Pisang
Buleleng
Belum
Dijadikan
Produk
Olahan
Singaraja
(Bali Post) -
Meningkatnya
produksi
pisang
di Buleleng
tampaknya
belum
diimbangi dengan
pemasaran
maksimal.
Selama
ini
produksi pisang
di
daerah itu
masih
diperuntukkan untuk
keperluan
upacara
adat dan agama.
Hanya
sedikit
pisang diproduksi
khusus
untuk kebutuhan
usaha
pembuatanan kue
atau
produk olahan
lainnya.
Kepala
Bidang
Tanaman Pangan
Hortikultura
Dinas
Pertanian dan
Peternakan (Distanak)
Buleleng
Nyoman
Manik di
kantornya
Senin (27/2)
kemarin
mengatakan, pihaknya
mengupayakan
berbagai
kegiatan
untuk
pemberdayaan ibu-ibu
PKK di
bidang pembuatan
makanan
olahan dari
pisang.
Ini
dilakukan
untuk
memberi nilai
jual
terhadap produksi
pisang yang
makin
meningkat di
Buleleng. ''Mengolah
pisang
menjadi produk lain
seperti
kripik pisang
diharapkan
bisa
memberi nilai
jual yang
lebih
terhadap produksi
pisang,''
ujarnya.
Menurut
Manik,
potensi pisang
di
Buleleng cukup
besar.
Hampir
di tiap
kecamatan
terdapat
tanaman
pisang, terutama
di
Kecamatan Tejakula,
Gerokgak
dan
Banjar. Pisang
yang diproduksi
ini
jenisnya cukup
beragam,
di
antaranya pisang
raja, raja bulu,
gepok (saba),
sasih
dan kapandis.
Produksi
pisang
di Buleleng
sebelumnya
sempat
terpuruk akibat
diserang
hama,
namun
kini mulai
menunjukkan
peningkatan.
Produksi
pisang
tahun 2003 berjumlah
17.897 ton, tahun 2004
mencapai 19.534 ton,
dan
tahun 2005 meningkat
menjadi 24.199 ton.
Padahal
tahun 2000
lalu
petani pisang
di
sejumlah kecamatan
di
Buleleng sempat
menjerit
karena
produksinya terpuruk.
Saat
itu tanaman
pisang
di wilayah
itu
diserang
hama
gayas (semacam
kumbang)
dan
penyakit layu
batang
dan daun.
Produksinya
saat
itu hanya 14.817 ton.
''Kemudian
tahun 2002
turun
menjadi 11.867 ton,''
tandasnya.
Tentang
banyaknya
produksi
pisang
dari luar
Buleleng yang
menyerbu
ke Bali
Utara, Manik
mengatakan
hal itu
sangat
merugikan petani
pisang
setempat.
Karena
pisang
lokal peminatnya
menjadi
sedikit, termasuk
harganya
juga
anjlok dibandingkan
dengan
harga pisang
luar
Buleleng.
Meski
demikian
pihaknya
tetap
optimis pisang
Buleleng
bisa
bersaing dengan
pisang
luar. ''Yang
terpenting
saat
ini bagaimana
petani
bersama pemerintah
bekerja
sama dalam
pembinaan,
sehingga
bisa
meningkatkan kualitasnya,''
katanya.
(kmb15)