kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 28 Pebruari 2006

 Mancanegara


Deklarasi Darurat Nasional" Perburuk Citra Arroyo
  

Manila -
Keputusan Presiden Filipina Gloria Arroyo mendeklarasikan darurat nasional sudah melukai kredibilitas, melemahkan pandangan negara-negara lain dan merusak kebutuhan mendesak di bidang investasi, kata pihak pengamat.  

"Hal tersebut sudah jelas mengirimkan banyak sinyal-sinyal negatif tidak hanya di dalam negeri tetapi juga dunia internasional," kata Ben Diokno, seorang profesor ekonomi dari Universitas Filipina dan sekretaris anggaran negara di bawah kepemimpinan mantan presiden Fidel Ramos. "Ini sangat berdampak kurang baik bagi investasi asing," katanya kepada wartawan.

Bertindak menentang sebuah dugaan "aliansi taktikal" antara sayap kanan dan pasukan komunis untuk melengserkan dirinya, Arroyo mendeklarasikan darurat nasional Jumat lalu--tepat pada masa di te ngah-tengah peringatan ke 20 dari revolusi yang didukung militer yang mengakhiri kediktatoran Ferdinand Marcos.

Rumor kudeta terus berputar sejak tahun lalu ketika munculnya rekaman yang mengindikasikan Arroyo melakukan kecurangan dalam pemilu presiden 2004.

Arroyo berhasil lolos saat pihak oposisi mencoba untuk melakukan impeachment, namun ia tidak berhasil untuk meredam gejolak setelahnya. Ekonom lulusan AS ini sekarang memiliki rating popularitas lebih rendah dari mantan diktator.

Clarita Carlos, seorang profesor ilmu ilmiah politik di Universitas Filipina menjelaskan deklarasi Arroyo sebagai "lereng licin yang tidak diharapkan. Saya tidak mengira jika semua orang memikirkan tentang konsekuensinya," kata Carlos.

Sumber diplomatik, yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan ada banyak kebingungan sejak deklarasi disampaikan Jumat.

"Ini menimbulkan pertanyaan mengenai siapa sebetulnya yang bertanggung jawab kepada negara," kata diplomat ini.

Pihak pengamat mengatakan pemerintah terpecah mengenai kebutuhan untuk mendeklarasikan sebuah darurat nasional, sementara militer, untuk tugasnya, digerakkan oleh faksionalisasi.

"Kelompok oposisi menggunakan kesempatan ini untuk meraih kapital politik sebanyak mungkin sementara perselisihan antar pemerintah seperti Penasehat Keamanan Nasional Norberto Gonzales dan Menteri Keadilan Raul Gonzales memainkan peran mereka," kata seorang pengamat asing yang tidak mau disebutkan namanya.

"Darurat nasional sepertinya digunakan untuk melakukan penghancuran dari sisi kiri." (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)