kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 18 Nopember 2006

 Nusatenggara


Polisi Buru Provokator Bentrokan di Loteng
Tiga
Warga Jadi Tersangka-------------

Praya (Suara NTB) -
Kapolda
NTB Brigjen. Pol. Drs. Wawan Hendrawan menduga, beruntunnya bentrokan dan tindakan anarkis hingga menelan korban jiwa terjadi di wilayah Lombok Tengah (Loteng)ada dalangnya. Hasil pengamatan intelijen, antara satu bentrokan dengan bentrokan di tempat lain di wilayah Loteng belakangan ini, provokatornya  sama.

''Provokator ini sekarang yang sedang kita buru,'' tegasnya ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (17/11) kemarin di sela-sela melihat kerja Tim Labforensik Polda Bali yang sedang menyelidikan penyebab terbakarnya Makorem 162/WB, Kamis (16/11) lalu. ''Sekarang kita sedang mencari bukti-bukti untuk memastikan dugaan tersebut,'' terangnya.

Menurut jenderal bintang satu ini, pada awalnya ia menduga pemicu berbagai tindakan anarkis di Loteng karena minuman keras (miras). Setelah miras diberantas dan peredarannya sangat terbatas, malah aksi kekerasan semakin menjadi-jadi.

Kapolda menduga, ada tujuan dan kepentingan tertentu yang ingin dicapai provokator ini. Secara rinci Wawan belum bisa merinci tujuan kelompok provokator ini yang selalu muncul ketika terjadi persoalan di Loteng.

Untuk mencegah munculnya kembali tindakan anarkis serupa, Kapolda mengimbau masyarakat Loteng meningkatkan kewspadaannya. ''Karena yang menjadi korban adalah masyarakat setempat. Ketanggapan orang tua juga perlu ditingkatkan. Jangan karena persoalan anak muda, orang tua justeru membuat suasana menjadi panas,'' pesan Danrem 162/WB Kol.Art.Surpiyatno, SIP menimpali.

Kapolda dan Danrem juga  mengimbau agar masyarakat Loteng menjaga nama baik daerahnya. ''Karena seringnya terjadi bentrokan, memberi kesan negatif  bagi daerah Loteng,' tegasnya, seraya menambahkan, akan sangat tidak baik, jika masyarakat luar (luar Loteng dan NTB) mengenal Loteng sebagai daerah anarkis.

 

Tiga Tersangka

Sementara proses penyidikan kasus bentrokan antarwarga Dusun Rembita dan Penyalu, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah (Loteng) Kamis (16/11) lalu, terus dilakukan aparat Kepolisian. Dari hasil penyidikan yang intensif, tiga warga Dusun Penyalu, Jumat (17/11) kemarin ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka masing-masing, Hj. JM (35), L. GB (40) dan L.SK (36). Ketiganya diduga terlibat langsung dalam bentrokan yang mengakibatkan dua warga Rembitan tewas. Hj. JM sendiri, diduga sebagai pemicu awal terjadinya bentrokan berdarah tersebut. Sedangkan L. GB dan SK, diduga sebagai pelaku yang menyebabkan, Amaq Nuh dan Kedi, tewas.

Kapolres Loteng melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulkarnaen Harahap menyebutkan, ke tiga tersangka sudah diamankan di Mapolres Loteng. Selain itu, sebanyak 60 jenis senjata tajam yang terjaring dalam sweeping Kamis lalu, disita polisi. Dari puluhan sajam, diantaranya berupa parang, tombak, keris dan, gir. Selain itu ada juga pisau dan bambu runcing.

Sementara itu, terkait kondisi terakhir di lokasi pasca bentokan, Kasat Reskrim mengakui kalau kondisi di kedua dusun yang menjadi objek wisata itukembali kondusif . Meskipun demikian, sedikitnya lima pleton polisi terdiri dari unsur Brimob dan Samapta Polda NTB dan Polres Loteng tetap disiagakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Disamping penjagaan oleh aparat kepolisian, tambah Zulkanaen, upaya pendekatan secara persuasif tetap dilakukan. Tokoh masyarakat dan agama dari ke dua dusun secepatnya segera dipanggil dan dipertemukan. Rencananya, pertemuan antar toma dan toga dari kedua dusun sedianya akan dilakukan, Kamis (16/11) malam. Namun karena kondisi belum memungkinkan, sehingga rencana tersebut untuk sementara ditunda. (049/kir) 


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)