kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 28 Pebruari 2006

 Bali


Uang
Keamanan di BTDC Mencekik Leher 

Denpasar (Bali Post) -
Komisi
C DPRD Badung yang melakukan sidak ke sejumlah hotel di Nusa Dua dibuat terperangah dan kaget menyusul laporan pihak hotel menyangkut masalah keamanan, tingkat hunian dan besarnya beban yang mereka pikul. Uang keamanan di kawasan ini dinilai mencekik leher setelah dinaikkan secara sepihak

Pada sidak Senin (27/2) kemarin, komisi mendapat laporan kalau uang keamanan yang sebelumnya dikenakan 8 ribu dolar AS setiap tiga bulan, belakangan ini dinaikkan secara sepihak oleh BTDC menjadi 17 ribu dolar AS. Padahal menurut manajemen Hotel Nusa Dua Beach, kondisi hotel lagi sepi tamu. Manajemen Hotel Nusa Dua Beach bahkan mengaku berat karena harus membayar uang keamanan yang naik dua kali lipat kepada pihak BTDC selaku pengelola kawasan.

Komisi C yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Made Dharma juga mendapat laporan kalau di kawasan itu mereka kesulitan air bersih. Selain soal beban uang keamanan, juga dilaporkan adanya keluhan terkait temuan masalah keamanan di Bandara Ngurah Rai yang belum memenuhi standar internasional.

Hal itu membuat wisatawan yang akan masuk Bali menjadi cemas dan ragu. Apalagi setelah bom kembali mengguncang Kuta semakin meyakinkan wisatawan kalau soal keamanan di Pulau Dewata ini masih meragukan mereka.

Sementara itu, dalam tatap muka dengan manajemen Hotel Putri Bali juga terungkap soal tunggakan PHR hotel milik BUMN ini yang sangat tinggi. Anggota Komisi C Citra Umbara, S.E. mengaku heran hotel berbintang lima itu sampai nunggak PHR sampai Rp 2,5 milyar. Dia berharap masalah ini segera diselesaikan agar tak sampai berlarut-larut.

Kadispenda Badung Kompyang Swandika yang turut dalam pertemuan itu mengatakan akan mengkaji tunggakan itu. Dia mengatakan akan dilakukan upaya yang bisa memperkecil tunggakan itu sebagaimana dilakukan pada hotel lain yang juga belum bisa melunasi tunggakan PHR-nya.

Menurut pihak hotel, tunggakan yang membengkak terus sejak  tahun 2001 itu selain akibat dampak bom juga karena kondisi tamu yang relatif kecil. Agar tak sampai terjadi PHK, pihaknya menggunakan dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan pegawai. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)