kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 27 Pebruari 2006

 Mancanegara


Kolonel
Ariel Querubin Menyerah  

Manila -
Kolonel
Marinir Ariel Querubin yang bersama anak buahnya mengambil alih kepemimpinan sebuah kamp militer, Minggu (26/2) kemarin bersedia mundur, kata perwira seniornya. 

BP/afp
Kolonel Ariel Querubin (tengah) menerima dukungan dari staf Marinir Kolonel Segumallian (kiri) saat berjalan menuju markas besar militer di Manila, Minggu (26/2) kemarin. Querubin yang sebelumnya berkumpul dengan beberapa pengikutnya di markas Marinir akhirnya bersedia menyerah setelah mengadakan pembicaraan dengan Brigadir Jenderal Nelson Allaga

Komandan Marinir baru Filipina Brigadir Jenderal Nelson Allaga dan Kolonel Ariel Querubin muncul bersama dari markas besar Marinir setelah sebuah ketegangan berlangsung selama lima jam, di mana Allaga menguasai pembicaraan.

''Saya yang menjadi komandan sekarang. Kami berbicara di dalam. Ariel bukan penguasa di sini. Sayalah yang berkuasa. Korps Marinir Filipina berada dalam kondisi utuh,'' kata Allaga kepada wartawan.

''Kami mengikuti rantai komando. Kami mengikuti peraturan konstitusi penguasa,'' imbuhnya tanpa menyebutkan sanksi bagi Ariel.

Sebelumnya beberapa kelompok oposisi bergerak cepat mengindahkan permintaan Kolonel Ariel Querubin dan berkumpul di luar markas besar Marinir, dua hari setelah Arroyo mendeklarasikan darurat nasional untuk mencegah apa yang ia sebut sebagai sebuah langkah untuk menggulingkan dirinya.

Querubin mengatakan kepada wartawan di dalam markas Marinir bahwa ia melakukan demo terhadap ''pengunduran diri'' pemimpin Marinir Filipina Mayor Jenderal Renato Miranda.

Di antara tokoh-tokoh oposisi terlihat di luar kamp Marinir adalah Teofisto Guingona, sosok mantan Wakil Presiden Arroyo dan staf kongres Imee Marcos, anak dari mendiang diktator Ferdinand Marcos.

Di dalam markas, mantan staf kongres Jose Virgilio Bautista, seorang pengacara terkenal dari sayap kiri, terlihat berbicara di samping Quirubin. ''Saya akan menunggu agar semua orang melindungi kami,'' kata Querubin kepada wartawan. I juga mengatakan khawatir adanya ''agresi' dari kekuatan yang belum terlihat. ''Ada 400 staf Marinir, dan mayoritas memberikan dukungan kepada kami,'' kata Querubin.

Miranda sepertinya ''dipaksa keluar'' dari lingkungan pemerintahan karena terlibat dalam sebuah pertemuan pada Jumat di mana jenderal ini memberikan perintah Querubin agar jangan mengajak anak buahnya bergabung dalam demo menyerukan pengunduran diri Arroyo.

Miranda, yang secara resmi digantikan atas ''alasan pribadi'', dipercaya masih berada di dalam gedung dan tidak berbicara kepada media massa besar yang menyiarkan langsung dari lokasi.

Querubin dan dua staf senior disingkirkan dari pos mereka pada Jumat terhadap apa yang disebut oleh pemerintah sebagai sebuah rencana kudeta oleh ''pengembara militer'' yang beraliansi dengan komunis dan anggota-anggota oposisi.

Di dalam markas Marinir, kebingungan muncul saat staf lain, seorang komandan batalion yang juga marah atas pemecatan Miranda, menjejerkan satu pleton anak buah yang didukung oleh tiga kendaraan tempur. ''Kami sedang mendemonstrasikan kemarahan kami atas pemecatan komandan kami,'' teriak letnan kolonel, yang tidak mau disebutkan namanya. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)