Wali
Kota Pusing
Bayar
Tunjangan
Dewan
Mataram
(Suara NTB)-
Keluarnya
PP No. 37 tahun 2006
tentang
perubahan kedua
atas PP No. 24
tahun 2004
tentang
kedudukan protokoler
dan
keuangan pimpinan
dan
anggota DPRD, cukup
memusingkan
kalangan
eksekutif. ''Berat
karena
pertimbangan kemampuan
Kota Mataram,''
cetus
Wali Kota Mataram, H.
Moh.
Ruslan, S.H, Senin
(18/12) kemarin.
Dalam
rapat
paripurna pengajuan
Ranperda
tentang
pemekaran kecamatan
dan
kelurahan di Kota
Mataram
dan Ranperda
atas
perubahan kedua
atas
Perda Kota Mataram
No. 10 tahun 2004
tentang
kedudukan protokoler
dan
keuangan pimpinan
dan
anggota DPRD Mataram
di
ruang sidang DPRD
Kota Mataram,
Ruslan
mengatakan berat
membayar
kenaikan
tunjangan
Dewan yang
angkanya
cukup
bombastis.
Eksekutif
misalnya,
harus
menyiapkan anggaran
sebesar
Rp 42 milyar
untuk
membayar realisasi
keluarnya PP No. 37
tahun 2006.
Belum
lagi, menyediakan
anggaran
sekitar
Rp 6 milyar
untuk
membayar rapelan
tunjangan
komunikasi
dan
dana operasional per
bulan
selama tahun 2006 (mengingat
PP itu
berlaku surut). Total
anggaran yang
harus
disiapkan eksekutif
untuk
membayar realisasi PP
No. 37 tahun 2006
pada
tahun 2007 ini
mencapai
Rp 48
milyar.
DAU (Dana Alokasi
Umum) Kota
Mataram yang
walaupun
meningkat,
justru
terlampaui oleh
tingginya
anggaran
untuk
tunjangan Dewan,
yakni
Rp 40 milyar.
Namun
mau tidak
mau,
eksekutif tetap
harus
mencairkannya karena
sudah
merupakan konsekuensi
yuridis.
Itu,
lanjut dia,
belum
termasuk aplikasi
diterbitkannya
peraturan yang
menyebutkan
gaji PNS minimal
Rp 1,4
juta. Untuk
realisasi
peraturan yang
berlakunya
dihitung
mulai
Januari 2007, Pemkot
Mataram
harus menyediakan
anggaran
sebanyak
Rp 30
milyar.
''Untuk
gaji
dan tunjangan
saja
mencapai Rp 78
milyar,''
ujarnya
di atas podium
sambil
geleng-geleng kepala.
Anggaran
untuk
membayar tunjangan
Dewan
dan realisasi
kenaikan
gaji PNS yang
pencairannya
tahun 2007
itu
tentu akan
memeras
pikiran mengingat
masih
banyak program-program Kota
Mataram yang belum
terealisasi
karena
keterbatasan anggaran.
Ia
mencontohkan, untuk
tahun 2007
Pemkot
Mataram harus
menyediakan
dana Rp
5 milyar
untuk
pembangunan PPLS (Pusat
Pendidikan
Luar
Sekolah) menyusul
kepercayaan
pemerintah
pusat
pada Kota Mataram
dan lima
kota
lainnya di Indonesia
untuk
mengembangkan hal
tersebut.
Program lain yang
harus dimulai
tahun 2007
menyangkut
pembuatan
tempat
rekreasi di
makam
Loang Baloq yang
akan
dirangkai dengan
wisata
pantai yang diperkirakan
menelan
dana Rp 4
milyar. ''Untuk
pembebasan
tanah
saja mencapai
Rp 15
milyar. Jadi
jumlah
keseluruhan anggaran
yang akan
keluar
pada tahun 2007
sebesar
Rp 97 milyar,''
urainya
sambil menambahkan
tahun 2007
pencapaian PAD Kota
Mataram
dicanangkan Rp 25
milyar.
(fit)