kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 18 Nopember 2006

 Bali


PPI Mubazir, Perlu Dana Rp 26 M Lagi
 

Dua proyek di Klungkung dipastikan mubazir tanpa fungsi. Proyek pembangunan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Karangdadi, Kusamba, Dawan, Klungkung serta proyek Jalan dan jembatan Seruni di wilayah Pegending, Semarapura Kauh. Pelaksanaan kedua proyek yang menelan biaya milyaran rupiah itu tak pernah lepas dari sorotan. Mulai dari tudingan miring yang menyebut proyek dibuat asal-asalan dan terkesan dipaksakan.  

BESARNYA kebutuhan anggaran untuk PPI, membuat sejumlah bangunan yang sudah menghabiskan anggaran lebih dari Rp 1 milyar itu saat ini terpaksa dibiarkan termakan usia tanpa fungsi. Untuk membuat kedua bangunan itu berfungsi, harus dibangun komponen utama berupa breakwater dan dermaga. Jumlah biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 26 milyar, sehingga dipastikan komponen utama itu belum akan terwujud hingga lima tahun ke depan.

Sementara proyek Jalan Seruni, selalu mendapat penentangan dari warga. Bahkan, sampai saat ini proyek senilai Rp 1,7 milyar itu terpaksa dibuat terpotong. Karena masih ada warga yang enggan dibebaskan lahannya. Meskipun pengerjaan proyek jembatan dilaksanakan, dipastikan tak akan berfungsi. Sebab, dari 600 meter panjang jalan, 100 meter masih belum bebas.

Terkait proyek PPI, sebelumnya tudingan miring datang dari Ketua EMKB Dewa Gede Sena. Dia menyorot pembangunan TPI yang merupakan bagian dari PPI karena kualitas rendah. Baru diserahkan, beberapa bagiannya retak. Lokasi proyek juga sangat mudah tergenangi air laut, sehingga kesannya proyek itu dipaksakan berjalan. Mengingat lokasinya memiliki tipikal gelombang sangat ganas, juga dekat muara Tukad Unda yang setiap saat berpindah dan berubah arah.

Menurut Dewa Sena, ini membuktikan tidak adanya kajian jelas tentang perencanaan pemanfaatan lahan. Diprediksi, proyek itu tak akan berjalan mulus, kecuali pemerintah punya biaya banyak untuk membangun bangunan penanggulangan gelombang.

Sementara 2007 ini, Klungkung hanya kebagian DAK Rp 3 milyar. Padahal, untuk melengkapi komponen utama, masih dibutuhkan dana Rp 26 milyar. Untuk kepentingan pekerjaan persiapan, breakwater, pengerukan kolam labuh, dermaga dan tembok penahan tanah.

Pantauan di lokasi Kamis (16/11), belum berfungsinya gedung kantor dan TPI akibat belum pastinya pembangunan komponen utama. Sementara beberapa bagian bangunan penunjang mulai keropos. Beberapa saklar/stop kontak listrik, lampu penerangan gedung dan lainnya jebol, bahkan tidak ada di tempatnya.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) Klungkung Made Matra tak mampu mengelak dari tudingan miring tentang proyek PPI. Ia mengakui sangat sulit memasang bangunan penahan gelombang di PPI. Kalaupun dibangun tanggul pengaman, dipastikan tidak akan berfungsi maksimal. Karena kerasnya arus gelombang. Namun, dia membantah pelaksanaan proyek itu dipaksakan tanpa kajian. Dikatakan, proyek itu sudah dilengkapi DED (detail engeneering design) yang dibuat melalui kerja sama Pemkab Klungkung dengan ITB Bandung.

Terkait pembangunan komponen utama PPI, Matra yang saat itu didampingi Kasubdin Bina Usaha Putu Suarta menyatakan belum bisa memastikan kapan terwujud. Semuanya tergantung pusat. Sementara itu, terkait proyek Jalan dan jembatan Seruni, Semarapura Kauh, Kadis PU Klungkung A.A. Ngurah Agung mengaku saat ini tengah berupaya melakukan pendekatan dengan masyarakat. ''Kami yakin, bisa menyelesaikan jalan itu. Karena masalah pembebasan lahan sudah tak ada lagi,'' katanya.

Memang, pengakuan sudah tak ada masalah kerap dilontarkan pejabat yang berkaitan dengan proyek jalan yang menghubungkan wilayah Penasan-Semarapura itu. Namun, kenyataannya berbagai penentangan mengiringi pengerjaan proyek itu. Salah satunya penentangan warga adat Kemoning. Mereka sempat menolak proyek itu karena mengambil lahan kuburan anak adat setempat. (bal)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)