PPI Mubazir,
Perlu Dana
Rp 26 M
Lagi
Dua
proyek
di Klungkung
dipastikan
mubazir
tanpa fungsi.
Proyek
pembangunan Pusat
Pendaratan
Ikan (PPI)
di
Karangdadi, Kusamba,
Dawan,
Klungkung serta
proyek
Jalan dan
jembatan
Seruni
di wilayah
Pegending,
Semarapura
Kauh.
Pelaksanaan kedua
proyek yang
menelan
biaya milyaran
rupiah
itu tak
pernah
lepas dari
sorotan.
Mulai
dari tudingan miring
yang menyebut
proyek
dibuat asal-asalan
dan
terkesan dipaksakan.
BESARNYA
kebutuhan
anggaran
untuk PPI,
membuat
sejumlah bangunan
yang sudah
menghabiskan
anggaran
lebih
dari Rp 1
milyar
itu saat
ini
terpaksa dibiarkan
termakan
usia
tanpa fungsi.
Untuk
membuat kedua
bangunan
itu
berfungsi, harus
dibangun
komponen
utama
berupa breakwater dan
dermaga.
Jumlah
biaya yang dibutuhkan
mencapai
Rp 26
milyar, sehingga
dipastikan
komponen
utama
itu belum
akan
terwujud hingga
lima
tahun
ke depan.
Sementara
proyek
Jalan Seruni,
selalu
mendapat penentangan
dari
warga. Bahkan,
sampai
saat ini
proyek
senilai Rp 1,7
milyar
itu terpaksa
dibuat
terpotong. Karena
masih
ada warga yang
enggan
dibebaskan lahannya.
Meskipun
pengerjaan
proyek
jembatan dilaksanakan,
dipastikan
tak
akan berfungsi.
Sebab,
dari 600 meter panjang
jalan, 100 meter
masih
belum bebas.
Terkait
proyek PPI,
sebelumnya
tudingan miring
datang
dari Ketua EMKB
Dewa
Gede Sena.
Dia
menyorot pembangunan
TPI yang merupakan
bagian
dari PPI karena
kualitas
rendah.
Baru diserahkan,
beberapa
bagiannya
retak.
Lokasi proyek
juga
sangat mudah
tergenangi air
laut,
sehingga kesannya
proyek
itu dipaksakan
berjalan.
Mengingat
lokasinya
memiliki
tipikal
gelombang sangat
ganas,
juga dekat
muara
Tukad Unda yang
setiap
saat berpindah
dan
berubah arah.
Menurut
Dewa
Sena, ini
membuktikan
tidak
adanya kajian
jelas
tentang perencanaan
pemanfaatan
lahan.
Diprediksi, proyek
itu tak
akan
berjalan mulus,
kecuali
pemerintah punya
biaya
banyak untuk
membangun
bangunan
penanggulangan
gelombang.
Sementara
2007 ini,
Klungkung
hanya
kebagian DAK Rp 3
milyar.
Padahal, untuk
melengkapi
komponen
utama,
masih dibutuhkan
dana Rp
26 milyar.
Untuk
kepentingan pekerjaan
persiapan, breakwater,
pengerukan
kolam
labuh, dermaga
dan
tembok penahan
tanah.
Pantauan
di
lokasi Kamis (16/11),
belum
berfungsinya gedung
kantor
dan TPI akibat
belum
pastinya pembangunan
komponen
utama.
Sementara beberapa
bagian
bangunan penunjang
mulai
keropos. Beberapa
saklar/stop
kontak
listrik, lampu
penerangan
gedung
dan lainnya
jebol,
bahkan tidak
ada di
tempatnya.
Kepala
Dinas
Peternakan, Perikanan
dan
Kelautan (PPK) Klungkung
Made Matra
tak
mampu mengelak
dari
tudingan miring tentang
proyek PPI.
Ia
mengakui sangat
sulit
memasang bangunan
penahan
gelombang di PPI.
Kalaupun
dibangun
tanggul
pengaman, dipastikan
tidak
akan berfungsi
maksimal.
Karena
kerasnya arus
gelombang.
Namun,
dia membantah
pelaksanaan
proyek
itu dipaksakan
tanpa
kajian. Dikatakan,
proyek
itu sudah
dilengkapi DED (detail
engeneering design) yang
dibuat
melalui kerja
sama
Pemkab Klungkung
dengan ITB
Bandung.
Terkait
pembangunan
komponen
utama PPI,
Matra yang
saat
itu didampingi
Kasubdin
Bina
Usaha Putu
Suarta
menyatakan belum
bisa
memastikan kapan
terwujud.
Semuanya
tergantung
pusat.
Sementara itu,
terkait
proyek Jalan
dan
jembatan Seruni,
Semarapura
Kauh,
Kadis PU Klungkung
A.A. Ngurah
Agung
mengaku saat
ini
tengah berupaya
melakukan
pendekatan
dengan
masyarakat. ''Kami
yakin,
bisa menyelesaikan
jalan
itu. Karena
masalah
pembebasan lahan
sudah
tak ada
lagi,''
katanya.
Memang,
pengakuan
sudah
tak ada
masalah
kerap dilontarkan
pejabat yang
berkaitan
dengan
proyek jalan yang
menghubungkan
wilayah
Penasan-Semarapura itu.
Namun,
kenyataannya berbagai
penentangan
mengiringi
pengerjaan
proyek
itu. Salah
satunya
penentangan warga
adat
Kemoning. Mereka
sempat
menolak proyek
itu
karena mengambil
lahan
kuburan anak
adat
setempat. (bal)