Proyek
Monumental agar Dipresentasikan
Denpasar
(Bali Post) -
Banyaknya
proyek
besar di
Badung yang
mangkrak
akibat
salah perencanaan
diminta
tak terus
berlanjut.
Ke
depan,
perencanaan
proyek
besar dan monumental
mesti
dilakukan secara
terbuka
dan dipresentasikan
ke
hadapan publik.
Demikian
antara
lain mengemuka
dalam
pertemuan antara
Komisi B DPRD
Badung
dan Dinas
Cipta
Karya, Senin (27/2)
kemarin.
Komisi B
membeberkan
sejumlah
proyek
mangkrak saat
ini
seperti RSUD Kapal
yang terseok-seok
dan Terminal
Mengwi yang
tak
terusik
sama sekali
kelanjutannya.
Ini
semata-mata
karena
perencanaan awal yang
tak
matang, sehingga
kelanjutan
pekerjaan
proyek
menjadi terhambat.
Anggota
Komisi B
Puspa Negara
dalam
pertemuan yang dihadiri
Kadis
Cipta Karya Ir.
Suwandi
berharap ke
depan
proyek-proyek besar
yang akan
dibangun agar
dipresentasikan
lebih
dahulu, sehingga
ada
kajian dan
masukan
lebih detail untuk
penyempurnaannya. ''Kita
berharap
dalam
perencanaan puspem
nanti,
selain mengacu
pada
pembangunan masa
depan (futuristik)
juga
jelas detail perencanaannya,''
tambah
Puspa.
Komisi
B juga
menyoroti soal
pengerjaan
sumur
bor di
Plaga yang
sudah
menelan
dana sekitar
Rp 700
juta ternyata
tak
membuahkan hasil.
Bahkan,
sumur yang
sampai
sekarang tak
keluar air
itu,
kedalamannya jauh
dari
perencanaan.
Proyek
itu
pengeborannya direncanakan
152 meter, namun
hanya
dikerjakan sampai
kedalaman 102 meter.
Celakanya,
pemborong
melaporkan
proyek
sudah digali
sedalam 127 meter.
Kadis
Cipta
Karya mengatakan agar
proyek
itu bisa
dinikmati
masyarakat,
pekerjaan
lanjutan
kini
tengah dilangsungkan.
Hasil
konfirmasi
Komisi B
dengan
Dinas Pertambangan
Badung
disebutkan air
akan
keluar
pada kedalaman
di atas
150 meter.
Menurut
Puspa
maupun Sukarya
dari
Komisi B, pihak
terkait
mesti melakukan
penggalian
sedalam
itu.
''Apa
pun dalihnya
sumur
itu mesti
mengeluarkan air agar
bisa
memenuhi harapan
warga
setempat,'' tegas
Sukarya yang
mantan
pemborong tersebut.
(031)