternyata protes keberatan juga datang dari komite sekolah dan Desa Pakraman Kelating. Mereka mengaku telah melayangkan surat keberatan kepada Kadis Pendidikan dengan tembusan Bupati. Intinya masyarakat dan komite sekolah menolak Wardika dimutasi ke Pupuan dan juga menolak pengganti Wardika mengajar di SD Kelating.

Diharapkan, ke depan mutasi dilaksankan lebih bijaksana dan dikaji lebih mendalam sehingga benar-benar membawa kebaikan dan tidak sebaliknya malah menyengsarakan guru.

Aksi keberatan juga datang dari beberapa guru SD di Baturiti. Seorang guru SD di Pacung menyatakan pihaknya merasa sangat tidak nyaman dengan mutasi tersebut sehingga ia lebih memilih tinggal di rumah untuk sementara. Malahan guru ini menilai mutasi yang dilakukan lebih bermuatan like and dislike.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Wayan Adnyana yang baru dilantik menggantikan IB Manuaba menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk mempelajari kasus tersebut. Bahkan, tim yang dibentuknya telah turun ke SD 1 Kelating guna mengkonfirmasikan masalah tersebut kepada kepala sekolah dan dan guru yang bersangkutan. Tetapi Adnyana belum dapat memastikan langkah apa yang akan diambilnya, sebab belum diketahui permasalahannya dan belum ada laporan dari tim yang turun. ''Tim kami masih di lapangan, sehingga hasilnya belum diketahui. Mudah-mudahan secepatnya bisa kami ketahui hasilnya dan segera mengambil tindakan,'' kilahnya. Namun, Adnyana menyatakan pihaknya akan berupaya bekerja maksimal dalam menangani kasus tersebut sehingga tidak ada pendidik yang dirugikan. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)