Deklarasi Darurat Nasional" Perburuk Citra Arroyo
Manila
-
Keputusan
Presiden Filipina Gloria Arroyo mendeklarasikan darurat
nasional sudah melukai kredibilitas, melemahkan
pandangan negara-negara lain dan merusak kebutuhan
mendesak di bidang investasi, kata pihak pengamat.
"Hal tersebut sudah jelas mengirimkan banyak
sinyal-sinyal negatif tidak hanya di dalam negeri tetapi
juga dunia internasional," kata Ben Diokno, seorang
profesor ekonomi dari Universitas Filipina dan
sekretaris anggaran negara di bawah kepemimpinan mantan
presiden Fidel Ramos. "Ini sangat berdampak kurang baik
bagi investasi asing," katanya kepada wartawan.
Bertindak menentang sebuah dugaan "aliansi taktikal"
antara sayap kanan dan pasukan komunis untuk
melengserkan dirinya, Arroyo mendeklarasikan darurat
nasional Jumat lalu--tepat pada masa di te ngah-tengah
peringatan ke 20 dari revolusi yang didukung militer
yang mengakhiri kediktatoran Ferdinand Marcos.
Rumor kudeta terus berputar sejak tahun lalu ketika
munculnya rekaman yang mengindikasikan Arroyo melakukan
kecurangan dalam pemilu presiden 2004.
Arroyo berhasil lolos saat pihak oposisi mencoba untuk
melakukan impeachment, namun ia tidak berhasil untuk
meredam gejolak setelahnya. Ekonom lulusan AS ini
sekarang memiliki rating popularitas lebih rendah dari
mantan diktator.
Clarita Carlos, seorang profesor ilmu ilmiah politik di
Universitas Filipina menjelaskan deklarasi Arroyo
sebagai "lereng licin yang tidak diharapkan. Saya tidak
mengira jika semua orang memikirkan tentang
konsekuensinya," kata Carlos.
Sumber diplomatik, yang tidak ingin namanya disebutkan
mengatakan ada banyak kebingungan sejak deklarasi
disampaikan Jumat.
"Ini
menimbulkan pertanyaan mengenai siapa sebetulnya yang
bertanggung jawab kepada negara," kata diplomat ini.
Pihak pengamat mengatakan pemerintah terpecah mengenai
kebutuhan untuk mendeklarasikan sebuah darurat nasional,
sementara militer, untuk tugasnya, digerakkan oleh
faksionalisasi.
"Kelompok
oposisi menggunakan kesempatan ini untuk meraih kapital
politik sebanyak mungkin sementara perselisihan antar
pemerintah seperti Penasehat Keamanan Nasional Norberto
Gonzales dan Menteri Keadilan Raul Gonzales memainkan
peran mereka," kata seorang pengamat asing yang tidak
mau disebutkan namanya.
"Darurat
nasional sepertinya digunakan untuk melakukan
penghancuran dari sisi kiri." (ton/afp)