Kolonel
Ariel Querubin
Menyerah
Manila -
Kolonel
Marinir Ariel
Querubin yang
bersama
anak buahnya
mengambil
alih
kepemimpinan sebuah
kamp
militer, Minggu
(26/2) kemarin
bersedia
mundur,
kata perwira
seniornya.
BP/afp
Kolonel Ariel Querubin (tengah) menerima dukungan
dari staf Marinir Kolonel Segumallian (kiri) saat
berjalan menuju markas besar militer di Manila,
Minggu (26/2) kemarin. Querubin yang sebelumnya
berkumpul dengan beberapa pengikutnya di markas
Marinir akhirnya bersedia menyerah setelah
mengadakan pembicaraan dengan Brigadir Jenderal
Nelson Allaga
Komandan
Marinir
baru Filipina Brigadir
Jenderal Nelson
Allaga
dan Kolonel Ariel
Querubin
muncul
bersama dari
markas
besar Marinir
setelah
sebuah ketegangan
berlangsung
selama
lima
jam, di
mana Allaga
menguasai
pembicaraan.
''Saya yang
menjadi
komandan sekarang.
Kami
berbicara
di
dalam. Ariel
bukan
penguasa di
sini.
Sayalah
yang berkuasa.
Korps
Marinir Filipina
berada
dalam kondisi
utuh,''
kata Allaga
kepada
wartawan.
''Kami
mengikuti rantai
komando.
Kami
mengikuti
peraturan
konstitusi
penguasa,''
imbuhnya
tanpa
menyebutkan sanksi
bagi Ariel.
Sebelumnya
beberapa
kelompok
oposisi
bergerak cepat
mengindahkan
permintaan
Kolonel Ariel
Querubin
dan
berkumpul di
luar
markas besar
Marinir,
dua
hari setelah Arroyo
mendeklarasikan
darurat
nasional untuk
mencegah
apa
yang ia
sebut sebagai
sebuah
langkah untuk
menggulingkan
dirinya.
Querubin
mengatakan
kepada
wartawan di
dalam
markas Marinir
bahwa
ia
melakukan demo
terhadap ''pengunduran
diri''
pemimpin Marinir
Filipina Mayor Jenderal
Renato Miranda.
Di
antara
tokoh-tokoh oposisi
terlihat
di luar
kamp
Marinir adalah
Teofisto
Guingona,
sosok
mantan Wakil
Presiden Arroyo
dan
staf kongres
Imee Marcos,
anak
dari mendiang
diktator Ferdinand Marcos.
Di
dalam
markas, mantan
staf
kongres Jose Virgilio
Bautista, seorang
pengacara
terkenal
dari
sayap kiri,
terlihat
berbicara
di
samping Quirubin.
''Saya
akan
menunggu agar semua
orang
melindungi kami,''
kata
Querubin kepada
wartawan.
I juga
mengatakan
khawatir
adanya ''agresi'
dari
kekuatan yang belum
terlihat.
''Ada
400 staf
Marinir,
dan
mayoritas memberikan
dukungan
kepada
kami,'' kata
Querubin.
Miranda sepertinya ''dipaksa
keluar''
dari
lingkungan pemerintahan
karena
terlibat dalam
sebuah
pertemuan pada
Jumat
di mana
jenderal
ini
memberikan perintah
Querubin agar
jangan
mengajak anak
buahnya
bergabung dalam demo
menyerukan
pengunduran
diri Arroyo.
Miranda, yang secara
resmi
digantikan atas ''alasan
pribadi'',
dipercaya
masih
berada di
dalam
gedung dan
tidak
berbicara kepada
media massa
besar yang
menyiarkan
langsung
dari
lokasi.
Querubin
dan dua
staf senior
disingkirkan
dari pos
mereka
pada Jumat
terhadap
apa yang
disebut
oleh pemerintah
sebagai
sebuah rencana
kudeta
oleh ''pengembara
militer'' yang
beraliansi
dengan
komunis dan
anggota-anggota
oposisi.
Di
dalam
markas Marinir,
kebingungan
muncul
saat staf lain,
seorang
komandan batalion
yang juga
marah
atas pemecatan
Miranda, menjejerkan
satu
pleton anak
buah yang
didukung
oleh
tiga kendaraan
tempur.
''Kami
sedang
mendemonstrasikan kemarahan
kami
atas pemecatan
komandan
kami,''
teriak letnan
kolonel, yang
tidak
mau disebutkan
namanya. (ton/afp)